Vini, Vidi, Vici, Pep Guardiola Segera Taklukkan Inggris

Oleh Harley.Ikhsan pada 17 Des 2017, 18:30 WIB
Diperbarui 17 Des 2017, 18:30 WIB
Manchester City-Pep Guardiola
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola berselebrasi bersama pemainya usai pertandingan melawan Southampton di Stadion Etihad di Inggris (29/11). City menang 2-1 atas Southampton. (AP Photo/Rui Vieira)

Jakarta Pep Guardiola membuat rekor baru bersama Manchester City di Liga Inggris.  The Citizens menorehkan hasil positif kemenangan ke-16 secara beruntun di Liga Inggris.

Tidak tanggung-tanggung, Manchester City menghancurkan salah satu pesaing di papan atas, Tottenham Hotspur, dalam mencapainya. Mereka berjaya 4-1 di Etihad Stadium, Sabtu (16/12/2017) atau Minggu (17/12/2017) dini hari WIB.

Sebelumnya Manchester City sudah menunjukkan kualitas dengan menghajar Liverpool (5-0), Chelsea (1-0), Arsenal (3-1), hingga Manchester United (2-1).

Selain itu, mereka juga menunjukkan karakter dengan memastikan tiga angka melalui gol menit-menit akhir untuk menundukkan Bournemouth, Huddersfield Town, Southampton, dan West Ham United.

Sepak terjang Manchester City asuhan Guardiola membuat rekor terdahulu, tercatat atas nama Arsenal dengan 14 kemenangan beruntun pada Februari hingga Agustus 2002, terlupakan. 

Sosok Guardiola pun patut dikedepankan karenanya. Ibarat Julius Caesar dengan slogan veni, vidi, vici, pelatih berkebangsaan Spanyol itu siap menaklukkan Inggris setelah semusim beradaptasi.

2 dari 3 halaman

Butuh Waktu dan Investasi Lebih

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, merayakan kemenangan atas Swansea City pada laga Premier League di Stadion Liberty, Rabu (13/12/2017). Manchester City menang 4-0 atas Swansea City. (AP/Nick Potts)

Memang Guardiola membutuhkan waktu lebih banyak ketimbang pekerjaan sebelumnya untuk mencapai kesuksesan. Pada 2016/2017, Guardiola menyaksikan pasukannya menduduki peringkat tiga klasemen Liga Inggris, 15 poin di belakang sang juara Chelsea. The Citizens juga terhenti di Piala Liga Inggris (disingkirkan MU), Piala FA (Arsenal), plus Liga Champions (AS Monaco).

Sebagai perbandingan, Guardiola menjadi treble winners pada musim pertama di Barcelona (2008/2009). Dia juga membantu Bayern Munchen memenangkan Bundesliga dan DFB Pokal pada awal petualangannya di Jerman (2013/2014).

Namun, setelah melakukan investasi, terutama pada sektor sayap pertahanan, Guardiola dan Manchester City kini sulit dihentikan. Dia pun memegang rekor sebagai pelatih dengan catatan kemenangan terpanjang di tiga negara.

3 dari 3 halaman

Sukses di 3 Tim

Pep Guardiola juga sukses di Bayern Munchen. (AFP/Angelika Warmuth)

Sosok berusia 46 tahun itu membawa Barcelona mencatat 16 kemenangan di La Liga pada 2010/2011. Sementara di Bayern Munchen Guardiola menorehkan 19 hasil positif berturut-turut.

"Ini juga terjadi karena saya bersama tiga klub yang luar biasa. Barcelona, Bayern Munchen, dan Manchester City semuanya mendukung saya serta memiliki pemain luar biasa," ungkap Guardiola, dilansir situs resmi klub.

"Tanpanya semua ini mustahil. Saya bangga bisa melakukannya bersama tiga tim itu," sambungnya.

Manchester City kini sangat diunggulkan bakal menduduki puncak klasemen Liga Inggris di akhir musim nanti. Mereka juga dipercaya berpotensi mengulang prestasi MU pada 1998/1999 dengan menyapu gelar di tiga kompetisi utama.

Lanjutkan Membaca ↓