Membedah Superioritas Liverpool dan Berubahnya Peta Persaingan Premier League

Oleh Defri Saefullah pada 08 Okt 2019, 10:30 WIB
Liverpool Vs Leicester

Jakarta - Persaingan di Liga Inggris masih sulit diteropong meski Liverpool sedang menjalani start mulus. Delapan laga yang sudah dilakoni, Liverpool berhasil membabat semuanya dengan torehan tiga angka.

Teranyar, Liverpool berhasil kalahkan Leicester City 2-1. Dua gol Liverpool dicetak Sadio Mane dan gol penalti dari James Milner.

Liverpool di atas angin, dewa keberuntungan selalu menaungi mereka. Satu pekan sebelumnya, gol tunggal Giorginio Wijnaldum menjadi penyelamat tiga angka Liverpool. Gol ke gawang Sheffield United itu berbau keberuntungan.

Setelah 70 menit menahan Liverpool 0-0, kiper Sheffield United Dean Henderson melakukan kesalahan karena tak sempurna menangkap bola tembakan dari Wijnaldum. Begitulah cerita Liverpool musim ini.

Banyak pemain yang bisa keluar sebagai pahlawan untuk The Reds. Tidak melulu harus trio Sadio Mane, Mohamed Salah dan Roberto Firmino, tapi juga pemain lain seperti Virgil Van Dijk, Joel Matip atau Alexander Arnold. Inilah yang membuat Liverpool menjadi tim komplet.

Cara untuk menang pun beragam. Liverpool bisa memenangkannya dengan skor telak seperti saat kalahkan Norwich City di awal musim. Atau hanya menang dengan skor tipis seperti lawan Sheffield United.

Liverpool tak cemburu saat rival utama mereka, Manchester City menang 8-0 atas Watford. Atau hajar West Ham United 5-0 di laga pertama mereka. Liverpool tak terpengaruh. Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp menegaskan timnya selalu fokus untuk menang dan tidak melihat skor dari tim lain.

"Menang atau tidak sama sekali. Begitu perjuangan Liverpool musim ini," kata Klopp seperti dikutip Mirror.

"Ini nyata. Begitulah hidup kami. Kemarin, saya melihat laga Middlesbrough lawan Birmingham di championship. Mereka seperti memainkan laga terakhir mereka, menang atau kalah sekalian."

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp 5 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com di tautan ini.

2 of 3

Manchester City atau Klub Lain?

Manchester City Vs Wolverhampton Wanderers
Manchester City kalah 0-2 dari Wolverhampton Wanderers pada laga pekan kedelapan Premier League, di Stadion Etihad, Minggu (6/10/2019). (AFP/Lindsey Parnaby)

Saat ini Manchester City menjadi rival terdekat Liverpool di persaingan juara Liga Inggris. Meski begitu, ada juga beberapa tim yang memperlihatkan geliat untuk setidaknya menjadi lawan Liverpool musim ini.

City tertinggal 8 poin dari Liverpool. Di bawah City, masih ada Arsenal, Leicester City dan Chelsea yang juga berburu poin.

Manajer Manchester City, Josep Guardiola hanya tersenyum saat ditanya peluang timnya kembali menjadi juara. City mengincar hattrick juara Liga Inggris, tapi musim ini sepertinya itu sulit dilakukan meski bukan mustahil.

Guardiola ogah pesimistis usai kekalahan 0-2 dari Wolverhampton Wanderers (Wolves) pada pekan kedelapan Liga Inggris, Minggu (6/10/2019). Kekalahan ini membuat City tertinggal 8 poin dari Liverpool.

Dia mengakui jarak dengan Liverpool cukup jauh. Fakta memperlihatkan, ini menjadi jarak terjauh antara posisi satu dan dua setelah 8 laga. Jarak seperti ini sebelumnya ditorehkan Chelsea pada 2014 yang pada akhirnya jadi juara.

"Saya tahu pemain saya. Banyak dari mereka yang tahu bagaimana raih juara dan mereka masih bisa lakukan itu," kata Guardiola seperti dikutip BBC.

Kekalahan lawan Wolves menjadi start terburuk City sejak musim 2013-2014. Saat itu, City pada akhirnya berhasil juara.Di sisi lain, Liverpool jaga rekor 100 persen kemenangan. Kemenangan Liverpool lawan Leicester City ditentukan James Milner.

"Saya tahu jaraknya cukup besar, saya tahu itu. Dilihat dari manapun, Liverpool tidak buang poin. Lebih baik tak pikirkan klub yang unggul 8 poin, ini masih Oktober. Masih banyak pertandingan," ujarnya.

Musim lalu, City berjarak 7 poin dari Liverpool setelah 20 laga. Namun saat itu, mereka masih berlaga satu kali lagi.

3 of 3

Konsisten

Liverpool Vs Leicester
Gelandang Liverpool, James Milner, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Leicester pada laga Premier League di Stadion Anfield, Liverpool, Sabtu (5/10). Liverpool menang 2-1 atas Leicester. (AFP/Paul Ellis)

Liverpool sedang menapak asa untuk menjadi juara setelah "puasa" gelar selama 30 tahun. Musim lalu, mereka nyaris menuntaskan misi tapi gagal di pekan-pekan terakhir.

Kunci Liverpool untuk menyegel gelar bisa juga dengan mengalahkan rival-rival terdekat mereka. Pada bulan ini dan November, ujian itu harus dijalani Liverpool dengan baik.

Beberapa lawan berat mereka sudah menanti seperti Manchester United, Arsenal dan juga tentunya Manchester City. Meski mengalahkan ketiga klub ini belum jaminan jadi juara, tapi ini sudah menjadi sinyal Liverpool sulit dikalahkan.

Selain itu, manajer Leicester City Brendan Roders juga menilai Liverpool punya kartu as yang bisa diandalkan dalam skuat mereka. Selain memiliki trio lini serang yang mumpuni, The Reds punya pemain berpengalaman yang bisa ubah keadaan.

"Pemain seperti James Milner dan Jordan Henderson, mereka pemain-pemain hebat. Mereka jadi kunci dari seluruh roh permainan Liverpool," kata Rodgers.

 

Sumber asli: Mirror

Disadur dari: Liputan6.com (Defri Saefullah/Achmad Yani, Published 07/10/2019)

Lanjutkan Membaca ↓