Mantan Pembalap MotoGP Kagumi Fanatisme Penggemar Rossi

Oleh Liputan6.com pada 13 Jan 2018, 18:54 WIB
Valentino Rossi

Jakarta Fenomena dukungan terhadap Valentino Rossi tanpa disadari telah menjangkiti sebagian besar penggemar MotoGP hampir di seluruh dunia. Mereka rela datang di setiap balapan sambil membawa sejumlah atribut hanya untuk menunggu kehadiran sang legenda kuda besi.

Dua tahun lalu, antusiasme terhadap Rossi berubah menjadi fanatisme yang terkesan berlebihan. Hal ini tak lepas dari insiden yang melibatkan The Doctor dengan Marc Marquez di Sirkuit Internasional Sepang, MotoGP Malaysia.

Saat itu, suasana begitu tegang dan penuh emosi lantaran penggemar dua pembalap ikut menyuarakan insiden tersebut. Balapan terakhir di Valencia menjadi sorotan jutaan mata di seluruh dunia.

Penggemar MotoGP tentunya ingin mengetahui apa yang terjadi pada balapan pemungkas tersebut. Stefan Bradl merupakan pensiunan MotoGP yang merasakan suasana panas yang terjadi di Valencia.

"Sesuatu terjadi di sana (tertawa). Olahraga ini umumnya berjalan bersih, dan kecelakaan di Sepang bukanlah waktu terbaik atau manuver terindah, tapi emosi dalam balapan sulit dikendalikan. Pada akhirnya, penonton ingin melihat apa yang terjadi," kenang Bradl seperti dikutip dari Motorsport, Sabtu (13/1/2018).

1 of 2

Loyalitas Fans

Loyalitas penggemar Rossi memang selalu menjadi daya tarik tersendiri di ajang balap MotoGP. Betapa tidak, dominasi warna kuning selalu terlihat di setiap balapan, dan Bradl tahu betul mengenai hal tersebut.

"Balapan motor adalah olahraga individu, satu orang melawan pembalap lain, dan hubungan antar pembalap tidak selalu berakhir dengan persahabatan yang baik. Hampir seluruh tribun dipenuhi atau didominasi warna kuning (95%) dan di mana pun Anda bisa melihat angka 46," kata Bradl.

"Emosi saat Rossi menang tidak sebanding dengan emosi yang ada saat Marquez melakukannya, atau Dovizioso. Kehadiran Rossi di lintasan sangat istimewa, namun mampu memolarisasi semua perhatian, dan tidak semua pengendara memiliki kualitas untuk mencapainya," pungkas Bradl.

(David Permana)

 

Lanjutkan Membaca ↓

Sumber: liputan6.com