3 Fakta Penegas Arsenal Sulit Finis 4 Besar Liga Inggris

Oleh Ario Yosia pada 16 Jan 2019, 11:30 WIB
Klub Papan Atas Eropa Jadi Pelabuhan Arjen Robben Selanjutnya

Bola.com, Jakarta - Arsenal kembali menelan kekalahan dalam ajang Premier League. Mereka takluk dari tangan West Ham dengan skor 1-0. Grafik performa tim asuhan Unai Emery tengah melorot.

Dengan demikian, The Gunners hanya meraih empat poin dari empat pertandingan terakhir mereka di liga. Kini upaya mereka untuk bisa menembus posisi empat besar semakin sulit.

Tim asuhan Unai Emery itu masih berada di peringkat kelima dengan 41 poin. Namun, mereka saat ini sudah tertinggal enam poin dari Chelsea yang menempati posisi empat di klasemen Premier League.

Performa Arsenal memang sedang menurun dalam sebulan terakhir ini. Jika The Gunners tidak segera melakukan perubahan, bukan tidak mungkin mereka akan kembali finis di luar empat besar pada akhir musim.

Berikut ini tiga alasan The Gunners tak bisa finis di posisi empat besar pada akhir musim ini seperti dilansir Sportskeeda.

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini.

Cerita dari Latihan Timnas Indonesia U-22 Sampai ke Killing Field

Tutup Video
2 of 4

Pertahanan yang buruk

Pertahanan Arsenal terlihat goyah di sepanjang musim ini. Mereka belum mampu menciptakan banyak clean sheet dan itulah alasan utama mereka berada di posisi sekarang di klasemen sementara Premier League.

Bahkan melawan West Ham di pertandingan terbaru, mereka melakukan kesalahan sehingga Declan Rice bisa mencetak gol dengan mudah. Alhasil, Arsenal harus pulang dengan tangan hampa.

Para pemain belakang Arsenal terlalu sering melakukan kesalahan sehingga merugikan mereka sendiri. Jika mereka tidak segera menyelesaikan masalah tersebut, Arsenal akan kesulitan finis di posisi empat besar.

3 of 4

Pasif di bursa transfer

Unai Emery mengumumkan minggu lalu bahwa Arsenal tidak akan merekrut pemain secara permanen di bursa transfer Januari yang sedang berlangsung. Jadi yang bisa mereka lakukan di bulan Januari adalah mendatangkan pemain dengan status pinjaman. Itu mungkin bukan ide bagus karena tidak banyak pemain berkualitas yang bisa dipinjam.

Masalahnya cukup jelas bahwa Arsenal tidak punya kedalaman yang cukup di skuat. Dengan Aaron Ramsey akan pergi secara gratis pada musim panas mendatang, Arsenal akan berada di bawah tekanan untuk mendatangkan wajah-wajah baru di jendela transfer musim panas.

Para suporter sudah mulai menunjukkan rasa frustrasi mereka terhadap para pemilik Arsenal yang tidak mengeluarkan uang untuk membuat skuat mereka kompetitif. Mereka sudah tertinggal jauh dari para rival seperti Manchester City dan Liverpool dan tanpa uang untuk mendatangkan pemain berkualitas tinggi akan memberikan efek serius pada skuat yang mereka miliki.

Jika para pemilik tetap tidak mau mengeluarkan uang dan tidak mendatangkan pemain berkualitas di jendela transfer Januari, sepertinya mereka akan kehilangan posisi empat besar musim ini.

4 of 4

Pilihan yang salah

Unai Emery didatangkan untuk menjadikan Arsenal penantang gelar yang tidak bisa mereka capai di bawah Arsene Wenger. Namun, manajer Spanyol itu sepertinya belum belajar dari kesalahan sang mantan manajer.

Emery sudah melakukan beberapa kesalahan selama berada di Arsenal sehubungan dengan pemilihan tim. Pemain berkualitas seperti Aaron Ramsey dan Mesut Ozil tidak mendapatkan banyak waktu bermain meski mereka harus bermain setiap minggu. Ini adalah salah satu alasan mengapa Arsenal tidak bisa memperpanjang kontrak Ramsey dan sebagai hasilnya, mereka akan kehilangan sang pemain secara gratis.

Mereka juga telah mencadangkan Mesut Ozil berkali-kali. Mereka tidak punya kreativitas ketika pemain Jerman itu tidak masuk dalam starting XI. Ozil sudah berlatih selama seminggu sebelum pertandingan melawan West Ham, tetapi entah bagaimana dia tidak terlihat cukup fit untuk menjadi starter.

Jika pilihan tim terus merugikan Arsenal, mereka tidak hanya akan kesulitan untuk finis di zona Liga Champions tetapi Unai Emery juga akan dibenci para suporter dan pemilik klub.

Sumber: Bola.net

Lanjutkan Membaca ↓