Alasan Sir Alex Ferguson Jual David Beckham dari Manchester United ke Real Madrid Terbongkar

Oleh Aning Jati pada 11 Mei 2020, 17:20 WIB
Diperbarui 11 Mei 2020, 17:20 WIB
David Beckham
Dalam periode tersebut, pemain bernomor punggung 23 itu memberikan dua gelar bagi publik Santiago Bernabeu, yakni satu gelar La Liga dan Piala Super Spanyol. (AFP/A Assizuurieta)

Bola.com, Jakarta - Banyak yang masih dibuat penasaran dengan keputusan Manchester United melego David Beckham ke Real Madrid, di saat sang pemain masih dalam kondisi onfire.

Beckham meninggalkan Manchester United pada musim panas 2003. Kala itu banyak yang kaget dengan keputusan kedua pihak, baik Manchester United maupun sang pemain, untuk berpisah.

Namun, ada satu sosok yang meyakini, itu adalah keputusan benar untuk diambil kedua pihak. Dia adalah Ryan Giggs, yang notabene merupakan teman satu klub Beckham sebelum the Spice Boy hengkang.

Giggs menganggap Alex Ferguson, manajer Manchester United ketika itu, sebagai manajer yang sangat jeli dalam urusan transfer. Manajer bergelar Sir itu bisa mengetahui kapan kebintangan pemainnya akan meredup, dan kapan dia harus melepas pemain bintangnya.

Keahlian itu diterapkan manajer asal Skotlandia tersebut ketika melepas Beckham ke El Real dengan transfer mencapai 25 juta paun.

Saat menjawab pertanyaan dalam sesi wawancara dengan beIN Sports perihal kebiasaan Sir Alex Ferguson melepas pemain bintang, Giggs menjawab, sebagian besar hal itu dilakukan lebih karena alasan sepak bola.

"Hal itu mungkin untuk mendatangkan pemain baru atau mungkin pemain itu sudah kehilangan pengaruhnya, atau memang sudah saatnya saja untuk pindah," ujar Giggs.

"Pemain seperti David Beckham, sudah terlalu banyak, di mana dia berdebat setiap pekan, dan sudah waktunya bagi dua belah pihak untuk saling "bergerak" dan hal semacam itu bisa terjadi pada beberapa kesempatan," lanjutnya.

Secara khusus, ada hal lain yang kerap dikaitkan sebagai penyebab kepergian Beckham dari Manchester United.

Hubungan Fergie dan Beckham dianggap tak pernah pulih lagi seperti sedia kala setelah Fergie menendang sepatu seusai kekalahan 0-2 dari Arsenal di Old Trafford pada 15 Februari 2003. Satu di antara sepatu terbang itu mengenai dan melukai pelipis Beckham.

2 dari 2 halaman

Giggs Pernah Ingin Mengikuti Jejak Beckham

Ryan Giggs - David Beckham
Dua mantan pemain Manchester United, Ryan Giggs dan David Beckham. (AFP/Odd Andersen)

Setelah pindah ke Real Madrid, selama empat tahun di klub ibu kota Spanyol itu hingga 2007, Beckham mengecap kesuksesan.

Sementara, Manchester United seolah menemukan sosok pengganti pada diri Cristiano Ronaldo, yang diboyong ke Old Trafford dari Sporting CP jelang musim 2003-2004.

Giggs, di sisi lain, selamat dari "ayunan kampak maut" Sir Alex Ferguson. Pria asal Wales itu berhasil menutup karier profesional sebagai pesepak bola bersama Manchester United pada akhir musim 2013-2014.

Kendati, dia berujar pernah berpikir untuk hengkang ke klub lain, saat bersamaan dengan kepindahan Beckham.

"Sekitar 2003-2004, saya tak mengawali musim dengan baik. Beckham pergi saat musim panas, dan itu jadi momen di mana paling dekat dengan keinginan saya pindah," jelasnya.

"Penampilan saya tak bagus dan itu periode transisi, di mana saya beralih dari flying winger menjadi sedikit lebih ke dalam lagi. Saya kehilangan kecepatan di posisi itu, meski Ferguson tak pernah benar-benar mengatakannya."

"Saya mengakhiri musim dengan cukup baik, jika tidak (berubah posisinya), siapa tahu," ucap Giggs.

Sumber: Mirror

Lanjutkan Membaca ↓
Manchester City Incar Jack Grealish