Legenda Liverpool Meminta Maaf ke Patrice Evra

Oleh Aditya Wicaksono pada 22 Okt 2019, 17:45 WIB
img_evra-suarez-2.jpg

Bola.com, Jakarta - Mantan pemain Liverpool, Jamie Carragher, meminta maaf kepada Patrice Evra atas kejadian yang melibatkan Luis Suarez. Carragher mengatakan kalau Liverpool telah melakukan tindakan yang salah dengan mendukung Luis Suarez.

Pada 2011, Luis Suarez dan Patrice Evra bertikai. Saat itu, Evra mengutuk Suarez yang memanggilnya dengan sebutan berbau rasialis.

FA memberikan hukuman yang tegas kepada Suarez. Ia dijatuhi larangan bertanding untuk delapan pertandingan.

Saat itu, skuat Liverpool menunjukkan aksi Solidaritas dengan menggunakan kaus bergambar Suarez. Namun, Carragher akhirnya mengakui kalau hal itu adalah tindakan yang salah.

"Kami membuat kesalahan pada saat itu. Sangat aneh karena kami benar-benar tak paham kondisinya," ujar Carragher.

"Saya tak bisa mengatakan kalau saya bukan bagian dari aksi tersebut. Saya akui sebagai klub, kami telah membuat kesalahan dan saya adalah wakil kapten pada saat itu."

"Saya tak yakin siapa yang berinisiatif melakukan aksi tersebut. Kenny Dalglish tak tahu menahu tentang hal tersebut."

"Saya rasa, aksi itu dilakukan oleh para pemain yang dekat dengan Luis Suarez. Mereka merasa kalau sikap tersebut adalah bentuk solidaritas."

"Semua orang di Liverpool tak paham kalau hal tersebut adalah hal yang salah, satu hal yang kami ketahui adalah kami tetap membela rekan kami walaupun hal tersebut salah," ungkap Carragher.

Saat ini, Premier League dan juga seluruh kompetisi sepak bola di dunia gencar memerangi aksi rasialis dalam pertandingan sepak bola. Rivalitas antara Liverpool dan Manchester United adalah rivalitas terpanas di sepak bola Inggris, namun dua klub tersebut siap berkomitmen untuk memerangi aksi rasialis di Premier League.

2 of 2

Tanggapan dari Patrice Evra

img_mu_liv-140212.jpg
Patrice Evran dan Luis Suarez. (dok. Manchester United)

Patrice Evra menanggapi komentar Jamie Carragher terkait peristiwanya dengan Luis Suarez. Menurutnya, ia sangat bingung dengan aksi pemain Liverpool pada saat itu.

"Ketika saya melihat para pemain Liverpool, saya berpikir kalau aksi mereka sangat konyol. Mereka seakan mendukung kesalahan yang dilakukan Luis Suarez," ujar Evra.

"Mereka tak sadar telah membuat Liverpool berada dalam posisi yang tidak menyenangkan pada saat itu."

"Saya akan mengerti jika mereka memberi dukungan sebelum sanksi dijatuhkan. Namun, mereka melakukan aksi setelah saksi dijatuhkan dan Luis Suarez sudah dipastikan bersalah karena aksi rasialis," ungkap Evra.

Sumber: Liverpool Echo

Lanjutkan Membaca ↓