Petrucci Ungkap Kengerian Jatuh Dalam Kecepatan 200 Km / Jam

Oleh Yus Mei Sawitri pada 07 Jul 2019, 15:15 WIB
Diperbarui 07 Jul 2019, 15:15 WIB
Danilo Petrucci
Pembalap Ducati, Danilo Petrucci. (AFP/Filippo MONTEFORTE)

Bola.com, Sachsenring - Pembalap Ducati, Danilo Petrucci, mengalami momen sulit pada kualifikasi MotoGP Jerman, di Sirkuit Sachsenring, Sabtu (6/7/2019). Dia mengaku ketakutan saat terjatuh di Tikungan 9 karena sedang melaju dalam kecepatan tinggi.

Pembalap Italia itu kemudian dibawa ke pusat medis karena merasakan sakit pada tangan kanan dan pergelangan tangan kiri.

Petrucci sempat cemas bakal mengalami cedera parah seperti di Phillip Island (2016) dan di Jerez lima tahun lalu. Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan dia bisa tampil pada balapan MotoGP Jerman, Minggu (7/7/2019).

Namun, gara-gara kecelakaan tersebut Petrucci bakal mengawali balapan dari posisi ke-12. Bukan tantangan mudah bagi Petrucci untuk berusaha menerobos ke depan, apalagi naik podium.

"Saat itu saya ketakutan, karena terjatuh di titik yang sangat cepat, hampir 200 km/jam. Saya langsung merasakan sakit pada tangan kanan dan pergelangan tangan kiri, yang juga pernah cedera pada 2014 di Jerez," ujar Petrucci seperti dilansir Crash selepas kualifikasi. 

"Saya berpikir ada yang patah karena tangan saya tiba-tiba menghitam. Saya menyesal karena saat itu senang melaju dengan bagus."

"Saya menutup gas sedikit terlambat dibanding biasanya, dan benar-benar kehilangan kontrol bagian depan motor. Banyak dari kami yang mengalami masalah di titik ini," kata Danilo Petrucci

 

2 dari 2 halaman

Marah kepada Mir

Sebelum terjatuh Petrucci mengaku sangat marah terhadap pembalap Suzuki, Joan Mir. Apa penyebab Petrucci begitu kesal?

"Awalnya saya jauh dari Mir, tapi dia benar-benar lambat. Pada Tikungan 11, dia melihat ke saya, tapi dia tetap melaju di tengah trek, saya jadi mencari ruang untuk melaju ke depan. Tapi, hal yang sama terjadi lagi pada lap berikutnya," urai Petrucci. 

"Saya tak tahu mengapa dia melakukan itu. Yang membuat saya marah dia melihat ke saya dua kali dan tetap berada di tengah lintasan," sambung dia. 

Lanjutkan Membaca ↓