Raheem Sterling Bisa Melewati Pencapaian Lionel Messi jika Bisa Melakukan 3 Hal Ini

Oleh Ario Yosia pada 16 Agu 2019, 11:30 WIB
Raheem Sterling - Manchester City

Bola.com, Jakarta - Tujuh belas gol Liga Premier musim lalu, tiga dalam satu pertandingan pembuka musim ini. Raheem Sterling diprediksi bakal menjalani karier yang fantastis bersama Manchester City pada musim 2019-2020. Mungkinkah ia bisa sehebat Lionel Messi?

Penyerang sayap Manchester City musim 2018-2019 menjalani musim luar biasa. Ia dapat penghargaan prestius Football Writers' Association Player of the Year dan The PFA Young Player of the Year usai sukses membantu Man City menyapu gelar domestik, mulai dari Premier League, Piala Liga, hingga Piala FA.

Di sisi lain ia juga telah berkembang menjadi pemain kunci Gareth Southgate di Timnas Inggris. Pesepak bola berdarah Jamaika itu dipuji sebagai "pemain spesial" oleh manajer klubnya Pep Guardiola.

Di usia 24 tahun, ia diprediksi bakal meraih banyak hal. Kariernya masih amat panjang.

Raheem Sterling mulai dibandingkan dengan Lionel Messi, pemenang lima gelar Ballon d'Or dan penyerang tajam dengan lesakan minimal 30 gol per musim, yang notabene anak didik Pep Guardiola di Barcelona.

Bisa saja Raheem sesukses Messi, tapi dengan catatan...

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini

2 of 5

Percaya Penuh pada Pep Guardiola

Manchester City, Huddersfield Town, Piala FA
Pep Guardiola (kanan) memberikan selamat kepada Raheem Sterling usai laga melawan Huddersfield Town pada Piala FA putaran kelima di Stadion Etihad, Manchester, Rabu, (1/3/2017). Man.City menang 5-1. (AP/Dave Thompson).

Ketika Manchester City mengontrak Sterling dari Liverpool pada 2015 dengan harga 49 juta pounds. Oa menjadi pemain Inggris paling mahal saat itu.

Tag harga itu buat bocah berusia 20 tahun amat memberatkan. Banyak orang berharap Sterling bisa menunjukkan kepantasan sebagai seorang wonderkid. Dan di awal-awal kedatangan terlihat kalau sang pemain kesulitan memenuhi ekspektasi tersebut.

Satu orang yang tidak pernah meragukannya adalah manajer City, Pep Guardiola.

Pada musim panas 2016 ketika Sterling usai menjalani Piala Eropa Eropa yang sulit, di mana ia diganti pada babak pertama saat Timnas Inggris melawan Wales karena bermain amat buruk, sebuah pesan singkat muncul di teleponnya.

Bunyinya: "Jangan khawatir, saya tahu kamu pemain yang bagus. Selama kamu bekerja untuk saya, saya akan berjuang untukmu."

Pesan itu dari manajer klub barunya, yang telah mengidentifikasi Sterling sebagai pemain dengan potensi untuk menjadi salah satu yang terbaik di dunia.

Ada tanda-tanda bahwa Guardiola percaya dia dapat membuka potensi kelas dunia dengan cara yang sama seperti yang dia lakukan ke Messi.

Hanya dalam musim keduanya bekerja dengan Guardiola, Sterling mencetak 23 gol,  lebih dari dua kali lipat apa yang telah ia koleksi di enam musim sebelumnya.

3 of 5

Menjaga Etos Kerja Keras

Manchester City Vs West Ham
Gelandang Manchester City, Raheem Sterling, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang West Ham pada laga Premier League di Stadion London, London, Sabtu (10/8). West Ham kalah 0-5 dari City. (AFP/Ian Kington)

Pep Guardiola menempatkan Lionel Messi penyerang. Hal yang awalnya dinilai aneh karena sang pemain bertubuh pendek dan mungil, jauh dari kebanyakan pemain yang bermain di posisi itu. Namun, ternyata keputusan Guardiola merubah posisi Messi dari seorang winger terbukti mendongkrak kinerja sang anak-asuh.

Hal sama dilakukan Pep ke Sterling di awal kedatangannya. Hasilnya di lima laga pra musim selalu menyumbang gol.

"Dengan manajer model seperti Pep, tidak akan ada istirahat untuknya," ujar Ian Wright, eks striker Arsenal yang kini jadi pundit ternama seperti dikutip dari BBC.

"Dia telah bekerja sangat keras dan kepercayaan diri mengalir karena apa yang telah dia lakukan dalam sesi latihan.

"Dia sekarang akan kecewa dengan mencetak tiga gol dan kehilangan satu karena itu yang dia maksud sekarang, ini semua tentang mendapatkan angka."

Pernyataan Ian Wright sarat makna. Maksud dari perkataannya, adalah bahwa Raheem Sterling harus banyak berkorban di bawah didikan Pep Guardiola. Ia harus menjaga etos kerja keras.

Pep dikenal sebagai pelatih yang tidak suka ke pemain yang susah diatur. Tak mudah bermain untuk dirinya. Hingga saat ini Raheem Sterling terlihat bisa nyetel dengan kemampuan mentornya. Hal itu bagus dan harus terus dipertahankan.

4 of 5

Menjaga Mentalitas Tahan Banting

Manchester City Vs West Ham
Gelandang Manchester City, Raheem Sterling, menyapa suporter usai mengalahkan West Ham pada laga Premier League di Stadion London, London, Sabtu (10/8). West Ham kalah 0-5 dari City. (AFP/Ian Kington)

Satu hal nyata yang dilakukan Pep Guardiola terhadap Raheem Sterling adalah soal mentalitas.

Sang penyerang terlihat tahan banting terhadap kritikan. Ia terlihat tetap bisa fokus pada permainanya sekalipun dihajar media dari berbagai arah.

Gelandang West Ham, Jack Wilshere, rekan setim di Timnas Inggris memuji mentalitas kompatriotnya.

"Saya pikir permainannya amat brilian pada saat menghadapi kami. Dan dia juga brilian tahun lalu," kata Wilshere.

"Ini menunjukkan karakter kuat seperti apa yang ia tunjukkan saat debut Piala Dunia 2014. Raheem menjadi salah satu pemain terbaik di liga tahun lalu. Dia memulai dengan baik musim ini. Dia adalah mimpi buruk untuk dilawan," timpal mantan pemain Arsenal tersebut.

Dengan kata lain, Raheem Sterling bakal jadi pemain besar layaknya Lionel Messi jika ia terus bisa menjaga mentalitas sebagai pemenang dan juga mentalitas haus prestasi.

Sumber: BBC

 

 

5 of 5

Nikmati video jadwal pekan ke-2 Premier League di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓