Drogba: Bosingwa Pernah Jadi Manajer Chelsea

Oleh Yosef Deny Pamungkas pada 19 Nov 2015, 13:20 WIB
Diperbarui 19 Nov 2015, 13:20 WIB
Didier Drogba
Didier Drogba saat merayakan pesta juara bersama Chelsea, beberapa waktu lalu. Ia mengungkapkan, Bosingwa mendadak menjadi juru racik taktik Chelsea saat bersua Barcelona pada leg kedua Liga Champions 2011-2012. (news.football-source.com)

Bola.com, London - Didier Drogba mengungkap rahasia unik ruang ganti Chelsea saat berhasil menyingkirkan Barcelona pada babak semifinal Liga Champions musim 2011-2012. Drogba menjelaskan saat itu taktik Chelsea bukan diputuskan oleh Roberto Di Matteo yang menjabat sebagai manajer The Blues, melainkan Jose Bosingwa.

Drogba baru saja meluncurkan otobiografi Commitment pada pekan ini. Buku tersebut dipublikasikan Hodder & Stoughton.

Banyak cerita lucu dan unik di dalam otobiografi penyerang berkebangsaan Pantai Gading itu. Namun, yang paling menarik ketika kejadian Bosingwa mendadak menjadi juru racik taktik Chelsea saat menghadapi Barcelona pada leg kedua Liga Champions 2011-2012.

Kala itu, Chelsea yang menang 1-0 pada leg pertama atas Barcelona bermain dengan strategi parkir bus sejak menit pertama. Pada laga kedua di Camp Nou, Barcelona unggul dua gol lebih dahulu lewat Sergio Busquets dan Andres Iniesta. Namun, sebelum babak pertama berakhir, Ramires sukses mencetak gol yang membuat agregat menjadi 2-2, dan Chelsea unggul agresivitas gol tandang.

Saat jeda babak pertama, terjadi diskusi ketat di ruang ganti Chelsea antara Di Matteo, staf pelatih dan para pemain Chelsea. Tetapi, Drogba mengungkapkan, saat itu pemain yang bersuara paling keras adalah Bosingwa.

"Para pemain bersiap melangkah untuk melakukan tanggung jawab. Manajer saat itu berkata kepada Branislav Ivanonvic untuk bermain sebagai bek tengah, tapi Jose Bosingwa berkata,'Tidak, tidak, saya yang akan bermain sebagai bek tengah," tulis Drogba dalam buku otobiografi.

"Saya bertanya kepadanya, 'Di mana saya harus bermain?'. Bosingwa menjawab, 'Saya tidak peduli'. Saya ingat saat itu saya bisa bermain sebagai bek kiri jika dibutuhkan. Kami tidak membutuhkan striker. Saya akan bermain sebagai striker dan juga bek kiri jika diperlukan," ungkap Drogba.

Pada babak kedua, Chelsea menghabiskan 45 menit pertandingan dengan menumpuk pemain di kotak penalti dengan Bosingwa bermain sebagai bek tengah.

Keputusan Bosingwa terbukti tepat, karena Chelsea mampu mencetak gol lewat Fernando Torres jelang laga berakhir untuk dan melaju ke partai final Liga Champions. The Blues akhirnya juara usai menaklukkan Bayern Munchen 4-3 lewat drama tendangan penalti.

Sumber: Daily Mail

Saksikan cuplikan pertandingan dari Liga Inggris, Liga Italia, dan Liga Prancis dengan kualitas HD di sini:

Highlights Mola TV: Liverpool 2 vs 1 Sheffield United | Liga Inggris | (25/10/2020)