5 Pelatih Bertangan Dingin yang Pantas Menggantikan Maurizio Sarri di Chelsea

Oleh Ario Yosia pada 13 Jun 2019, 09:00 WIB
Maurizio Sarri

Bola.com, Jakarta - Musim 2018-2019 jadi musim yang bagi Chelsea di bawah kendali Maurizio Sarri.

The Blues mengawali musim dengan penampilan bagus dan tidak terkalahkan dalam 12 pertandingan Premier League. Segalanya berubah dengan cepat, dan serangkaian hasil buruk selama periode musim dingin, ditambah dengan suporter yang jenggah dengan style bermain yang diusung Sarri, membuat Chelsea sempat ada di titik nadir.

Sarri pun sempat diprediksi bakal langsung dipecat usai kekalahan memalukan 0-6 melawan Manchester City, dan kembali mengalami kekalahan lewat drama adu penalti dengan lawan yang sama di final Piala Carabao.

Namun, peruntungan Sarri di akhir musim berubah. Chelsea bangkit serta finis ketiga di belakang hanya Manchester City dan Liverpool. Selanjutnya mereka juga memenangkan Liga Europa setelah mengalahkan Arsenal 4-1 di final, mengamankan trofi utama pertama Sarri.

Namun hasil-hasil positif ini tidak cukup mengamankan kursi Sarri di Chelsea. Tampaknya sang mentor akan kembali ke Italia mengambil tawaran Juventus untuk menggantikan Massimiliano Allegri. Tapi keputusan ini masih memunculkan perdebatan. Sebagian fans Chelsea berharap sang pelatih bertahan, karena perlahan mulai bisa mengendalikan tim dengan baik dengan gayanya.

Namun, sebagian lainnya ingin Sarri pergi, karena menilai filosofi sepak bolanya tak sejalan dengan Chelsea. Jika benar Sarri akhirnya pindah lantas siapa yang akan menggantikannya?

Pelatih baru Chelsea menghadapi situasi tak mudah. Klub sedang terkena hukuman larangan transfer dari FIFA, jadi siapa pun yang datang ke Stanford Bridge harus puas dengan apa yang ia miliki. Berikut lima figur pelatih yang bisa menggantikan Sarri musim panas ini.

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini

2 of 6

Jose Mourinho

Jose Mourinho
Mourinho heran mengapa Klopp tak dihukum. (OLI SCARFF / AFP)

Ada kemungkinan Jose Mourinho kembali Chelsea untuk ketiga kalinya. Pria yang memproklamirkan diri Special One saat pertama kali bergabung dengan The Blues dari Porto pada tahun 2004, punya keterikatan dan sejarah panjang dengan klub.

Di Chelsea ia memenangkan dua gelar Liga Inggris pada periode pertama dan sebiji trofi lainnya pada periode kedua kedatangannya yang ketiga pada 2015.

Reputasi Mourinho terpuruk belakangan ini, khususnya setelah ia dipecat oleh Manchester United pada bulan Desember lalu. Namun, realitanya Mou tetaplah salah satu pelatih terbaik di dunia. Kehadirannya dengan segala kontroversi jaminan gelar juara.

3 of 6

Javi Gracia

Pelatih Muda, Premier League
Pelatih Watford asal Spanyol, Javi Gracia lahir 1 Mei 1970. Javi melakukan debut bersama Watford pada 31 January 2018 saat melawan Stoke City. (AFP/Olly Greenwood)

Javi Gracia tak memiliki reputasi mentereng, ia belum memiliki pengalaman mengelola di klub-klub besar, tetapi sang mentor telah melakukan pekerjaan yang sangat baik mengelola Watford musim ini.

Dia membantu Hornets, yang diperkirakan banyak orang akan berjuang di papan bawah sukses mengantarkan klub itu mencapai final Piala FA, sebelum akhirnya dikalahkan oleh tim super, Manchester City.

Filosofi sepak bola menyerang Gracia dengan mengandalkan komposisi pemain yang biasa-biasa saja jadi daya tarik bagi Chelsea.

4 of 6

Nuno Espirito Santo

Asa Arsenal ke Liga Champions Kian Menipis
Selebrasi kemenangan pelatih Wolves, Nuno Espirito Santo pada laga lanjutan Premier League yang berlangsung di Stadion Molineux, Wolverhampton, Kamis (25/4). Arsenal kalah 1-3 kontra Wolves. (AFP/Paul Ellis)

Nuno adalah baru terjun selama 12 tahun terakhir di pentas Premier League. Seperti halnya Gracia, ia menikmati musim yang luar biasa dengan membantu Wolves lolos ke Liga Europa dengan ada di posisi ketujuh klasemen akhir, tepat di bawag tim besar Manchester United.

Dia memang memiliki pengalaman menangani Porto antara 2016 dan 2017, klub tempat mantan manajer Chelsea, Jose Mourinho dan Andre Villas-Boas juga menghabiskan bagian awal karier manajerial mereka.

Nuno telah menunjukkan kepada Wolves bahwa ia suka memainkan sistem pertahanan tiga bek, yang mungkin tidak cocok untuk Chelsea saat ini melihat kondisi skuat terkini mereka. Jika Nuno datang ia perlu beradaptasi. Tapi jika melihat kiprahnya di Wolves, rasanya Nuno tidak akan kesulitan membangkitkan Chelsea. Sang nakhoda perlu diberi kepercayaan mengarungi tantangan baru.

5 of 6

Frank Lampard

Manchester United, Derby County, Piala Liga Inggris
Pelatih Derby County, Frank Lampard, memberikan aplaus usai mengalahkan Manchester United pada Piala Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Rabu (26/9/2018). Manchester United takluk adu penalti 9-10 (2-2) dari Derby County. (AFP/Paul Ellis)

Hingga saat ini, Lampard sepertinya menjadi pilihan yang paling realistis bagi Chelsea jika Sarri pergi ke Juventus. Mantan pemain berusia 40 tahun ini adalah salah bintang terbaik yang pernah dimiliki The Blues.

Saat ini ia membukukan rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa Chelsea, mencetak 211 gol untuk klub dalam 15 tahun di sana. Lampard juga mempersembahkan tiga gelar Liga Inggris, empat Piala FA, dan sebiji trofi Liga Champions pada 2012.

Satu-satunya masalah bagi Lampard adalah bahwa ini mungkin datang terlalu dini dalam karier manajerialnya. Dia baru saja menjalani musim pertama di klub kasta Championship, Derby County. Prestasinya lumayan bagus di sana, klub hampir promosi sebelum kalah di laga play-off melawan Aston Villa, tapi bisa dibilang Lampard belum matang pengalaman.

 

6 of 6

Massimiliano Allegri

Juventus, Barcelona, Liga Champions
Gaya pelatih Juventus, Massimiliano Allegri memberikan arahan kepada anak asuhnya pada laga grup D Liga Champions di Allianz Stadium, Turin, (22/11/2017). (AP/Antonio Calanni)

Unik juga jika benar-benar terjadi Sarri pergi ke Juventus, Allegri pergi ke Stamford Bridge. Pertukaran yang sepadan.

Bersama Juventus, memenangkan lima gelar Serie A beruntun.

Dia telah membangun salah satu skuad terbaik di Eropa, dan satu-satunya noda pada buku salinannya adalah kegagalannya memenangkan Liga Champions, meskipun Juve di tangannya sempat finis sebagai runner-up dua kali, sebelum dipecundangi Barcelona (2015) dan Real Madrid (2017).

Masalah dengan manajer yang mengambil alih Chelsea adalah mereka harus bekerja dengan apa yang sudah ada di sana karena larangan transfer mereka. Allegri mungkin ingin membawa pemain yang sesuai dengan gayanya ke Chelsea jika dia jadi manajer di klub ini, dan dia mungkin merasa sekarang bukan waktu terbaik untuknya.

Sumber: Sportskeeda

Lanjutkan Membaca ↓