Ini Alasan Jurgen Klopp Tolak Tawaran dari Manchester United

Oleh Rizki Hidayat pada 14 Okt 2019, 19:15 WIB
Manajer Liverpool, Jurgen Klopp.

Bola.com, Liverpool - Jurgen Klopp pernah menolak tawaran menangani Manchester United, sebelum menerima pinangan dari Liverpool. Klopp tak tertarik menangani MU, karena manajemen klub hanya terobsesi dengan sisi komersial.

Ketika Sir Alex Ferguson memutuskan pensiun pada musim panas 2013, The Red Devils mencari sosok pengganti yang ideal. Jurgen Klopp menjadi satu di antara kandidat favorit untuk duduk di kursi manajer Manchester United.

Klopp dianggap mampu menjaga nama besar Tim Setan Merah jika nantinya ditinggal Ferguson. Apalagi, pelatih asal Jerman itu memiliki prestasi gemilang bersama Borussia Dortmund.

Dia berhasil membawa Die Borussen memenangi dua titel Bundesliga, satu trofi DFB Pokal, dua gelar DFL-Supercup, dan lolos ke final Liga Champions pada musim 2012-2013.

Sempat didekati petinggi Manchester United, Jurgen Klopp memutuskan untuk menolak tawaran yang diajukan kepadanya. Pria berusia 52 tahun tersebut memilih untuk melanjutkan kariernya bersama Liverpool pada 8 Oktober 2015.

 

2 of 2

Wawancara dengan Robbie Fowler

Manchester United, Premier League, Liverpool
Pelatih Liverpool, Juergen Klopp, tampak kecewa saat pertandingan melawan Manchester United pada laga Premier League di Stadion Anfield, Sabtu (14/10/2017). Liverpool bermain imbang 0-0 dengan Manchester United. (AP/Rui Vieira)

Hal tersebut diutarakan Jurgen Klopp ketika melakukan wawancara dengan mantan penyerang The Reds, Robbie Fowler.

"Saya melakukan wawancara dengannya beberapa tahun lalu, dan dia mengatakan kepada saya telah menolak beberapa klub super kaya setelah (Borussia) Dortmund," tulis Fowler dalam kolomnya di Mirror.

"Satu di antaranya pasti Manchester United, yang lain mungkin Real Madrid, karena dia benci bagaimana kedua klub itu hanya berfokus pada pengaruh komersial," lanjutnya.

"Dia mengatakan dia menyukai Liverpool, karena mereka memiliki keseimbangan antara uang yang dibutuhkan untuk mencapai puncak dan sejarah serta identitas klub dan suporter mereka," papar Robbie Fowler.

Sumber: Mirror

Lanjutkan Membaca ↓