Banding Dikabulkan CAS, Chelsea Boleh Belanja Pemain Baru pada Bursa Transfer Januari 2020

Oleh Ario Yosia pada 06 Des 2019, 18:41 WIB
Diperbarui 08 Des 2019, 09:16 WIB
Penyerang Chelsea, Tammy Abraham.

Bola.com, London - Kabar baik didapat Frank Lampard. Chelsea dapat merekrut pemain pada bulan Januari 2020 setelah larangan transfer FIFA mereka dikurangi setelah naik banding ke Pengadilan Arbitrase untuk Olahraga.

Sebelumnya pada bulan Februari lalu, Chelsea diganjar larangan belanja pemain baru di dua jendela oleh FIFA karena tersandung kasus melanggar aturan main merekrut pemain muda.

CAS mengabulkan banding Chelsea. Mereka juga mengurangi denda bagi klub London dari 600 ribu menjadi 300 ribu franc Swiss (230 ribu poundsterling).

Chelsea dijatuhi larangan transfer setelah 150 pelanggaran aturan yang melibatkan 69 pemain akademi selama beberapa musim, menurut penilaian yang diterbitkan oleh FIFA.

CAS menemukan bahwa The Blues "memang melanggar" aturan "terkait dengan transfer internasional anak di bawah umur" dan "ke pendaftaran pertama anak di bawah umur" tetapi "untuk jumlah pemain yang jauh lebih kecil" sebesar "sekitar sepertiga dari pelanggaran yang ditemukan oleh FIFA ".

Dalam putusannya CAS menambahkan: "Selain itu, ada pelanggaran aturan RSTP lainnya (Peraturan tentang Status dan Transfer Pemain) ditemukan namun tak serius seperti yang dituduhkan FIFA."

2 dari 3 halaman

Hanya Jalani Trial Tidak Dikontrak

Manajer Chelsea, Frank Lampard.
Manajer Chelsea, Frank Lampard. (AFP/Javier Soriano)

 Rincian kasus yang baru-baru ini dipublikasikan di situs web resmi FIFA menunjukkan bahwa Chelsea mengklaim banyak pemain akademi hanya menjalani trial saja. Mereka tidak bermain dalam pertandingan resmi yang terorganisir.

Dengan kata lain The Blues membela diri, bahwa banyak pemain muda yang singgah ke klub mereka namun tak mendapat kontrak permanen.

Chelsea mengajukan banding kepada CAS terhadap hukuman FIFA, yang juga didorong oleh investigasi transfer pemain asing U-18 ke ke klub-klub Premier League.

FIFA melarang transfer anak berusia di bawah 18 tahun ke berbagai negara kecuali jika langkah tersebut memenuhi kriteria yang ketat, seperti orang tua yang pindah ke negara itu karena alasan non-sepakbola.

Peraturan tersebut diperkenalkan untuk membantu melindungi anak-anak dari eksploitasi dan perdagangan dengan mengatasnamakan sepak bola.

Sumber: BBC

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓
5 Pemain Muda Berbakat Minim Sorotan Di Premier League