MotoGP: Bangkit Usai Cedera, Rossi Layak Jadi Anutan

Oleh Ahmad Fawwaz Usman pada 09 Jan 2018, 07:38 WIB
Diperbarui 09 Jan 2018, 07:38 WIB
MotoGP 2017, GP San Marino, Sirkuit Misano, Marc Marquez, Andrea Dovizioso
Valentino Rossi. (AP/Nicolas Aguilera)

London - Valentino Rossi membuktikan ketangguhannya pada MotoGP musim lalu. Meski dua kali cedera namun ia mampu bangkit dalam waktu yang singkat.

Cedera pertama didapat Rossi, pembalap Movistar Yamaha, jelang MotoGP Italia di Sirkuit Mugello, 4 Juni 2017. Untungnya, cedera saat itu tak begitu parah. Rossi lolos tes medis dan diizinkan mengikuti balapan di Mugello.

Seakan tak kapok, Rossi mengulangi kesalahan yang sama jelang MotoGP San Marino di Sirkuit Misano, 10 September 2017. Tak seperti sebelumnya, cedera kali ini memaksa The Doctor sampai harus melakukan operasi karena patah kaki.

Kecelakaan itu didapat saat ia latihan enduro dengan motorcross. Pada akhirnya, ia pun terpaksa melewatkan balapan di Misano, seri yang menjadi salah satu favoritnya. Bahkan, seharusnya ia juga absen pada MotoGP Aragon.

Namun, pembalap asal Italia itu sekali lagi membuktikan bahwa tekad besarnya mampu mengalahkan rasa sakitnya. Hal itu juga diakui bos Suzuki, Davide Brivio. Ia juga sempat menjadi manajer tim Rossi di Yamaha saat mengalami cedera patah kaki pada 2010.

 

2 dari 3 halaman

Komentar Brivio

Valentino Rossi (MOHD RASFAN / AFP)

"Valentino selalu mengejutkan saya. Tapi hal yang paling mengejutkan adalah motivasi yang ia dapatkan. Maksud saya, Anda akan berpikir setelah karier yang begitu lama, sudah memenangkan segalanya, melewatkan satu balapan seharusnya tak membuat perbedaan besar, bukan?" ujar Brivio, dilansir Crash.

"Tapi justru sebaliknya, ia bekerja sangat keras dan berjuang keras untuk kembali ke balapan lebih awal. Saya selalu bilang bahwa Valentino adalah contoh yang harus dipelajari. Saya berharap generasi muda bisa melihat apa yang ia lakukan untuk mendapatkan motivasi," Brivio menambahkan.

Ya, motivasi besar yang dimiliki Rossi memang sangat mengejutkan mengingat ia sudah berusia 38 tahun, bahkan akan 39 tahun pada Februari 2018. Hal itu pula yang membuat Rossi belum mau pensiun. Pasalnya, ia masih berambisi merebut gelar juara dunia ke-10.

3 dari 3 halaman

Kiprah Rossi di Semua Kelas

125 cc

Balapan: 30

Menang: 12

Podium: 15

Pole: 5

Fastest lap: 9

Poin: 432

 

250cc

Balapan: 30

Menang: 14

Podium: 21

Pole: 5

Fastest lap: 11

Poin: 510

 

MotoGP

Balapan: 301

Menang: 89

Podium: 190

Pole: 54

Fastest lap: 75

Poin: 4.893

Lanjutkan Membaca ↓