Perdana Menteri Inggris Dukung Piala Dunia 2030 Digelar di Britania Raya dan Irlandia

Oleh Gregah Nurikhsani pada 03 Mar 2021, 15:15 WIB
Diperbarui 03 Mar 2021, 15:15 WIB
FOTO: Suasana London Saat Inggris Terapkan Lockdown Nasional Ketiga
Pengendara sepeda melewati Taman Olimpiade, London, Inggris, 12 Januari 202. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dikritik setelah laporan bahwa dia bersepeda sekitar tujuh mil dari rumahnya, padahal ada larangan terkait COVID- 19. (Aaron Chown/PA via AP)

Bola.com, Jakarta - Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mendukung rencana Britania Raya (Great Britain) dan Republik Irlandia untuk menggelar Piala Dunia FIFA 2030. Dengan begitu, akan ada lima negara yang siap menjadi tuan rumah.

Selain Republik Irlandia, empat negara yang tergabung dalam Britania Raya adalah Inggris, Skotlandia, Irlandia Utara, dan Wales. Rencana ini sudah didengungkan oleh FA pada 2018 lalu.

Dalam wawancara dengan surat kabar The Sun, Johnson menegaskan bahwa Pemerintahnya akan mendukung rencana tersebut. Bahkan, pihaknya akan membuatkan anggaran per hari ini, Rabu (3/3/2021).

"Kami sangat, sangat ingin 'membawa pulang sepak bola' pada tahun 2030," kata Johnson mengacu pada slogan football is coming home.

"Menurut saya ini adalah tempat yang tepat. Ini adalah rumah sepak bola, ini waktu yang tepat. Ini akan menjadi hal yang sangat indah bagi negara ini." katanya lagi

Inggris terakhir kali menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA pada tahun 1966. Bobby Moore dkk. mengalahkan Jerman Barat pada final di Wembley.

2 dari 4 halaman

Empat Kali Gagal Jadi Tuan Rumah

Timnas Inggris
Kapten Timnas Inggris, Bobby Moore, mengangkat trofi Piala Dunia 1966. (AFP)

Sejak 1966, Inggris telah empat kali mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia FIFA 1990, 1998, 2006 dan 2018. Namun, mereka selalu gagal.

FA, PSSI-nya Inggris, menyambut baik rencana ini. Pihaknya akan bekerjasama secara vertikal dan horisontal guna mensukseskan mimpi mereka.

"Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin sebelum FIFA secara resmi membuka proses bidding pada 2022. Mengadakan Piala Dunia akan memberikan kesempatan luar biasa untuk memberikan manfaat nyata bagi negara kita."

"Jika keputusan dibuat untuk menawar acara tersebut, kami berharap dapat mempresentasikan proposal kami ke FIFA dan komunitas sepak bola global yang lebih luas."

 

3 dari 4 halaman

Dapat Saingan

Momen Keakraban Cristiano Ronaldo dan Kylian Mbappe, Portugal Kontra Prancis Sama Kuat
Striker Prancis, Kylian Mbappe, tersenyum kepada striker Portugal, Cristiano Ronaldo, pada laga UEFA Nations League di Stadion Stade de France, Senin (12/10/2020). Kedua tim bermain imbang 0-0. (AFP/Franck Fife)

Inggris tidak sendiri. Sebab Spanyol dan Portugal telah mengonfirmasi rencana mereka untuk bersama-sama menggelar Piala Dunia.

Negara-negara Eropa awalnya mempertimbangkan untuk mengajukan penawaran dengan Maroko, tetapi prospek tiga negara berbeda benua jadi tuan rumah Piala Dunia tidak disambut baik oleh Presiden UEFA, Aleksander Čeferin.

Maroko, yang gagal menembus Piala Dunia lima kali, bisa masuk lagi sendiri atau dengan tetangga Afrika Utara Tunisia dan Aljazair.

Tawaran menjadi tuan rumah Piala Dunia juga datang dari Amerika Selatan, di mana Uruguay, Argentina, Chili, dan Paraguay, bertepatan dengan seratus tahun turnamen pertama di Uruguay.

Rumania, Yunani, Bulgaria dan Serbia juga telah menyatakan niat mereka untuk ikut serta dalam turnamen tersebut. China juga telah diperdebatkan sebagai calon pesaing.

Sumber: Inside The Games

4 dari 4 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓