Liga Inggris: Newcastle Dijual ke Pangeran Arab, Manchester United dan Dua Klub Lainnya Marah Besar

Oleh Gregah Nurikhsani pada 13 Okt 2021, 19:00 WIB
Diperbarui 13 Okt 2021, 19:00 WIB
Foto: Punya Boss Baru Kaya Raya, Suporter Newcastle United Berpesta
PIF adalah milik pangeran Arab Saudi, Mohammed bin Salman. PIF merampungkan proses takeover Newcastle United dari Mike Ashley setelah menggelontorkan dana hingga 300 juta Pounds untuk mendapatkan 80 persen saham. (AP/Scott Heppell)

Bola.com, Jakarta - Manchester United adalah satu dari tiga klub Liga Inggris yang 'paling marah' dengan pengambilalihan Newcastle baru-baru ini yang dipimpin oleh Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi.

Kepala operator Liga Inggris, Richard Masters, menyetujui langsung pembelian tersebut. Amanda Staveley, PCP Capital Partners, Reuben Brothers dan Dana Investasi Publik Arab Saudi membentuk konsorsium pada tahun 2020 dan berhasil membujuknya.

Mike Ashley setuju untuk menjual untuk menyenangkan para pendukung meski pada awalnya diblokir karena Masters khawatir tentang kemungkinan adanya penolakan dari peserta Liga Inggris lainnya.

Namun, mereka mengungkapkan dalam sebuah pernyataan pekan lalu bahwa mereka telah menerima "jaminan yang mengikat secara hukum bahwa Kerajaan Arab Saudi tidak akan mengendalikan Newcastle United Football Club".

Ini menjadi polemik karena mereka beranggapan bagaimana bisa seorang putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman memimpin PIF dan Newcastle United secara bersamaan.

 

2 dari 4 halaman

3 Klub Liga Inggris Marah Besar

Manchester United - Ilustrasi Ole Gunnar Solskjaer dan Pemain
Manchester United - Ilustrasi Ole Gunnar Solskjaer dan Pemain (Bola.com/Adreanus Titus)

Sebanyak 19 klub Liga Inggris menggelar rapat dadakan. Manchester United, Tottenham Hotspur dan Everton dikatakan paling marah.

The Mail melaporkan bahwa ketiga klub tersebut adalah yang paling vokal pada panggilan telepon baru-baru ini di mana Richard Masters dan Gary Hoffman berbicara kepada klub anggota tentang masalah tersebut.

Dilaporkan Daily Star, ketiga klub tersebut kecewa berat karena sejumlah pertimbangan, utamanya menyoal persaingan di Liga Inggris yang pastinya bakal makin ketat bukan karena competitiveness, melainkan permainan uang.

 

3 dari 4 halaman

Jaminan Premier League

Premier League - ilustrasi Logo Premier League
Premier League - ilustrasi Logo Premier League (Bola.com/Adreanus Titus)

Pernyataan operator Liga Inggris atau Premier League, di sisi lain, menegaskan bahwa penambilalihan Newcastle United oleh konsorsium Arab Saudi tidak menyalahi aturan apapun. Mereka juga menjamin klub berjulukan The Toon itu akan dikelola secara profesional dan terpisah dari campur tangan negara.

"Liga Inggris, Newcastle United dan St James Holdings Limited hari ini telah menyelesaikan perselisihan pengambilalihan klub oleh konsorsium PIF, PCP Capital Partners dan RB Sports & Media."

"Sengketa hukum terkait entitas mana yang akan memiliki dan/atau memiliki kemampuan untuk mengendalikan klub setelah pengambilalihan juga telah clear."

"Liga Inggris sekarang telah menerima jaminan yang mengikat secara hukum bahwa Kerajaan Arab Saudi tidak akan mengendalikan Newcastle United."

Sumber: Daily Star

4 dari 4 halaman

Persaingan di Liga Inggris

Lanjutkan Membaca ↓