Cerita Baju Balap Keberuntungan Marc Marquez

Oleh Yus Mei Sawitri pada 09 Jul 2019, 13:15 WIB
Marc Marquez

Bola.com, Sachsenring - Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, sudah empat seri beruntun di MotoGP tak mengalami crash alias terjatuh, termasuk pada MotoGP Jerman 2019 pekan lalu. Marquez menduga ada peran baju balap keberuntungan di balik rekor positif tersebut. 

Marquez sama sekali tak terjatuh dalam rangkaian balapan di MotoGP Italia, Catalunya, Belanda, dan Jerman. Bagi  pembalap lain, catatan seperti itu mungkin bukan hal istimewa. Namun, untuk Marquez rangkaian empat balapan tanpa direcoki crash benar-benar momen langka. 

Marquez dikenal sebagai salah satu pembalap yang paling sering jatuh di ajang MotoGP, bahkan di ajang Grand Prix secara keseluruhan. 

Pada 2018, pembalap yang sudah mengoleksi tujuh gelar juara dunia tersebut terjatuh 23 kali. Rekornya pada 2017 bahkan lebih mencengangkan. Pembalap asal Spanyol tersebut tercatat terjatuh sebanyak 27 kali.

Hebatnya, meski sering terjatuh Marquez tak pernah mengalami cedera yang serius. Dia bahkan konsisten tampil menawan. Selama enam musim berkiprah di ajang MotoGP, Baby Alien sudah menggenggam lima gelar juara dunia. 

Apa rahasianya Marquez bisa terbebas dari crash selama empat seri beruntun? Ternyata, ada fakta unik yang mengiringi rekor apik tersebut. Selama empat seri, Marquez tidak berganti baju balap. 

"Saya rasa ini rekor bagi saya. Sudah empat pekan balapan saya tidak jatuh, tapi saya melakukan banyak penyelamatan. Mungkin baju balap ini membawa keberuntungan buat saya," kata Marc Marquez, seperti dilansir GP One, Selasa (9/7/2019). 

 

2 of 2

Kunci Kemenangan Superior di MotoGP Jerman

Rentetan empat seri tanpa crash itu juga berperan mengantar Marquez makin kukuh di puncak klasemen MotoGP 2019. Marquez sudah unggul 58 poin atas peringkat kedua, Andrea Dovizioso. 

Marquez juga tampil hampir tanpa cela pada balapan MotoGP Jerman 2019 di Sachsenring, Minggu (7/7/2019). Dia meraih pole, memenangi balapan, mencatat lap terbaik, serta memimpin sejak awal hingga akhir. 

"Strategi saya adalah berusaha memimpin dari awal sampai akhir. Saya mengetahui di sini sulit berkonsentrasi jika saya membuntuti seseorang. Saya awalnya membuat kesalahan di sini, ketika mengambil risiko pada tikungan pertama. Saya terlambat mengerem dan melebar," urai Marquez tentang performa apiknya di MotoGP Jerman. 

"Saya nyaman dengan segala kondisi di sirkuit ini. Saya berusaha mempertahankan performa sepanjang akhir pekan. Itu menjadi hal vital di sini, karena balapan sangat panjang, 30 lap. Honda menjadi motor terbaik di sini, seperti Yamaha di Assen. Anda harus membuat perbandingan di tiap-tiap sirkuit," imbuh Marquez. 

Lanjutkan Membaca ↓