Ryan Giggs Ungkap Reaksi Sir Alex Ferguson setelah Insiden Tendangan Kungfu Eric Cantona

Oleh Faozan Tri Nugroho pada 11 Mei 2020, 16:20 WIB
Diperbarui 11 Mei 2020, 16:20 WIB
Eric Cantona
Sumber: Mirror

Bola.com, Jakarta - Legenda Manchester United, Ryan Giggs, mengungkapkan bagaimana reaksi Sir Alex Ferguson merespons tendangan 'kungfu' yang dilakukan Eric Cantona.

Bagi para penyuka Manchester United, pastinya mengetahui momen tendangan kungfu yang dilayangkan Cantona kepada fans Crystal Palace di Selhurs Park pada 1995.

Insiden tersebut membuat para pemain menunggu reaksi Sir Alex Ferguson. Seperti diketahui, Ferguson dikenal sebagai sosok pelatih yang tegas terhadap para pemainnya.

Tak sedikit pemain Manchester United yang pernah kena semprot atau dikenal dengan istilah hairdryer treatment dari Ferguson. Giggs pun mengungkapkan bagaimana reaksi Ferguson mengetahui insiden tendangan kungfu yang dilakukan Cantona tersebut.

Menurut Giggs, tidak ada reaksi kemarahan yang diperlihatkan Ferguson di ruang ganti setelah insiden Cantona tersebut. Ferguson justru terkesan "melindungi" legenda asal Prancis itu.

"Reaksi pertama di ruang ganti adalah, ini bisa kali pertama Eric jadi pembahasan," kata Giggs kepada beIN Sports.

"Kami semua menunggu, kami tak sabar. Hal semacam itu tak terjadi dalam 2,3,4 tahun," lanjutnya.

"Tapi, saya pikir kami melawan mentalitas yang dia gunakan berulang kali. Jadi, dia tahu kami akan mengejar Eric. Dia ingin melindunginya dan menunjukkan bahwa ini dalam kendalinya," ucap Giggs.

2 dari 2 halaman

Reaksi Sir Alex Ferguson di Ruang Ganti

Manchester United
Eric Cantona dibeli MU dari Leeds United dengan harga 1,2 juta poundsterling. King Cantona sukses mencetak 82 gol untuk United dalam jangka waktu lima musim. (Bola.com/Istimewa)

Ungkapan yang sama dengan Giggs juga dilontarkan Gary Pallister.

"Di ruang ganti setelah pertandingan beberapa dari kami berkata, 'Eric akan mendapatkan hairdryer treatment, dan karena Eric belum pernah mendapatkan hairdryer treatment sebelumnya, kami berpikir ini akan menjadi sangat menarik," Gary Pallster.

"Jadi, Ferguson masuk dan Eric sudah berpakaian dan duduk di sudut. Kami bermain imbang 1-1 di akhir pertandingan dan pelatih memarahi beberapa pemain, memukul beberapa pemain dan pada menit berikutnya, dia berbalik ke Eric dan kami semua berpikir, 'ini dia'," tambahnya

"Tapi, kemudian dia hanya menatapnya dan berkata, 'Eric, kamu tidak bisa seenaknya melakukan itu, Nak'. Itu adalah hairdryer treatment yang diterima untuk Eric, yang agak lucu, sungguh," ungkap Pallster.

Di sisi lain, hal serupa juga pernah ditunjukkan Ferguson saat David Beckham kembali ke Manchester United setelah Piala Dunia 1998.

Pada Piala Dunia 1998, saat Inggris bersua Argentina, David Beckham menendang Diego Simione yang hendak bangun untuk kembali melanjutkan laga.

Wasit yang mengetahui tindakan tersebut pun langsung mengganjar Beckham dengan kartu merah.

Pada laga tersebut Inggris juga harus takluk dari Argentina dengan skor 4-3 di babak adu penalti. Kondisi tersebut membuat Beckham dibenci masyarakat Inggris kala itu.

Lanjutkan Membaca ↓
Manchester City Incar Jack Grealish