3 Alasan Dean Henderson Layak Gantikan David De Gea di Manchester United

Oleh Faozan Tri Nugroho pada 03 Mar 2020, 10:25 WIB
Diperbarui 03 Mar 2020, 10:25 WIB
Dean Henderson - Sheffield United - Manchester United
Kiper Sheffield United, Dean Henderson. (AFP/Paul Ellis)

Bola.com, Jakarta - Penampilan David De Gea menjadi sorotan saat Manchester United bermain 1-1 kontra Everton, Minggu (1/3/2020) minggu malam WIB di Goodison Park. 

Pada laga tersebut, De Gea melakukan blunder fatal yang berujung gol tim tuan rumah. Sejatinya, De Gea bermaksud menendang jauh bola ke depan dari kotak penalti.

Namun, bola tendangan De Gea justru mengenai kaki Calvert Lewin dan langsung meluncur masuk ke gawang Setan Merah. Alhasil, Everton unggul saat pertandingan baru berjalan tiga menit.

Beruntung, Bruno Fernandes berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-31. Gol Fernandes tersebut sangat penting karena menghindarkan Setan Merah dari kekalahan.

Di sisi lain, blunder yang dilakukan De Gea tersebut merupakan yang ketujuh sejak awal Premier League musim lalu. Kondisi buruk tersebut pastinya bisa membuat posisi David De Gea sebagai kiper utama Manchester United terancam.

Satu di antara mungkin bisa menggantikan posisi De Gea ialah Dean Henderson. Saat ini, penjaga gawang berusia 22 tahun itu sedang dipinjamkan ke klub Premier League, Sheffield United.

Ada beberapa alasan mengapa Dean layak menggantikan posisi David De Gea sebagai kiper utama Manchester United. Berikut ini Bola.com merangkumnya dari Sportskeeda, Selasa (3/3/2020).

2 dari 4 halaman

1. David De Gea Sudah Melewati Puncak Penampilan

Kiper Manchester United, David de Gea.
Kiper Manchester United, David de Gea, melakukan blunder saat timnya bermain 1-1 kontra Everton pada laga pekan ke-28 Premier League di Goodison Park, Minggu (1/3/2020). (AFP/Paul Ellis)

Performa David De Gea sejak Piala Dunia 2018 perlahan menurun. Hal tersebut berdampak pada penampilannya bersama Manchester United.

Pemain asal Spanyol itu masuk jajaran kiper yang sering melakukan blunder sejak musim 2013-2014. Total sudah 10 kesalahan fatal yang sudah dilakukan De Gea.

Jika De Gea tak kunjung memperbaiki penampilannya, mungkin Setan Merah sudah waktunya melepas sang pemain. Beberapa klub seperti Paris Saint Germain dan Juventus bisa dikatakan siap dalam hal finansial untuk menampung De Gea.

Setelah De Gea pergi, Manchester United tidak perlu pusing mencari penggantinya. Dean Henderson yang saat ini dipinjamkan bisa ditarik kembali pada musim panas mendatang.

3 dari 4 halaman

2. Usia Dean Henderson Bisa Menjadi Kiper Jangka Panjang

Manchester United Dean Henderson
Kiper Manchester United, Dean Henderson, mendapat kesempatan dari Jose Mourinho bergabung dengan tim senior. (manutd.com)

Satu di antara tantangan terbesar klub-klub Premier League ialah mencari kiper jangka panjang. Klub-klub seperti Arsenal, Everton, dan Manchester City pernah mendapat tantangan tersebut beberapa waktu lalu.

Melihat performa David De Gea baru-baru ini, Manchester United perlu mempertimbangkan mengganti kiper utama itu. Penampilan apik Dean Henderson di Premier League musim ini tentunya bisa dijadikan pertimbangan Setan Merah.

Kiper berusia 22 tahun itu pantas menjadi penjaga gawang utama Manchester United jika diperlukan.

4 dari 4 halaman

3. Statistik Dean Henderson Lebih Baik daripada David De Gea

Liverpool vs Sheffield United
Kiper Sheffield United, Dean Henderson, menahan tembakan striker Liverpool, Sadio Mane, di Anfield, Jumat dini hari WIB (3/1/2020). (AFP/Paul Ellis)

Dean Henderson tampil mengesankan bersama Sheffield United musim ini. Dalam hal statistik, pemain berusia 22 tahun itu lebih baik ketimbang kiper utama Manchester United saat ini, David De Gea.

Dean Henderson tercatat memiliki 9 clean sheet, sementara De Gea baru mengukir lima clean sheet. Kemudian dalam hal penyelamatan, Dean Henderson sudah melakukan 79 kali.

Sedangkan David de Gea, baru melakukan 65 kali penyelamatan di Premier League musim ini. Padahal secara pengalaman, De Gea tentunya lebih baik ketimbang Dean Henderson.

Jika Henderson bisa mempertahankan statistik apiknya, bukan tidak mungkin ia akan memiliki puncak performa saat kembali ke Manchester United.

 

Lanjutkan Membaca ↓