Konyol Jika Manchester United Depak Ole Gunnar Solskjaer

Oleh Liputan6.com pada 16 Mei 2019, 03:45 WIB
Pogba Dua Gol, MU Bungkam West Ham

Jakarta - Manchester United seperti terlalu cepat mengambil keputusan saat mempermanenkan Ole Gunnar Solskjaer. Soalnya, performa Setan Merah langsung terjun bebas usai nakhoda asal Norwegia itu dipermanenkan.

Ini membuat Solskjaer berada dalam tekanan setelah gagal memenuhi ekspektasi musim ini. Manchester United hanya mampu finis di peringkat keenam klasemen akhir Premier League musim ini. Mereka dipastikan gagal bermain di Liga Champions musim depan.

Akhir 2018 lalu, Solskjaer datang sebagai penyelamat Manchester United. Dia melakukan tugasnya cukup baik dalam beberapa bulan awal, tetapi MU justru merosot lagi dalam beberapa bulan terakhir musim ini.

Solskjaer menjalani bulan madu yang manis dalam beberapa bulan pertama. Dia mampu menghilangkan aura negatif yang ditinggalkan Jose Mourinho. MU kembali bermain ofensif dan dinaungi aura positif.

Sayangnya, saat ini posisi Solskjaer di Manchester United kembali diragukan setelah rentetan kegagalan tersebut.

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini

2 of 3

Layak Diberi Waktu

FOTO: Manchester United Tutup Akhir Musim dengan Kekalahan
Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, bersalaman dengan Jesse Lingard usai melawan Cardiff pada laga Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Manchester, Minggu (12/5). MU kalah 0-2 dari Cardiff. (AFP/Oli Scarff)

Mantan pemain MU, Danny Higginbotham percaya memecat Solskjaer bisa jadi keputusan konyol. Solskjaer sudah melakukan tugas cukup baik sebagai pelatih yang mewarisi skuat Mourinho. Artinya, pekerjaan Solskjaer yang sebenarnya belum terbukti.

"Komentar orang-orang yang menyebut Solskjaer harus pergi layak ditertawakan. Dia belum mendatangkan siapa pun ke dalam kklub, dia belum membeli pemain-pemain yang menurutnya cocok dengan gaya bermain dia," ujar Higginbotham kepada Manchester Evening News.

"Dia harus mendapatkan waktu di musim panas untuk bisa melakukan keinginannya, entah itu dengan mendatangkan pemain atau dengan membuang pemain."

"Sudah ada begitu banyak pemangkasan dan perubahan skuat. Anda harus menemukan kesinambungan, sebab jika anda tidak menemukan itu, anda tidak bisa melakukan banyak hal," ujarnya.

3 of 3

Belajar dari Klopp

Jurgen Klopp, LIverpool
Manajer Liverpool, Jurgen Klopp (bertopi), berselebrasi bersama para pemain setelah mengalahkan Barcelona pada leg kedua semifinal Liga Champions, di Anfield, Rabu (8/5/2019) dini hari WIB. (AFP/Paul Ellis)

Higginbotham mengambil contoh keberhasilan Jurgen Klopp di Liverpool. Kala itu, di musim pertamanya, Klopp belum benar-benar mengubah The Reds saat pertama kali tiba di Anfield. Hasil pekerjaannya baru terbukti di musim kedua dan ketiga.

"Lihat saja Jurgen Klopp dan apa yang dia perbuat di Liverpool. Itu luar biasa, ada rencana jelas yang berjalan baik. Ketika pertama kali melatih, dia tidak membeli siapa pun. Dia memiliki periode percobaan untuk pemain-pemain yang dia terima, dan saya kira itulah yang dilakukan Solskjaer

"Sejak pertama kali dia melatih sampai akhir musim ini, saya kira dia bisa mengevaluasi setiap pemain yang ada, jadi dia bisa memutuskan siapa pemain yang cocok dan siapa yang tidak," tutup Higginbotham.

Ole Gunnar Solskjaer wajib membentuk kembali kekuatan Manchester United musim depan. Dia dipercaya mendatangkan pemain-pemain yang sesuai dengan keinginannya.

Sumber: Bola.net

Lanjutkan Membaca ↓