Alvaro Morata dan Beban Pemain Termahal Chelsea

Oleh Cakrayuri Nuralam pada 19 Sep 2017, 16:12 WIB
Diperbarui 19 Sep 2017, 16:12 WIB
Top Scorer, Premier League, Alvaro Morata
Alvaro Morata merasa terbebani dengan banderol harganya. (AP/Alastair Grant)

- Alvaro Morata dikabarkan merasa terbebani dengan status pemain termahal yang pernah dibeli Chelsea. Alasan tersebut membuat Morata merasa canggung saat tampil pada laga Community Shield menghadapi Arsenal (12/8/2017).

Alvaro Morata datang ke Chelsea pada 19 Juli 2017. Striker asal Spanyol itu didatangkan dari Real Madrid dengan mahar 58 juta pounds (Rp 1,04 triliun). Transfer tersebut memecahkan rekor pembelian Chelsea sebelumnya. Morata mengalahkan Fernando Torres yang dibeli dari Liverpool pada 2011 dengan mahar 50 juta pounds (Rp 897 miliar).

Menjadi pemain termahal The Blues (julukan Chelsea), striker berusia 24 tahun tersebut ternyata terbebani. Dia sempat canggung ketika menjalani debutnya bersama Chelsea, 12 Agustus 2017, saat melawan Arsenal di ajang Community Shield.

Karena gugup, Morata tak mampu mencetak gol ke gawang Arsenal dalam drama adu penalti. The Blues pun kalah 1-4 dari Meriam London pada laga itu.

"Ketika pertama kali datang ke Chelsea, saya merasakan ada banyak tekanan. Harga saya menjadi masalah besar. Itu membuat saya gagal menendang penalti di Community Shield," ujar mantan striker Juventus tersebut, dikutip dari Football Espana.



"Saat itu, saya langsung tahu, saya harus menunjukkan taring secepatnya. Kegagalan itu menjadi kritik besar. Tapi kritik membuat saya bekerja lebih keras dari sebelumnya," kata Morata.

Kegagalan itu membuat Morata langsung bangkit. Hingga pekan kelima Liga Inggris, dia sudah mencetak tiga gol dan menyumbang dua assist untuk Chelsea.