Ducati Tuding Protes 4 Pabrikan soal Perangkat Aerodinamika Coreng Citra MotoGP

Oleh Yus Mei Sawitri pada 15 Mar 2019, 21:00 WIB
Andrea Dovizioso, Ducati

Bola.com, Bologna - Manajer Umum Ducati, Gigi Dall'Igna, kembali menyoroti aksi protes yang dilancarkan empat pabrikan terkait perangkat aerodinamika (winglet) yang dipakai timnya di MotoGP Qatar, Minggu (10/3/2019). Dia menilai aksi protes itu berlebihan dan bisa mencoreng citra MotoGP. 

Pabrikan yang melancarkan protes adalah Honda, KTP, Aprilia, dan Suzuki. Yamaha menjadi satu-satunya pabrikan MotoGP yang tak melancarkan aksi protes soal winglet pada swingarm tiga motor Desmosedici GP19 di Qatar. Ducati menyebut sikap ini sudah selayaknya diambil oleh pabrikan Garpu Tala. 

Aprilia, Honda, KTM, dan Suzuki yakin perangkat tersebut juga berfungsi menghasilkan downforce tambahan dan menyebut menyalahi regulasi teknis yang sudah ditetapkan.

Dall'Igna heran protes serupa tak dilayangkan kepada Yamaha, yang memakai perangkat serupa di MotoGP Valencia 2018. Saat itu Yamaha menggunakan perangkat tersebut dalam kondisi hujan dan berfungsi menghindarkan air dari ban belakang. Atas alasan ini pula Yamaha diketahui menolak bergabung dengan Aprilia, Honda, KTM, dan Suzuki untuk memprotes Ducati.

"Yamaha bukan sekutu kami, tapi mereka mengambil sikap yang wajar. Jika ada di posisi Yamaha atau Honda, saya akan bersikap persis seperti Yamaha. Saya akan cari klarifikasi ke tempat yang sewajarnya (MSMA). Honda, Ducati dan Yamaha adalah pelopor di MotoGP, selalu berpartisipasi di MotoGP. seharusnya kami punya visi yang sportif soal hal-hal teknis," ujar Dall'Igna, seperti dilansir Skysports. 

Pria asal Italia ini juga merasa para rival hanya berusaha menekan Ducati, yang selama empat tahun terakhir dikenal menjadi pelopor perangkat-perangkat aerodinamika. Dall'Igna juga menegaskan takkan memakai perangkat-perangkat ini jika Direktur Teknis MotoGP, Danny Aldridge, menyebutnya ilegal.

"Yamaha pakai sistem yang sama tahun lalu, dan tak satu pun rival mengajukan keluhan atau meminta klarifikasi. Ini aneh. Ducati ada dalam tekanan para rival atas segala solusi teknis yang inovatif," ujar dia. 

"Tapi Ducati selalu menciptakan inovasi sesuai regulasi. Kami hanya ingin memberikan motor terbaik kepada para rider kami. Kami selalu berpikir seperti ini, tanpa terintimidasi oleh apa yang dilakukan rival kami," ungkapnya.

 

2 of 2

Berharap Drama Segera Selesai

Di lain sisi, Dall'Igna berharap drama aerodinamika ini segera selesai dan seluruh pabrikan peserta kembali satu suara soal regulasi teknis. Ia yakin aksi protes ini berlebihan, memberikan citra yang buruk kepada MotoGP, serta mengecewakan para pekerja dan juga penggemar yang antusias merayakan kemenangan Andrea Dovizioso di Qatar.

"Saya harap ini hanyalah episode yang akhirnya mendamaikan seluruh pihak, bertujuan baik untuk olahraga ini. Perilaku di Doha sungguh buruk bagi olahraga ini. Mereka merampas kredibilitas Federasi (FIM) dan kejuaraan ini," sergah Dall'Igna. 

"Kondisi ini juga buruk bagi semua orang yang hidup lewat kejuaraan ini, yang menaruh percaya pada kejuaraan ini, serta yang bersuka cita melihat Dovi tampil apik seperti di Doha," imbuh dia.

Sumber: Bola.net

Lanjutkan Membaca ↓