Jadon Sancho dan 6 Wonderkid asal Inggris Raya yang Berani Meninggalkan Gemerlap Liga Inggris

Oleh Ario Yosia pada 03 Nov 2020, 09:50 WIB
Diperbarui 03 Nov 2020, 09:50 WIB
Jude Bellingham, Yunus Musah dan Jadon Sancho
Jude Bellingham, Yunus Musah dan Jadon Sancho. (Bola.com/Dody Iryawan)

Bola.com, Jakarta - Pesepak bola Inggris secara tradisional menunjukkan keengganan untuk menjauh dari kenyamanan kompetisi domestik mereka. Namun akhir-akhir ini, semakin banyak pemain Inggris yang mematahkan stereotip dengan berani menguji kemampuan dengan bertualang ke negara lain.

Sepanjang sejarahnya hanya sedikit pemain asal Inggris yang sukses di perantauan. Contohnya Paul Gascoigne (Lazio), Christ Waddle (Marseille), David Platt (Sampdoria).

Banyak wonderkid Inggris pindah ke luar negeri untuk membuka kesempatan bermain di tim utama. Bintang muda Inggris Jadon Sancho memulai tren dengan meninggalkan raksasa Liga Inggris, Manchester City untuk bermain untuk tim Bundesliga Borussia Dortmund.

Ia amat percaya diri meninggalkan Pep Guardiola untuk mendapatkan kesempatan menjadi pemain inti di Westflanstadion. Sancho menggila di Dortmund. Dari bukan siapa-siapa, kini ia telah berubah menjadi pemain sayap paling dicari di Eropa itu dengan label harga yang mengejutkan sebesar 120 juta poundsterling.

Situs Sportskeeda merangkum beberapa pemain belia berkualitas Inggris yang menikmati petualangan di kompetisi negara lain.

2 dari 8 halaman

Jonathan Panzo

 
 
 
View this post on Instagram

One of them games... we’ll take the lessons and bounce back. 😫

A post shared by Panzo (@jonathan_panzo) on

Jonathan Panzo jadi salah satu pemain berprospek di Akademi Chelsea sebelum pindah ke AS Monaco pada usia 17. Bek kelahiran London itu dipinjamkan ke klub Belgia Cercle Brugge, di mana ia membuktikan dirinya langsung menembus tim utama. Dia menolak pinangan klub-klub Championship macam Swansea, Derby County, dan Coventry untuk kemudian menandatangani kontrak dengan klub Prancis Dijon FC. Anak ajaib berusia 20 tahun telah mewakili Inggris dari U-16 hingga U-21.

3 dari 8 halaman

Rabbi Matondo

Winger Schalke 04, Rabbi Matondo.
Winger Schalke 04, Rabbi Matondo. (AFP/Ronny Hartmann)

Rabbi Matondo mengikuti jejak Jadon Sancho meninggalkan Manchester City menuju ke Jerman. Ia bergabung dengan Schalke dalam kesepakatan senilai 11 juta poundsterling pada Januari 2019. Pemain sayap berusia 20 tahun itu membuat delapan penampilan di musim pertamanya di Schalke.

Pemain asal Wales itu memainkan 20 pertandingan di Bundesliga dan mencetak dua gol. Dia sudah memiliki empat caps internasional untuk Wales dan diincar oleh sejumlah klub top Eropa termasuk Manchester United dan Atalanta.

4 dari 8 halaman

Noni Madueke

 
 
 
View this post on Instagram

Great week for us in some crazy circumstances. That win was for you Thijs. Onto the next FAMILY ❤️ #TYJ #Godfidence

A post shared by Noni Tristan Madueke (@nonzinoo10) on

Noni Madueke memulai karier di Tottenham Hotspur, menjadi kapten tim U-16 mereka dan melakukan debutnya untuk U-18 pada usia 15. Pemain berusia 18 tahun menolak pindah ke Manchester United demi klub Belanda PSV Eindhoven pada musim panas 2018.

Perjudiannya ke Belanda tampaknya akhirnya membuahkan hasil, karena ia akan menjalani musim penuh pertamanya di tim utama PSV. Sang penyerang mencetak gol senior pertamanya pada laga kedua bersama Rood-witten.

5 dari 8 halaman

Yunus Musah

 
 
 
View this post on Instagram

Tough draw today ,thank God for allowing me to help the team with my 1st goal 🙏🏾.

A post shared by Yunus Dimoara Musah (@yunus.musah8) on

Gelandang serang potensial Yunus Musah didikan Akademi Arsenal sebelum pindah ke klub Spanyol Valencia. Dia menjadi orang Inggris pertama yang mewakili Valencia dan rekrutan asing termuda mereka ketika ia turun dalam laga melawan Levante (4-2) dalam pertandingan pembukaan La Liga mereka pada 13 September laliu.

Gelandang serba guna berusia 17 tahun itu menjadi kapten Inggris dari level U-15 hingga U-18.

 

6 dari 8 halaman

Jamal Musiala

Bayern Munchen Menang Mudah di Laga Perdana DFB Pokal
Gelandang Bayern Munchen, Jamal Musiala, berebut bola dengan gelandang Duren Merzenich, Gjorgji Antoski, pada laga DFB Pokal di Stadion Allianz Arena, Jumat (16/10/2020) dini hari WIB. Bayern Munchen menang 3-0 atas Duren Merzenich. (AFP/Christof Stache)

Lahir di Stuttgart Jerman, Musiala pindah ke Inggris pada usia 7 tahun. Sang gelandang serang menghabiskan 8 tahun di akademi muda Chelsea sebelum pindah ke raksasa Jerman Bayern Munchen pada musim panas 2019.

Bintang Inggris U-17 melakukan debutnya di Bundesliga pada usia 17, dan menjadi pemain termuda yang bermain untuk Bayern di kompetisi papan atas Jerman.

Sembilan puluh hari kemudian, ia mencetak gol pertamanya untuk Bavarians saat mereka membinasakan Schalke 8-0 pada September 2020. Ia menjadi pencetak gol termuda Bayern.

7 dari 8 halaman

Jude Bellingham

Jude Bellingham
Jude Bellingham, gelandang muda Birmingham City, melakukan selebrasi. (Dok. Twitter/@BCFC)

Jude Bellingham dielu-elukan sebagai prospek terbaik Birmingham City sejak legenda hidup, Trevor Francis. Gelandang tengah berpostur kurus ini menjadi starter untuk The Blues di usia 16 tahun. Eksploitanya di Championship memicu perang penawaran yang dimenangkan Borussia Dortmund. Klub tersebut mengalahkan Manchester United dan Chelsea.

Bellingham menandatangani kontrak lima tahun di Westflanstadion, dan bayaran 25 juta poundsterling yang luar biasa membuatnya menjadi pemain berusia 17 tahun termahal dalam sejarah. Bellingham telah mulai bekerja keras di Ruhr, mencetak gol pada debutnya di Dortmund di DFB Pokal untuk menjadi pencetak gol termuda klub pada usia 17 tahun.

Sumber: Sportskeeda

8 dari 8 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓
Fans Manchester United Mana Suaranya? Edinson Cavani Perpanjang Kontrak 1 Tahun