3 Penyebab Jose Mourinho Kesulitan Bawa Tottenham Hotspur Kembali Impresif

Oleh Hanif Sri Yulianto pada 16 Jan 2020, 18:40 WIB
Diperbarui 16 Jan 2020, 19:20 WIB
Tottenham Hotspur Vs Chelsea

Bola.com, Jakarta - Jose Mourinho sudah dua bulan menukangi Tottenham Hotspur. Dari 14 pertandingan di semua kompetisi, The Spesial One membukukan 7 kemenangan, dua imbang dan lima kali kalah.

Spurs menempati urutan kedelapan klasemen sementara Premier League 2019-2020. Meski telah melangkah lebih bagus daripada Mauricio Pochettino, performa tim asuhan Jose Mourinho tersebut masih angin-anginan.

Kekalahan dari Chelsea di kandang sendiri pada 22 Desember 2019 menjadi awal dari rentetan laju buruk Spurs. Mereka hanya meraih dua kemenangan dari enam pertandingan terakhir.

Jose Mourinho juga mengatakan pekerjaan di Tottenham Hotspur adalah tantangan terberat sebagai manajer sejak membesut FC Porto 18 tahun lalu.

"Dengar, jika Anda ingin tahu apa yang ingin saya lakukan di sini, lihat pertandingan pertama saya melawan West Ham. Ide strategi yang saya coba kembangkan untuk tim. Bermain dengan sistem bertahan empat pemain dan mengandalkan tiga pemain bertahan saat menyerang. Permainan overload yang coba saya kembangkan," kata Jose Mourinho dikutip The Sun.

"Tapi saya mendapatkan kesialan pada hari pertama, Ben Davies, cedera. Ia adalah pemain ideal di sisi pertahanan kiri untuk mengembangkan ide yang saya usung. Saya pikir semuanya dimulai dengan Hugo Lloris. Anda kehilangan kiper utama begitu lama dan kemudian dalam kasus yang saya alami, tim kehilangan Ben ketika mencoba mengembangkan sebuah ide untuk membuat tim berkembang." imbuhnya.

Berikut ini tiga alasan Jose Mourinho kesulitan mengangkat performa Tottenham Hotspur kembali impresif seperti dilansir dari Sportskeeda, Kamis (16/1/2020).

2 of 4

1. Susah Menahan Pemain Bintang Bertahan

Inter Milan vs Tottenham Hotspur
Gelandang Tottenham Hotspur, Christian Eriksen saat menghadiri sesi pelatihan di stadion San Siro di Milan, Italia (17/9). (AFP Photo/Miguel Medina)

Tottenham Hotspur merupakan satu-satunya tim Big Six yang pelit dalam urusan menggaji pemain. Kebijakan itu sempat mendapat pujian banyak orang ketika Spurs tampil impresif.

Namun, kebijakan tersebut menjadi bom waktu yang bisa meledak di kemudian hari. Beberapa pemain kunci seperti, Christian Eriksen, Jan Vertonghen, Toby Alderweireld, dan Danny Rose terlihat kecewa dengan kebijakan tersebut.

Kieran Trippier telah pergi ke Atletico Madrid pada musim panas 2019 karena masalah tersebut.

3 of 4

2. Perbedaan Filosofi Permainan

Ekspresi Kecewa Jose Mourinho Usai Dibantai Tottenham
Pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho. (AFP Photo/Oli Scarff)

Jose Mourinho dan Maurincio Pochettino memiliki perbedaan filosofi permainan yang mendasar. Mou terkenal dengan sepak bola pragmatis dan cenderung bertahan, sementara Pochettino bermain lebih menyerang dengan tampil mendominasi.

Mourinho jelas dibuat pusing karena pemain warisan Pochettino cenderung lebih bermain menyerang. The Spesial One juga belum mendapatkan formasi yang paten untuk tim.

4 of 4

3. Kedalaman Skuat yang Kurang

West Ham Vs Tottenham
Pelatih Tottenham, Jose Mourinho, memberikan instruksi kepada Christian Eriksen saat melawan West Ham pada laga Premier League di Stadion London, London, Sabtu (23/11). West Ham kalah 2-3 dari Tottenham. (AFP/Adrian Dennis)

Tottenham Hotspur juga memiliki kedalaman skuat yang sangat jomplang. Mou kesulitan membuat alternatif permainan jika dalam kondisi buntu.

Kondisi tersebut diperparah dengan beberapa pemain mengalami cedera. Masalah tersebut membuat The Spesial One perlu memutar otak lebih keras daripada biasanya.

Sumber: Sportkeeda

Lanjutkan Membaca ↓
Pemain Newcastle Jawab Pertanyaan Nyeleneh Soal Buang Mayat