Jonathan Rea Bicara soal MotoGP, Buriram, dan Valentino Rossi

Oleh Muhammad Wirawan Kusuma pada 04 Des 2017, 17:45 WIB
Diperbarui 04 Des 2017, 17:45 WIB
Jonathan Rea, Valentino Rossi, MotoGP, Sirkuit Buriram
Juara Superbike, Jonathan Rea, menilai Sirkuit Buriram tak membosankan seperti yang dikatakan Valentino Rossi. (Bola.com/Muhammad Wirawan Kusuma)

Bola.com, Buriram - Balapan seri terakhir Asia Road Racing Championship 2017 di Sirkuit Buriram, Thailand, dihadiri sosok yang tak asing lagi di dunia balap, khususnya ajang Superbike. Sosok spesial itu adalah Jonathan Rea, peraih tiga gelar juara Superbike secara beruntun.

Rea hadir di Buriram atas undangan Kawasaki Thailand yang memang mengadakan event di sekitar sirkuit. Pebalap asal Inggris itu hadir ke paddock Manual Tech KYT Kawasaki Racing untuk memberikan dukungan.

Saat itu, pebalap Manual Tech KYT Kawasaki Racing, Azlan Shah Kamaruzaman, tengah berjuang memperebutkan gelar juara ARRC 2017 kelas Supersport 600. Kehadiran Rea tak sia-sia. Dia menjadi saksi keberhasilan Azlan Shah menjadi juara Asia.

Sebenarnya ini bukan pertama kali Rea menonton langsung balapan ARRC. Dia mengaku juga pernah melihat balapan tertinggi di Asia ini di Sirkuit Suzuka.

Dia melihat balapan ini sangat bagus untuk mengembangkan bakat pebalap Asia. Namun, dia tak bisa membandingkan sejauh mana perbedaan pebalap Asia dengan Eropa karena tak banyak menghabiskan waktu di Asia.

Lalu bagaimana tanggapan Rea soal Sirkuit Buriram yang bakal menjadi tuan rumah MotoGP mulai musim depan? Berikut inu petikan wawancara dengan Jonathan Rea di Sirkuit Buriram, Thailand:

 

2 dari 2 halaman

Wawancara

Bagaimana pendapat Anda soal balapan Asia Road Racing Championship ?

Ini balapan yang bagus. Persaingan sangat seimbang, beberapa pabrikan juga sangat mendukung dan ini sangat bagus. Jadi ini bisa dibilang sebagai kejuaraan yang menarik. Saya pernah menyaksikan balapan ARRC di Thailand dan juga Suzuka.

Ahmad Yudhistira merupakan salah satu pebalap Indonesia yang tampil membela Kawasaki di ARRC. Bagimana pandangan Anda soal Yudhistira?

Dia sangat cepat, sangat bertalenta. Dia pebalap yang bisa memiliki kecepatan yang baik saat di tikungan. Sayangnya perbedaan kecepatan motor sangat terlihat. Semoga tahun depan motornya akan lebih baik.

Apa perbedaan dari pebalap Asia dengan pebalap Eropa?

Sangat sulit untuk dibandingkan karena saya tak banyak menghabiskan waktu di sini (Asia) untuk mengerti level pebalap Asia sebenarnya.

Sirkuit Buriram akan menjadi tuan rumah MotoGP musim depan. Bagaimana pendapat Anda?

Sangat bagus. Layout sirkuit juga sangat bagus. Sayangnya ini sangat jauh dari kota besar seperti Bangkok. Juga membutuhkan waktu yang lama untuk datang ke sini lewat penerbangan internasional. Para kru tim dan pabrikan juga harus melakukan penerbangan domestik untuk tiba di sini. Jika melakukan perjalanan darat membutuhkan sekitar 6 jam perjalanan.

Tapi di samping itu semua, fans Thailand sangat luar biasa. Mereka sangat mendukung olahraga balap motor. Ini waktu yang tepat untuk MotoGP hadir di sini. Saya sangat tak sabar bagaimana ajang ini bakal berlangsung sukses di Thailand.

Valentino Rossi mengatakan Sirkuit Buriram membosankan karena memiliki banyak trek lurus. Sepakat dengan apa yang dikatakan Rossi?

Ini sama sekali tak membosankan, balapan motor tak pernah membosankan. Memang layout sirkuit ini terbilang sederhana, tapi tetap memberikan sejumlah tantangan.

Saya berpikir sebelum mereka membuat opini, mereka harusnya datang terlebih dulu ke Buriram dan mengendarai motor MotoGP di sini.

Apakah Anda masih punya ambisi untuk membalap pada ajang MotoGP?

Kita akan lihat bagaimana ke depannya. Saya tak tahu. Saat ini saya fokus pada karier saya di Superbike.

Lanjutkan Membaca ↓
Momen Brad Binder Juara di MotoGP Republik Ceska dan Diberi Selamat Valentino Rossi