Valentino Rossi Diyakini Bisa Bangkit pada MotoGP Musim Depan

Oleh Hesti Puji Lestari pada 30 Jul 2019, 15:40 WIB
Diperbarui 30 Jul 2019, 15:40 WIB
Valentino Rossi
Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi. (AFP/Tiziana Fabi)

Bola.com, Jakarta - Pengamat MotoGP, Carlo Pernat, meyakini Valentino Rossi bisa bangkit musim depan. Pernat juga menuntut Yamaha melakukan perbaikan jika menginginkan Rossi merebut gelar juara dunia pada MotoGP 2020.

Kabar pensiunnya Valentino Rossi bukan kali pertama berdengung. Pembalap Monster Energy Yamaha itu santer dikabarkan akan gantung helm menyusul performa buruk di paruh pertama perhelatan MotoGP 2019.

Dari sembilan seri yang telah dilewati, The Doctor hanya dua kali naik podium, yakni finis kedua di Argentina dan posisi ketiga di Amerika Serikat.  Ia gagal finis pada tiga balapan terakhir di Italia, Catalunya, dan Belanda. 

Imbasnya, rider berusia 40 tahun itu tercecer di posisi keenam klasemen sementara MotoGP 2019 dengan raihan 80 poin. Spekulasi The Doctor akan pensiun menguat seiring pernyataan Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis.

Jarvis mengklaim tak akan lagi menjadikan Rossi sebagai sentra proyek masa depan Yamaha. Ia juga mengatakan timnya sudah siap menyongsong masa pensiun Valentino Rossi. Namun legenda MotoGP, Carlo Pernat, punya pandangan berbeda perihal masa depan Valentino Rossi.

Melansir GPOne, Selasa (30/7/2019), Carlo Pernat yakin Rossi akan kembali menunjukkan taringnya musim depan. Pernat tahu Rossi masih begitu bersemangat mengikuti setiap proses latihan demi mendapatkan kembali performa terbaiknya.

"Dia tak mungkin pensiun. Valentino terus berlatih setiap hari. Dia masih ingin membalap. Dia hanya butuh waktu," ujar Pernat.

"Tahun ini mungkin musim yang buruk, tapi saya percaya Valentino Rossi bisa mengatasinya. Saya bertaruh, dia juga membidik podium musim depan," tambahnya.

 

2 dari 2 halaman

Carlo Pernat Mengkritik Tim Teknik Yamaha

Carlo Pernat juga mengatakan Yamaha juga turut andil dalam fase buruk Valentino Rossi musim ini. Menurut Pernat, kinerja Silvano Galbusera yang merupakan kepala teknis di Yamaha tidak cocok dengan gaya memebalap The Doctor.

Pernat juga menyatakan kondisi motor Rossi berbeda dengan rekan setimnya, Maverick Vinales maupun milik pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo. "Saya pikir, manajer teknis Yamaha, Galbusera, bukan orang yang tepat untuk The Doctor saat ini," kata Pernat.

"Motor Rossi juga sedikit berbeda dan tidak sebaik rekan satu timnya," tandasnya.

Sumber: GPOne

Lanjutkan Membaca ↓