5 Pemain Ini Malah Kariernya Gemilang setelah Tinggalkan Arsenal

Oleh Hanif Sri Yulianto pada 28 Feb 2020, 14:35 WIB
Diperbarui 28 Feb 2020, 14:35 WIB
Olympiakos Depak Arsenal dari Liga Europa
Pemain Arsenal tertenduk lesu usai pertandingan melawan Olympiakos pada leg kedua babak 32 besar Liga Europa di stadion Emirates, London, Kamis (27/2/2020). Olympiakos menang 2-1 dan lolos dengan unggul agregat gol tandang 2-2. (AP Photo/Frank Augstein)

Bola.com, Jakarta - Penggemar Arsenal kerap mengalami patih hari selama bertahun-tahun. Mereka telah kehilangan manajer terbaik, harus melepas beberapa pemain penting, dan kering prestasi di Premier League maupun Eropa.

Terakhir kali Arsenal mencicipi gelar Premier pada musim 2003-2004. Itu berarti sudah 16 tahun tim Meriam London puasa gelar liga.

The Gunners juga menjadi satu-satu tim big four yang belum menjuarai Liga Champions. Prestasi terbaik Arsenal di kompetisi paling elite Eropa itu adalah menembus final pada musim 2005-2005. Langkah mereka meraih Si Kuping Besar dikandaskan oleh Barcelona.

Kegagalan-kegagalan dalam memenangkan trofi prestisius membuat Arsenal terpaksa merelakan beberapa pemain bintang pergi. Para pemain bintang tersebut hengkang dengan alasan ingin memenangkan trofi yang tidak bisa diraih di tim London Utara itu.

Berikut lima mantan pemain Arsenal yang memiliki karier cemerlang setelah meninggalkan Emirates Stadium dilansir dari Sportskeeda, Jumat (28/2/2020).

2 dari 6 halaman

1. Robin Van Persie

Top Scorer Premier League
Robin Van Persie (Arsenal dan Manchester United) - 98 Gol. (AFP/Adrian Dennis)

Setelah kepergian Thierry Henry, Arsenal sempat kehilangan sosok juru gedor utama. Pemain seperti Emmanuel Adebayor, Nikolas Bendtner, dan Marouane Chamakh, gagal menggantikan pemain berpaspor Prancis itu.

Masalah Arsenal akhirnya teratasi dengan kedatangan Robin Van Persie. Awalnya ia memiliki masalah dengan cedera, namun ketika pulih menjelma menjadi striker haus gol.

Musim 2010-2011 Van Persie tampil sebagai top scorer klub dengan 37 gol dari 48 pertandingan. Tapi raihan impresif itu tak dibarengi dengan gelar juara Premier League maupun Liga Champions yang singgah ke Emirates Stadium.

Van Persie akhirnya menerima pinangan Manchester United pada musim 2011-2012. Ia tampil sebagai juru gedor utama yang mengunci gelar Premier League. itu merupakan gelar yang sangat Van Persie idam-idamkan.

3 dari 6 halaman

2. Cecs Fabregas

cesc fabregas
Gelandang Chelsea asal Spanyol, Cesc Fabregas. (AFP/Pierre-Philippe Marcou)

Cecs Fabregas datang ke Arsenal pada usia 16 tahun. Pemain asal Spanyol tersebut dengan cepat berkembang dan menjadi kapten tim.

Namun, godaan klub masa kecil, Barcelona, tak bisa menahan Fabregas lebih lama di London Utara. Terlebih peluang meraih banyak trofi sangat terbuka jika bermain bersama El Barca. 

Keputusan Fabregas hijrah ke Barcelona menuai hasil satu gelar La Liga dan lima Copa Del Rey. Musim 2014, Fabregas kembali ke Premier League.

Namun, bukan kembali ke Arsenal. Fabregas malah bergabung dengan rival sekota, Chelsea. Bersama The Blues Fabregas berhasil meraih gelar Premier League yang diidamkannya.

4 dari 6 halaman

3. Ashley Cole

Skandal Seks
Ashley Cole. (AFP/Adrian Dennis)

Ashley Cole dicap sebagai penghianat oleh fans Arsenal karena menyeberang ke Chelsea. Mereka juga melabeli sang bek kiri sebagai pemain mata duitan.

Proses kepindahan Cole ke Stamford Bridge juga diwarnai kontroversi. The Blues dicap melakukan tindakan ilegal dalam mendekati pemain asal Inggris itu.

Setelah pindah ke Chelsea, Coleh berhasil memenangkan Liga Champions, Liga Europa, Premier League, Piala FA dan Piala Liga Inggris.

5 dari 6 halaman

4. Gael Clichy

Gael Clichy - Arsene Wenger
Gael Clichy ketika masih memperkuat Arsenal. (Sky Sports)

Gael Clichy tiba di Emirates Stadium sebagai suksesor Ashley Cole. Proses adaptasi Clichy di Arsenal sedikit terhambat karena faktor cedera.

Namun, perlahan-lahan ia menemukan performa terbaiknya. Ketika ia mulai tampil konsisten, ada tawaran dari Manchester City.

Klub asal kota Manchester itu datang dengan tawaran menarik yang tak bisa Clichy tolak. Ia pun kemudian pindah ke Etihad dan berhasil memenangkan dua gelar Premier League.

6 dari 6 halaman

5. Samir Nasri

img_ars_sun-050311.jpg
Kapten Arsenal Samir Nasri (kedua dari kiri) mendapat dikawal glandang Sunderland Kieran Richardson dalama lanjutan Liga Premier di Emirates Stadium, 5 Maret 2011. AFP PHOTO/ADRIAN DENNIS

Pada musim panas 2011, Arsene Wenger secara terbuka berkata Arsenal akan menjadi klub kecil jika menjual Samir Nasri dan Cesc Fabregas. Kata-kata Wenger terbukti karena kedua pindah dari Emirates secara bersamaan.

Jika Fabregas kembali ke klub masa kecil, Nasri lebih memilih hijrah ke Manchester City. Klub Biru Manchester itu sedang membangun tim kuat dengan mendatangkan pemain bintang.

Kehadiran Nasri di Etihad terbukti manjuar. Ia berhasil membawa The Citizen meraih dua gelar Premier League, Piala Liga Inggris dan Community Shield.

Sumber: Sportskeeda

Lanjutkan Membaca ↓
Profil Bintang Luis Suarez, Penyerang Barcelona yang Sukses Berkat Cinta Pertamanya