Ryan Giggs Ungkap Lawan Terberatnya Sepanjang Karier, Pernah Bikin Hidungnya Patah

Oleh Yus Mei Sawitri pada 25 Mei 2020, 07:00 WIB
Diperbarui 25 Mei 2020, 07:00 WIB
Ryan Giggs, Legenda Manchester United yang Bakatnya Ditemukan Tukang Susu
Giggs bergabung dengan akademi Manchester United pada usia 14 tahun setelah ditemukan oleh seorang tukang susu yang melihat bakat hebatnya pada tahun 1987. (AFP/Paul Ellis)

Bola.com, Manchester - Legenda Manchester United, Ryan Giggs, menyebut Javier Zanetti sebagai lawan terberat sepanjang kariernya di kancah sepak bola. Bahkan, mantan kapten Inter Milan itu pernah membuat hidungnya patah. 

Ryan Giggs menghabiskan seluruh kiprah sepak bola bersama Manchester United, sejak masih belia hingga menjadi pria dewasa berusia lebih dari 40 tahun. Petualangannya di Old Trafford sangat gemilang, menghasilkan 13 titel Premier League, empat Piala FA, dua trofi Liga Champions, dan beberapa gelar lainnya. 

Pemain asal Wales itu bermain di level generasi, dan kerap menghadapi pemain-pemain terbaik. Ternyata, Zanetti dianggap sebagai lawan terberatnya. 

"Pemain lawan yang paling berat pernah saya hadapi adalah Zanetti dari Inter Milan. Ia selalu berlari. Dia pernah bermain sebagai gelandang jadi nyaman menguasai bola. Dia bisa bertahan, tangguh, dan pernah mematahkan hidung saya di perempat final (Liga Champions)," kata Giggs kepada MUTV, seperti dilansir Sportbible.

"Zanetti punya segalanya sebagai bek," imbuh Ryan Giggs. 

Ryan Giggs berhadapan dengan mantan bintang Argentina itu pada perempat final Liga Champions 1999. Saat itu, sepak bola Italia sedang berjaya, bahkan tujuh final terakhir Liga Champions selalu melibatkan tim dari negara tersebut. 

Manchester Uniter berhasil mengalahkan Inter Milan di Old Trafford dengan skor 2-0, sebelum leg kedua berlangsung sulit. Gol telat Paul Scholes akhirnya memastikan Setan Merah lolos ke semifinal. 

 

2 dari 2 halaman

Kontribusi Giggs di Semifinal

Ryan Giggs, Legenda Manchester United yang Bakatnya Ditemukan Tukang Susu
Awal bergabung dengan akademi Manchester United Giggs pernah menjadi tukang pompa bola dan pemungut bola untuk pemain senior saat latihan berlangsung. (AFP/Andrew Yates)

Manchester United kemudian bertemu dengan Juventus di semifinal. Pada leg pertama, MU ditahan imbang oleh Juventus di Old Trafford. Saat itu gol MU dilesakkan Ryan Giggs. 

Manchester United kemudian melakoni leg kedua yang sulit di markas Juventus. Sempat tertinggal 2 gol, Setan Merah mampu bangkit melesakkan tiga gol dan lolos ke final. 

Di laga puncak, Manchester United bertemu Bayern Munchen. Sisanya adalah sejarah. 

Sumber: Sportbible

Lanjutkan Membaca ↓