Wenger Terancam Dipecat Arsenal, Muncul 5 Kandidat Pengganti

Oleh Nurfahmi Budi pada 30 Mar 2016, 09:48 WIB
Diperbarui 30 Mar 2016, 09:48 WIB
Arsenal
Lima kandidat pengganti posisi Arsene Wenger sebagai manajer di Arsenal.

Bola.com, London - Sejak kali pertama menjejakkan kaki di Arsenal pada 20 tahun silam, musim ini menjadi satu di antara pencapaian terburuk Arsene Wenger. Gagal di Liga Champion, Piala Liga dan Piala FA, kans menjadi jawara di level Premier League 2015-2016, juga semakin jauh.

Saat ini, The Gunners berselisih 11 angka dengan pemimpin klasemen sementara, Leicester City. Mereka hanya berharap The Foxes terpeleset dalam tujuh laga sisa. Di balik itu, pekerjaan kubu Emirates Stadium juga tak gampang menuju akhir musim.

Arsenal masih harus bersua tim yang menyingkirkan mereka di Piala FA, Watford (2/4/2016), West Ham United (9/4/2016), Crystal Palace (17/4/2016), West Bromwich Albion (22/4/2016), Sunderland (24/4/2016), Norwich City (30/4/2016), Manchester City (7/5/2016) dan Aston Villa (15/5/2016).

Imbas dari rangkaian hasil kurang memuaskan musim ini, membuat posisi Manajer Arsenal, Arsene Wenger, semakin tersudut. Seperti dirilis beberapa media Inggris, nasib pria berkebangsaan Prancis tersebut bakal ditentukan pada musim panas nanti.

Wenger sudah menyatakan diri tak ingin menyerah begitu saja. Sayang, semua itu tak mengendurkan beberapa gosip terkait siapa yang pantas menggantikan posisinya di Arsenal musim depan.

Berikut ini lima kandidat pengganti Wenger, yang disarikan Bola.com dari berbagai sumber.

1. Joachim Loew
Tak banyak catatan mengesankan Loew saat menukangi sebuah klub. Namanya tak terdengar kala membesut tim seperti Stuttgart (1996-1998), Fenerbahce (1998-1999) sampau Austria Vienna (2003-2004).

Kariernya baru memantik perhatian publik saat menjadi asisten pelatih timnas Jerman, di bawah naungan Juergen Klinsmann. Loew sukses meramu tim limpahan Klinsi. Ragam gelar berhasil digenggam bersama Der Panzer, dan yang teranyar adalah trofi jawara Piala Dunai 2014 di Brasil.

Penampilan fenomenal di Brasil itu pula yang membuat kiprah Loew semakin disegani. Ia dianggap cocok menjalin komunikasi dengan para pemain bintang, ditambah sistem permainan yang tergolong modern.

Dia mampu meningkatkan level strategi yang sebelumnya dilakukan Klinsmann. Jerman sukses mengubah permainan menjadi lebih taktis, teratur dan lebih menyerang. Karakter Loew yang lebih suka memainkan kombinasi senior-junior, dianggap layak menukangi tim sebesar Arsenal.

Maklum, Arsenal seperti kehilangan sentuhan tatkala pemain senior dan junior berada dalam satu lapangan. Sifat Loew diprediksi bisa memberi sentuhan berbeda. Sisi positif lainnya, pria berusia 56 tahun ini tak terlalu dikenal lawan, sehingga bisa memberi kejutan dari sisi performa di lapangan.

2. Dennis Bergkamp
Ia sukses memberi 10 trofi juara bagi Arsenal, termasuk 3 status jawara Premier League. Namanya tak asing lagi di kalangan fans The Gunners sebagai sosok legenda. Kualitas kepelatihan Dennis Bergkamp dianggap sudah mumpuni.

Faktor pengalaman menjadi asisten pelatih Ajax Amsterdam, di bawah Frank de Boer, memberikan garansi tersendiri. Ruang kreasi yang lebih besar saat berstatus pelatih kepala, akan menunjukkan sosok Bergkamp yang sebenarnya.

Saat menjadi tim pelatih di Ajax, Bergkamp menjadi orang yang selalu menekankan zona penyerangan sebagai senjata utama, dibanding lini pertahanan. Akibatnya, permainan atraktif menjadi sisi menarik Ajax dalam beberapa tahun terarakhir.

Rasa baru yang ditawarkan Bergkamp itulah, bisa menjadi 'vitamin' baru bagi armada Arsenal untuk lebih sukses. Tren pelatih muda, dengan usia di bawah 50 tahun, juga bisa menjadi alasan agar sepak bola menarik dan penuh ambisi kemenangan, bisa hadir maksimal di Emirates Stadium.

Pada musim panas tahun lalu, pemilik nama lengkap Dennis Nicolaas Maria Bergkamp ini sempat menjadi sosok favorit menukangi Swansea City. Kala itu, Bergkamp bakal dianggap menjadi sosok tepat menggantikan Garry Monk.

Sayang, aneka rayuan yang dilakukan manajemen The Swans tak membuat Bergkamp tertarik. Ia masih ingin berada di Ajax Amsterdam. Namun, jika musim panas nanti mayoritas fans Arsenal berharap dirinya menjadi nakhoda Mesut Ozil dkk, bukan tidak mungkin pria berusia 46 tahun ini, gagal menolak.

3. Thierry Henry
Peluang Henry untuk hadir di Emirates Stadium sebagai manajer Arsenal musim depan, tergolong tipis. Ia belum pernah menjalani sesi pelatihan sebagai arsitek tim, plus tak ada pengalaman menangani tim raksasa selevel The Gunners.

Ia hanya berstatus legenda, plus dukungan dari sebagian fans yang ingin Henry bisa hadir kembali di Tim Meriam London. Modal kepelatihan Henry hanya memimpin tim U-18 dan U-19 di Arsenal sejak Januari lalu, plus di timnas Prancis.

Pada sisi lain, kekuatan Henry ada di level imajinasi. Beberapa waktu lalu ia mengungkapkan, Arsenal harus membangun dirinya dari kekuatan sendiri. Artinya, fokus ke anak muda dan operasional akademi sepak bola, bakal menjadi sisi menarik jika Henry hadir di The Londonners.

4. Patrick Vieira
Ia baru saja merasakan pengalaman baru sebagai pelatih tahun ini. Sayang, pengalamannya bersama New York City FC tak terlalu bagus. Dua hari lalu, ia berkeluh kesah tentang penampilan anak asuhnya yang gagal lagi menuai kemenangan.

Faktor pengalaman menjadi sisi negatif Vieira. Tapi, semua itu bakal berbeda jika Arsenal ingin menghadirkan suasana berbeda. Faktor legenda menjadi modal utama bagi sang mantan gelandang bertahan tersebut.

Apalagi pria berusia 39 tahun ini sudah pernah menyatakan hasrat tinggi untuk menukangi Arsenal. "Saya ingin ke sana, tapi belum ada satu pun dari pihak manajemen yang menghubungiku. Saya ingin berkonsentrasi meraih pengalaman, dan setelah itu barulah berpikir kembali ke Inggris, harapanku bersama Arsenal," tegas Vieira.

5. Ronald Koeman
Ini dia sosok yang menjadi pesaing Joachim Loew untuk mengisi posisi Arsene Wenger, setidaknya versi beberapa media massa di Inggris. Karakternya sudah terlihat kala menangani Southampton.

Ia memang boros, tapi hasilnya sesuai dengan apa yang menjadi modal di setiap awal musim bersama The Saints. Karakter menyerang di setiap laga, entah di kandang ataupun tandang, menjadikan Southampton bermain atraktif.

Tak ada rasa takut atau canggung kala bentrok degan tim-tim raksasa di Premier League. Deretan Big Four Premiership pernah merasakan strategi ofensif Southampton. Karakter cenderung tak bertahan, bertolak belakang dengan kapasitasnya sebagai bek.

Beberapa pengamat menilai, Koeman bisa mengisi posisi Wenger dengan ragam alternatif strategi, yang sudah terbukti mampu menaikkan performa Southampton. Kolumnis Daily Mail, Jamie Redknapp mengungkapkan, Arsenal akan mendapatkan banyak benefit jika menggaet Koeman.

"Dia fleksibel terhadap pemain, tapi tidak tentang taktik. Hal itu bisa terlihat ketika Southampton bertanding. Koeman selalu konsisten sejak awal pertandingan, yakni ofensif. Uniknya, dia bisa memberikan banyak alternatif, tak hanya menyerang, meski opsi itu jarang diaplikasikan di lapangan," beber Redknapp.

Sumber: Berbagai sumber

Saksikan cuplikan pertandingan dari Liga Inggris, Liga Italia, dan Liga Prancis dengan kualitas HD di sini

Rahasia Gigi Putih Jurgen Klopp, Roberto Firmino, dan Para Bintang Liverpool