Rapor Pemain Liverpool saat Hajar Chelsea: Trisula Lini Depan Nyaris Sempura

Oleh Ario Yosia pada 15 Apr 2019, 18:15 WIB
Liverpool Vs Chelsea

Bola.com, Jakarta - Chelsea tak berdaya menghentikan ambisi besar Liverpool untuk menggapai mimpi meraih titel Premier League musim ini. Pada pekan 34 Premier League, The Reds menang 2-0 di Anfield melalui gol yang dicetak Sadio Mane dan Mohamed Salah.

Liverpool bermain intens di tiap lininya dalam upaya merebutkan bola, memenangi pertarungan di lini tengah, dan berlari lebih banyak daripada pemain-pemain Chelsea. Anak asuh Jurgen Klopp bisa dibilang pantas memenangi laga.

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, mengomentari soal momen Andy Robertson terpeleset saat timnya mengalahkan Chelsea 2-0 di Anfield, Minggu (14/4/2019). Menurut dia, kini saatnya publik mengakhiri olok-olok soal kutukan pemain terpeleset di Liverpool. 

Kutukan tersebut merujuk pada terpelesetnya Steven Gerrard pada 2014  saat melawan Chelsea yang membuat Liverpool gagal juara. Namun, kali ini momen buruk tersebut tak terulang meski laga The Reds kontra The Blues diwarnai terpelesetnya pemain Chelsea, Robertson. 

Liverpool tetap menang berkat dua gol di paruh kedua laga melalui aksi Sadio Mane dan Mohamed Salah.

Bagi Liverpool, kemenangan ini membuat mereka kembali ke puncak klasemen dengan poin 85, unggul dua angka atas Manchester City yang memiliki satu laga sisa lebih banyak.

Ketika skor 2-0, bek kiri Liverpool, Andy Robertson sempat membuat The Reds teringat momen 2014. Robertson terpeleset di area pertahanan timnya sendiri. Beruntung bagi tuan rumah, Chelsea gagal memanfaatkan momen tersebut menjadi gol.

Dalam konferensi pers seusai laga, Klopp mengaku lega momen terpelesetnya Robertson tak berujung buruk bagi timnya. Pria asal Jerman itu lega kutukan soal terpeleset akhirnya tak terbukti.

"Ngomong-ngomong, di titik ini, kita akhirnya bisa menutup buku soal terpeleset. Robbo (Robertson) terpeleset dan tak ada yang terjadi, jadi itu bukan kutukan bagi Liverpool. Selesai. Semua baik-baik saja," ujar Klopp seperti dikutip laman resmi Liverpool.

Berikut rating pemain Liverpool yang diturunkan Jurgen Klopp melawan Chelsea:

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini

2 of 5

Kiper dan Bek

Liverpool Vs Bournemouth
Bek Liverpool, Virgil van Dijk, saat melawan AFC Bournemouth pada laga Premier League di Stadion Anfield, Sabtu (9/2). Liverpool menang 3-0 atas AFC Bournemouth. (AP/Rui Vieira)

Alisson (7/10): Keberadaan Alisson di bawah mistar gawang membuat tenang lini belakang Liverpool. Kiper asal Brasil juga sigap mengamankan dua peluang yang diciptakan bintang Chelsea, Eden Hazard. Selain kedua momen itu, tidak banyak aksi dari Alisson karena timnya mengontrol laga dengan baik.

Trent Alexander-Arnold (8/10): Tidak seperti pemain berusia 20 tahun. Alexander-Arnold bermain dewasa dengan kemampuannya membaca permainan, akurasi umpan silang yang bagus, dan bertahan baik menghadapi Hazard atau Willian.

Joel Matip (8/10): Tidak pernah terlihat panik menghadapi kecepatan pemain-pemain Chelsea. Matip memperlihatkan alasan mengapa KLopp lebih banyak memainkannya ketimbang Dejan Lovren.

Virgil van Dijk (8/10): Memimpin lini belakang Liverpool dengan baik. Van Dijk tampil dengan sangat solid, kokoh, tanpa celah, dan tidak terlihat kesulitan menghadapi pemain-pemain Chelsea.

Andy Robertson (7/10): Bermain setelah absen melawan Porto di leg satu perempat final Champions League. Robertson bermain relatif aman dan tidak banyak membantu serangan untuk lebih mewaspadai Willian.

3 of 5

Gelandang

FOTO: Gol Injury Time Roberto Firmino Antar Liverpool Kalahkan PSG
Pelatih Liverpool, Juergen Klopp, memeluk Jordan Henderson usai mengalahkan PSG pada laga Liga Champions di Stadion Anfield, Liverpool, Selasa (18/9/2018). Liverpool menang 3-2 atas PSG. (AP/Dave Thompson)

Jordan Henderson (8/10): Mendapatkan tepuk tangan dari publik Anfield kala digantikan James Milner di menit 77. Henderson memberi assist untuk gol Mane dan menikmati peran sebagai gelandang tengah-ofensif.

Fabinho (8/10): Menjalani peran N'Golo Kante sebelum Maurizio Sarri datang ke Chelsea. Fabinho jadi pelapis lini belakang yang bagus, selalu berada di segala tempat di lini tengah untuk mencegah lawan melakukan penetrasi.

Naby Keita (7/10): Penampilannya tidak terlalu spesial dan tidak terlalu buruk, tapi, Keita menjadi titik poin serangan Liverpool di lini tengah dalam melakukan transisi bermain dari bertahan ke penyerangan.

4 of 5

Penyerang

Liverpool Vs Chelsea
Penyerang Liverpool, Mohamed Salah, melakukan selebrasi usai membobol gawang Chelsea pada laga Premier League di Stadion Anfield, Minggu (14/4). Liverpool menang 2-0 atas Chelsea. (AP/Rui Vieira)

Mohamed Salah (9/10): Menorehkan gol ke-19 di Premier League dengan cara yang fantastis: sepakan jarak jauh. Mo Salah menjawab nyanyian rasial dari fans Chelsea dengan cara yang tepat.

Roberto Firmino (9/10): Firmino tetap jadi seorang Firmino. Jumlah golnya tidak sebanyak striker-striker top Eropa, namun Firmino memiliki etos kerja yang sangat bagus dan rajin mengejar bola untuk merebutnya dari kaki pemain lawan. Peran Firmino sebagai penyerang-pengatur serangan layaknya Karim Benzema di Real Madrid.

Sadio Mane (9/10): Menorehkan gol ke-18 di Premier League dan memperlihatkan konsistensinya dalam menjebol gawang lawan. Mane membuat Cesar Azpilicueta, bek kanan Chelsea, kewalahan menghadapinya. Mane mencetak satu gol di laga ini.

5 of 5

Pengganti

FOTO: Tekuk Fulham, Liverpool Puncaki Klasemen Liga Inggris
Pemain Liverpool James Milner (tengah) merayakan golnya ke gawang Fulham bersama Georginio Wijnaldum (kiri) dan Mohamed Salah pada laga pekan ke-31 Liga Inggris di Stadion Craven Cottage, London, Minggu (17/3). (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Georginio Wijnaldum (7/10): Sesuai harapan Klopp, Wijnaldum memberikan enerji bermain baru di lini tengah Liverpool sejak masuk menggantikan Keita di menit 66.

James Milner (6/10): Bermain bijak mempertahankan keunggulan di sisa waktu 13 menit terakhir pertandingan.

Xherdan Shaqiri (-): Masuk telat hanya untuk mengulur waktu. Tidak ada aksi yang dapat dilihat darinya.

Sumber: 90min

Lanjutkan Membaca ↓