Roy Keane Masih Sakit Hati dengan Sir Alex Ferguson

Oleh Luthfie Febrianto pada 05 Sep 2019, 23:00 WIB
5 Pemain Top yang Tidak Sukses Sebagai Pelatih, Roy Keane

London - Eks kapten Manchester United, Roy Keane, mengaku tak akan pernah memaafkan mantan manajernya, Sir Alex Ferguson (77). Keane juga menampik anggapan Ferguson selalu mengutamakan MU saat masih menjadi manajer.

"Saya tak akan memaafkan Ferguson. Pelintiran media, soal bagaimana saya mengecewakan semuanya. Itu semua omong kosong," ujar Keane seperti dilansir dari Sportskeeda.

"Saya tak peduli apakah itu Ferguson atau Paus, Anda harus mempertahankan diri Anda sendiri," kata Keane menambahkan.

Keane sejatinya merupakan salah satu kapten tersukses MU. Pria asal Irlandia ini meraih 17 trofi selama berkostum Setan Merah dari 1993-2005.

Namun hubungannya dengan Ferguson memburuk usai MU kalah 1-4 dari Middlesbrough pada musim 2005. Ketika itu, Keane mengkritik keras penampilan para pemain muda Manchester United yang dianggapnya tak sesuai standar.

Roy Keane lalu hengkang dari Manchester United atas persetujuan bersama dan berlabuh ke klub Skotlandia, Glasgow Celtic hingga 2006.

 

 

2 of 3

Tak Utamakan MU

Sir Alex Ferguson
Mantan pelatih MU, Sir Alex Ferguson (AFP/Paul Ellis)

Lebih lanjut, Keane tak ketinggalan menyindir Ferguson soal kebijakannya di MU. Menurut Keane, Ferguson tak selalu mengutamakan MU saat masih menjadi manajer.

"Orang-orang berbicara soal manajemen Ferguson. Omong kosong. Orang-orang bilang dia selalu mengutamakan MU di hatinya. Darren Ferguson (anak Ferguson), punya medali. Dia sangat beruntung," kata Keane.

Darren Ferguson adalah anak Sir Alex Ferguson dan pernah bermain di MU pada 1990-94. Sayangnya, ia hanya tampil 27 kali tanpa pernah mencetak satu pun gol.

Sumber asli: Sportskeeda

Disadur oleh: Liputan6.com, penulis Luthfie Febrianto, editor Edu Krisnadefa, published 5/9/2019

3 of 3

Statistik Keane Saat Berkostum MU

1993/94 - 2005/06: 480 main, 51 gol

Trofi

Liga Inggris: 7

Piala FA: 4

Community Shield: 4

Liga Champions: 1

Piala Interkontinental: 1

Lanjutkan Membaca ↓