Paket Lengkap Premier League di Pentas Liga Champions

Oleh Nurfahmi Budi pada 14 Mar 2019, 13:10 WIB
Liverpool Tundukan Bayern Munchen

"Premier League sangat kuat. Premier League sudah menunjukkan karakter yang membuatnya menjadi perburuan karier,"

KOMENTAR tersebut keluar dari legenda sepak bola asal Inggris, Alan Shearer. Saat menjadi panelis di sebuah acara diskusi sepak bola, Shearer menyebut Eropa layak mengakui kalau Premiership adalah liga terbaik.

Ucapan mantan bomber Blackburn Rovers tersebut merujuk hasil pertandingan Babak 16 Besar Liga Champions 2018-2019. Delapan tim yang lolos ke perempat final hanya berasal dari lima negara, yakni Inggris, Italia, Belanda, Portugal dan Spanyol.

Inggris mendominasi daftar partisipan yang berada di perempat final. Premie League mengirim empat wakil, yakni Manchester United, Manchester City, Tottenham Hotspur, dan 'sang ragil', Liverpool.

Hebatnya, dua dari empat wakil tersebut berhasil menangguk performa luar biasa kala berada di kandang lawan. Manchester United tampil mengejutkan tatkala membalikkan pesimistis para pendukung menjadi realisasi lolos ke Babak 8 Besar.

Manchester United menaklukkan Paris Saint-Germain (PSG) di markas sang raksasa Ligue 1 tersebut. Kemenangan di Paris membuat Manchester United unggul lebih tajam di markas lawan.

Aksi tak kalah kelas datang dari Liverpool. The Reds menumbangkan Setan Merah-nya Jerman, Bayern Munchen. Tidak tanggung-tanggung, dua gol dari Sadio Mane dan sundulan Virgil van Dijk, membuat Liverpool melaju ke perempat final Liga Champions setelah menang agregat 3-1.

 

2 of 4

Tim Lain

Manchester United
Para pemain Manchester United merayakan kemenangan 3-1 melawan PSG di leg kedua babak 16 besar Liga Champions pada Kamis (7/3/2019) dini hari. (Sky Sports)

Sementara itu, dua tim lainnya, Manchester City dan Tottenham Hotspur sudah sejak awal menunjukkan kedigdayaan atau lawan masing-masing. Tottenham Hotspur menekuk Borussia Dortmund dengan skor agregat 4-0.

Manchester City berpesta pora saat menjamu Schalke, setelah menang dengan skor 7-0 di Etihad Stadium. Raihan tersebut melengkapi kemenangan 3-2 saat berlaga di markas Schalke.

Bagi Alan Shearer, keberadaan empat tim tersebut di pentas 8 Besar Liga Champions musim ini menjadi penanda sinyal keberhasilan Premier League sebagai sebuah kompetisi yang kompetitif. "Kami punya empat tim yang berkualitas sama, output yang menawan dari sebuah sistem yang bagus di Premier League," sebutnya.

Shearer menegaskan, keberadaan Inggris pada perempat final Liga Champiions 2018-2019 bisa disebut sebagai paket lengkap. Selain sisi ambisius, keberadaan empat pelatih memberi warna tersendiri.

Pep Guardiola menjadi jaminan mutu pertama yang muncul. Pengalaman berkarier di Spanyol dan Jerman, membuat manajer Manchester City tersebut tahu apa yang harus dikerjakan.

Benefit menjadi milik Pep Guardiola, karena para calon lawan di perempat final berasal dari liga-liga yang tak asing lagi dengan eks Brescia tersebut. "Pep pernah mengatakah Premier League adalah liga tersulit di dunia. Dia percaya itu, dan dia memang benar. Kini, Premier League tinggal menunggu atraksi berikutnya dari Pep," tegas Shearer.

 

3 of 4

Suasana Gaduh

Tottenham Singkirkan Dortmund dari Liga Champions
Penyerang Tottenham Hotspur Harry Kane berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Borussia Dortmund pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Stadion BVB, Dortmund, Jerman, Selasa (5/3). Tottenham lolos ke perempat final. (Bernd Thissen/dpa via AP)

Sementara itu, eks rekan setim Alan Shearer, Tim Sherwood mengungkapkan, keberadaan empat tim asal Inggris pada sesi drawing perempat final Liga Champions, lusa, bakal membuat suasana gaduh. Bagaimana tidak, berbekal performa selama dua leg di fase 16 Besar, siapapun akan 'bergidik'.

Apalagi, kondisi sekarang menjadi sesuatu yang istimewa dalam sejarah Premiership. Empat tim yang berada di perempat final menjadi kali pertama lagi sejak Liga Champions 2008-2009.

"Premier League memberi pesan kalau kompetisi domestik di Inggris tersebut semakin kuat dan kuat. Itu pula yang membuat Premiership menjadi magnet bagi para pemain. Selain ketat, uang menjadi sisi lain," kata Sherwood.

Mantan bek Liverpool, Phil Babb merasakan paket komplit Premier League di pentas perempat final, terutama dari sisi manajer. Pep sudah berpengalaman, Ole Gunner Solksjaer tengah meretas jalan, Mauricio Pochettino ingin terus konsisten menunjukkan kualitas, dan sosok Jurgen Klopp ingin memberi bukti mampu memberi trofi besar.

Namun, Phil Babb menyebut, seluruh manajer tersebut tak sekadar mengejar prestasi, melainkan peninggalan bersejarah. Yup, jika satu di antara Manchester City, Manchester United, Tottenham Hotspur dan Liverpool, menjadi juara Liga Champions musim ini, bakal tercatat dalam sejarah panjang masing-masing klub.

 

4 of 4

Komposisi Pemain

Liverpool vs Bayern Munchen
Duel udara penyerang Bayern Munchen, Robert Lewandowski dan bek Liverpool, Virgil Van Dijk pada pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Allianz Arena, Rabu (13/3). Liverpool menundukkan tuan rumah Bayern Munchen 3-1. (AP/Matthias Schrader)

Selain itu, paket lengkap ala Premiership juga dtunjang dengan komposisi para pemain di empat klub tersebut. Manchester United dan Liverpool seolah mewakili klub asal Inggris yang ingin terus bermain berkat deretan anak muda yang menjadi kekuatan Ole Gunnar Solksjaer serta Jurgen Klopp.

Pada sisi Manchester City dan Tottenham Hotspur, unsur senioritas yang berkorelasi terhadap faktor pengalaman, menjadi lebih dominan. Kombinasi tersebut menjadikan calon lawan mereka harus berpikir keras mengantisipasi pola permainan.

Well, kini Sahabat Bola.com tinggal menunggu apakah ucapan tiga pengamat sepak bola asal Inggris tersebut akan menjadi kenyataan atau justru sebaliknya. Satu yang pasti, semua bisa 'diterawang' seusai drawing perempat final, Jumat (15/3/2019), saat ketahuan siapa bersua tim mana.

Sumber: UEFA, BBC

Lanjutkan Membaca ↓