Penyesalan Besar Sir Alex Ferguson saat Melatih Manchester United

Oleh Hanif Sri Yulianto pada 07 Nov 2019, 17:00 WIB
Diperbarui 09 Nov 2019, 16:16 WIB
Sir Alex Ferguson

Bola.com, Manchester - Sir Alex Ferguson merupakan manajer tersukses Manchester United. Ia mengasuh The Red Devils selama 27 tahun dari 1986 sampai 2013.

Selama periode tersebut, Ferguson berhasil membawa Manchester United meraih 13 gelar Premier League, dua trofi Liga Champions, 5 Piala FA, dan 4 Piala Liga Inggris.

Selain prestasi klub, Ferguson juga berhasil mengorbitkan sederet pemain bintang, mulai Roy Keane, Ryan Giggs, Ole Gunnar Solskjaer, David Bechkam hingga Cristiano Ronaldo. Dua nama terakhir meninggalkan Manchester United saat berada dalam puncak kejayaan.

Bechkam dan Ronaldo kemudian hijrah ke Real Madrid dengan benderol transfer yang besar. Fergie juga jeli dalam memburu pemain incaran.

Kapten Arsenal, Robin van Persie, berhasil ia bujuk untuk membelot memperkuat timnya dengan menjanjikan trofi Premier League. Ucapan Ferguson manjur, Van Persie tampil garang dan menjadi top scorer Premier League 2012-2013 sekaligus meraih trofi yang ia impikan.

Namun, Ferguson memiliki sedikit penyesalan saat masih mengasuh Manchester United. Bola.com memberikan sedikit gambaran perbuatan apa yang membuat Ferguson menyesal.

2 of 2

Tidak Menyertakan Park Ji-sung dan Dimitar Berbatov pada Final Liga Champions

Park Ji-Sung (© AFP 2009)
Park Ji-sung (AFP Photo/Andrew Yates).

Dalam wawancara dengan MUTV dikutip Sportbible, Kamis (7/11/2019), Ferguson merasa bersalah meninggalkan Park Ji-sung pada final Liga Champions 2008. Ia juga menyesal melakukan keputusan yang sama pada Dimitar Berbatov pada final Liga Champions 2011.

"Memenangkan Liga Champions itu fantastis. Itu membutuhkan pasukan yang bagus dan kuat," kata Ferguson.

"Saya menyesal sampai hari ini, Park Ji-sung tidak saya bawa ke final 2008. Dia telah memainkan peran yang sangat hebat dan itulah masalahnya ketika anda mencapai final," imbuhnya.

"Di Wembley (2011) saya melakukan keputusan yang sama untuk Dimitar Berbatov dan dia seperti tidak menerima keputasan itu. Dia tidak pantas mendapat keputusan ini. Tidak ada pemain yang pantas ditinggalkan di final," tutur Ferguson.

Lanjutkan Membaca ↓
Cerita Lari 250 KM untuk Anak-Anak Aceh