Liga Inggris: Pandemi COVID-19 Membuat Premier League Menelan Kerugian Hingga Rp12 Triliun

Oleh Benediktus Gerendo Pradigdo pada 05 Mei 2021, 22:45 WIB
Diperbarui 05 Mei 2021, 22:45 WIB
Mohamed Salah Hattrick, Liverpool Susah Payah Taklukkan Leeds United
Para pemain Liverpool merayakan gol yang dicetak oleh Virgil van Dijk ke gawang Leeds United pada laga Premier League di Stadion Anfield, Minggu (13/9/2020). Liverpool menang dengan skor 4-3. (Paul Ellis, Pool via AP)

Bola.com, Jakarta - Premier League, kompetisi sepak bola yang menjadi satu yang terbaik saat ini, mengalami kerugian mencapai 600 juta pound atau sekitar Rp12 triliun.

Pandemi COVID-19 yang terjadi sepanjang 2020 dan memaksa pertandingan sepak bola ikut terhenti, bahkan tanpa penonton ketika kembali digelar, memberikan dampak yang sangat besar bagi industri olahraga paling populer di dunia itu.

Jika kembali ke 2020, tepatnya pada Maret, kompetisi Premier League terhenti seperti halnya banyak kompetisi top di Eropa maupun di seluruh dunia.

Kompetisi tersebut pada akhirnya digelar kembali tapi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, bahkan sampai menerapkan laga tanpa penonton.

Boleh dibilang hingga saat ini Premier League masih menerapkan standar protokol tersebut, mengingat Inggris merupakan satu di antara beberapa negara yang memang sangat memberlakukan prosedur standar yang tinggi untuk penanganan penularan virus corona tersebut.

The Athletic mengungkapkan hasil analisa Matt Slater, jurnalis senior mereka, tentang dampak keseluruhan dari berhentinya kompetisi tersebut, kemudian bisa bertanding tanpa penonton, hingga sejumlah sirkulasi keuangan di Premier League. Jumlah kerugian dari analisa yang didapatkan oleh Matt Slater sangat besar.

Sepanjang musim 2018/2019, klub-klub Premier League mendapatkan pemasukan total sekitar 5,1 miliar pound atau sekitar Rp102 triliun. Sementara untuk saat ini yang sudah dilaporkan untuk musim 2019/2020 totalnya hanya mencapai 4,2 miliar pound, atau sekitar Rp84 triliun.

Dari hasil analisa tersebut, Newcastle United dan Watford belum melampirkan laporan pendapat mereka. Tapi, perkiraan dari kedua klub tersebut pastinya membuat angka di atas bisa mencapai 4,5 miliar pound, atau sekitar Rp90 triliun.

Artinya, ada kerugian dari Premier League yang mencapai 600 juta pound atau sekitar Rp12 triliun jika dikonversikan.

2 dari 4 halaman

Faktor Penyebab Kerugian Besar

Gareth Bale, Tottenham Hotspur
Bintang Tottenham Hotspur, Gareth Bale, merayakan gol ketiga yang dicetaknya ke gawang Sheffield United dalam laga pekan ke-34 Premier League di Tottenham Hotspur Stadium, Senin (3/5/2021) dini hari WIB. Gareth Bale mencetak hattrick dan Spurs menang telak 4-0. (SHAUN BOTTERILL / POOL / AFP)

Menurut laporan The Athletic, ada dua komponen utama yang memberikan pengaruh besar terhadap penurunan pendapatan di Premier League.

Komponen pertama adalah fakta bahwa klub-klub sepak bola itu harus terus melanjutkan musim dengan bertanding tanpa penonton sejak Juni 2020. Hal tersebut jelas memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan pada hari pertandingan, terutama saat menjalani laga kandang.

Komponen lain adalah potongan sebesar 330 juta pound atau sekitar Rp6,6 triliun untuk hak siar. Klub-klub telah mendapatkan mayoritas angka itu pada musim 2019/2020.

Sumber: The Athletic

3 dari 4 halaman

Posisi Klub-Klub Premier League Musim Ini

4 dari 4 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓