Granit Xhaka dan 4 Kapten Bermasalah di Arsenal

Oleh Hanif Sri Yulianto pada 29 Okt 2019, 11:20 WIB
Diperbarui 29 Okt 2019, 11:20 WIB
Arsenal, Pemain Termahal
Kapten Arsenal, Granit Xhaka. (AFP/IKIMAGES /Ian Kington)

Bola.com, Jakarta - Kapten Arsenal, Granit Xhaka, menyedot perhatian publik saat timnya bermain 2-2 melawan Crystal Palace di Emirates Stadium, Senin (28/10/2019). Pemain berpaspor Swiss itu terlihat bersitegang dengan fans The Gunners.

Sepanjang pertandingan Xhaka mendapat cemoohan dari penggemar Arsenal. Puncaknya Xhaka ditarik keluar pada menit ke-60.

Skor pertandingan 2-2 saat Xhaka ditarik keluar. Namun, sang pemain justru berjalan pelan menuju bench pemain.

Tak tahan dengan cemoohan fans Arsenal, Xhaka murka. Ia menempelkan tanganya ke telinga seolah memberi isyarat ingin terus diteriaki.

Setelah keluar, Xhaka langsung menuju ruang ganti dan melepas jersey di depan fans. Tindakan tersebut jelas sangat disayangkan. Legenda Arsenal, Ian Wright, menyebut itu bukan perilaku seorang kapten.

Ternyata Xhaka bukan kapten pertama Arsenal yang bermasalah dengan fans. Bola.com merangkum empat kapten Arsenal sebelum Granit Xhaka yang bermasalah dengan fans. 

2 dari 5 halaman

1. Laurent Koscielny (2018-2019)

FOTO: 8 Pesepak Bola Bintang yang Mangkir dari Latihan Pramusim
Laurent Koscielny (Arsenal). (Photo by Paul ELLIS / AFP)

Laurent Koscielny mengemban ban kapten Arsenal pada 2018-2019. Namun, ia membuat masalah dengan fans saat pramusim.

Koscielny menolak ikut tur pramusim Arsenal ke Amerika Serikat. Ia memaksa pindah ke Bordeaux .

Saat video perkenalan di Bordeaux, pemain berpaspor Prancis membuat kontroversi dengan melepas jersey Arsenal dan menunjukkan jersey tim barunya. Video tersebut ditafsirkan fans sebagai hinaan bagi Arsenal.

 

3 dari 5 halaman

2. Robin van Persie (2011-2012)

Robin Van Persie
Robin Van Persie bermain di Arsenal pada tahun 2004-2012. Selama 8 tahun, Van Persie bermain dalam 279 partai dan mencetak 132 gol. (AFP/Ian Kington)

Robin van Persie menjabat sebagai kapten Arsenal pada 2011-2012. Musim tersebut ia tampil heroik dengan memenangkan sepatu emas Premier League dengan 37 gol.

Namun, itu juga menjadi musim terakhir Van Persie bagi Arsenal. Puasa gelar di Premier League membuat Van Persie hengkang.

Robin van Persie akhirnya menyebrang ke Manchester United pada musim panas 2012. Keputusan ini membuat fans sakit hati karena sang kapten menyeberang ke klub yang menjadi salah satu rival terberat Arsenal.

 

4 dari 5 halaman

3. Cesc Fabregas (2008-2011)

cesc fabregas
Cesc Fabregas. (AFP/Carl de Souza)

Cesc Fabregas menjabat ban kapten Arsenal saat berusia 21 tahun. Ia menggantikan William Gallas.

Selama tiga musim menjadi kapten, ia berhasil mengangkat performa tim. Namun, Fabregas bermasalah dengan fans.

Fans menyoroti keputusan Fabregas menonton balapan Formula 1 di Spanyol daripada menyaksikan tim melawan Fulham pada partai terakhir Premier League 2010-2011. Pada 15 Agustus 2011, Fabregas resmi hengkang ke Barcelona.

Rasa sakit hati fans Arsenal semakin dalam setelah Fabregas pergi dari Barcelona pada musim panas 2014. Bukan kembali ke Arsenal, pemain berpaspor Spanyol justru menyeberang ke Chelsea, rival sesama tim London.

 

5 dari 5 halaman

4. William Gallas (2007-2008)

William Gallas
William Gallas. (Giant Bomb)

William Gallas menjadi kapten baru Arsenal pada musim 2007-2008. Padahal ia bergabung dengan The Gunners kurang dari setahun.

Setelah diangkat menjadi kapten, William Gallas mengaku tak bahagia dengan kebijakan-kebijakan manajemen. Namun, pencopotan ban kapten William Gallas bermula setelah pertandingan melawan Birmingham City pada Premier League 2008-2009.

Ia menunjukkan sikap tidak terpuji setelah Arsenal menerima hukuman penalti. Ia meninggalkan tim dengan berlari ke tengah lapangan dan menendang papan iklan sembari marah-marah.

Lanjutkan Membaca ↓
Starting XI Pemain U-21 Paling Berharga di Liga Inggris 2020-2021