Bursa Transfer Liga Inggris: Tawaran Final untuk Jadon Sancho Menyusul Kemenangan Manchester United atas Brighton

Oleh Darojatun pada 26 Sep 2020, 23:45 WIB
Diperbarui 26 Sep 2020, 23:54 WIB
Mohamed Salah dan 5 Pemain Sayap Kanan Paling Berbahaya
2. Jadon Sancho (Borussia Dortmund) - Pemain yang banyak diminati klub besar Eropa ini memiliki kemapuan luar biasa dalam menembus pertahan tim lawan. Jadon Sancho menyumbangkan 20 gol dan 20 assist dari 44 penampilannya bersama Borussia Dortmund pada musim 2019/2020. (AFP/Ina Fassbender)

Bola.com, Jakarta Kemenangan 3-2 Manchester United atas tuan rumah Brighton di Liga Inggris, Sabtu (26/9/2020) memang penuh drama hingga injury time. Uniknya lagi, lantaran laga tersebut digelar di sore hari alias waktu minum teh publik Inggris, akhirnya ketika duel usai pun berita-berita susulan seputar Manchester United masih mengapung hingga menjelang tengah malam. Salah satunya soal rencana pembelian Jadon Sancho dalam bursa transfer musim panas ini. 

Lantaran gagal tampil dominan dan meyakinkan, Setan Merah pun melakukan gebrakan untuk mengubah keadaan dengan melakukan penyesuaian nilai penawaran mereka pada pemain agresif milik Dortmund itu. Nilai yang diajukan Ole Gunnar Solskjaer kali ini adalah 90 juta pound alias setara Rp 1,7 triliun. 

Berita terkait jual-beli pemain pun langsung riuh setelah sebelumnya Manchester United hanya terkait dengan bek kiri Porto, Alex Telles, yang bakal segera bergabung ke Old Trafford dalam hitungan hari, dan juga terhubung dengan Ousmane Dembele. Nama terakhir ini adalah penyerang andalan Barcelona yang akan hengkang dari Liga Spanyol lantaran krisis keuangan yang menimpa El Barca. 

 

2 dari 3 halaman

Jadon Sancho Tetap Bersikap Tenang

Dayot Upamecano
Liverpool tertarik membeli Dayot Upamecano dari RB Leipzig.

Solskjaer sendiri terlihat cukup berimbang dalam melakukan perburuan pemain karena tidak hanya Telles satu-satunya pemain belakang yang ia kejar. Bek tengah Leipzig yang semula dikejar Liverpool, Dayot Upamecano, kini juga termasuk dalam daftar incaran Setan Merah jelang bursa ditutup pada pekan depan. 

Pada akhirnya, kombinasi keberhasilan United untuk menambah lagi tiga pemain (Sancho, Dembele dan Upamecano) akan ditentukan juga apakah Jesse Lingard benar-benar jadi dibeli oleh Tottenham. Ya, dengan seretnya dana transfer yang disediakan CEO Ed Woodward kini United harus memastikan memperoleh tambahan amunisi untuk berburu pemain juga dari hasil penjualan mereka. 

Bila angka-angka penjualan dan pembelian terus bergerak, bukan tidak mungkin permintaan Dortmund senilai 110 juta pound (Rp 2 triliun) untuk Sancho akhirnya dipenuhi oleh Woodward. Pastinya, Sancho sendiri tetap tenang menyikapi perkembangan di akhir pekan ini. "Nilai uang itu bergerak karena banyak faktor, tapi di ujung hari akhirnya kontribusi saya untuk klub yang saya bela yang akan menentukan nilai saya yang sesungguhnya sebagai pemain. Satu-satunya untuk terus tampil bagus adalah dengan bersikap tenang dan fokus," katanya seperti dikutip The Sun.

3 dari 3 halaman

Ismaila Sarr Gantikan Sancho?

Ismaila Sarr
Ismaila Sarr diminati Arsenal (JEAN-FRANCOIS MONIER / AFP)

Hal yang membuat perkembangan kondisi Manchester United terasa bertambah seru adalah fakta baru yang dirilis Talksport menyoal Ismaila Sarr. Pemain sayap serbaguna milik Watford ini juga didekati United lantaran Sarr juga diburu Dortmund. Bedanya, United kini justru melakukan upaya persuasif agar Sarr mau pindah ke Dortmund sebagai pengganti Sancho. 

Well, setidaknya bila akhirnya pendekatan taktis Solskjaer kepada Sarr tidak berhasil membuat sang pemain pindah ke Dortmund, malah justru akan ada peluang pemain berumur 22 tahun itulah yang akan digaet Setan Merah. Pemain berkecepatan tinggi asal Senegal itu pun sebelumnya sempat didekati Liverpool, yang belakangan mengalihkan fokusnya untuk memperkuat komposisi gelandang tengah saja. 

Sambil menunggu pergerakan Manchester United di bursa tranfer dalam mendekati Jadon Sancho, fokus para pendukung United sendiri sedikit terpecah lantaran kubu Brighton meniupkan sindiran menyakitkan terkait buruknya lini belakang tim tamu di kancah Liga Inggris. Bos Brighton, Graham Potter, kepada BBC menyebut bahwa timnya tidak kalah karena handball pemainnya dalam kotak penalti di pengujung pertandingan tapi justru karena Brighton sendiri gagal memanfaatkan kecerobohan pemain United yang menghasilkan banyak peluang untuk tuan rumah. 

 

Lanjutkan Membaca ↓