Tech 3 Tawari Hafizh Syahrin Kursi di Tim Moto2

Oleh Yus Mei Sawitri pada 06 Agu 2019, 19:30 WIB
Hafizh Syahrin

Bola.com, Brno - KTM Tech 3 telah memutuskan mengakhiri kontrak Hafizh Syahrin pada akhir MotoGP 2019. Namun, tim satelit KTM itu menawarkan posisi kosong untuk Syahrin di tim Moto2 untuk 2020. 

Posisi Syahrin di KTM Tech3 pada musim depan akan digantikan Brad Binder. KTM Tech 3 tak memperpanjang kontrak Syahrin karena performanya di bawah harapan. Hingga seri ke-10, pembalap asal Malaysia itu baru mendulang tiga poin. 

Setelah kontraknya diputus, Syahrin tak menyembunyikan hasratnya ingin kembali berkiprah di Moto2 karena tak ada lagi kursi kosong di kelas premier pada musim depan. 

Beberapa waktu lalu, Syahrin mengklaim punya dua atau tiga opsi di kelas Moto2, salah satunya adalah Tech 3. Syahrin kemungkinan akan dipasangkan dengan Marco Bezzechi, yang punya kontrak dua tahun di KTM.  

"Saya berbicara dengan Hafizh beberapa seri sebelumnya. Jadi, dia tak terkejut ketika melihat pengumuman resmi Brad bergabung dengan kami di MotoGP," kata bos Tech 3, Herve Poncharal, seperti dilansir Motorsport, Selasa (6/8/2019). 

"Hafizh Syahrin melakukan banyak hal hebat bersama kami. Dia banyak membantu kami ketika Jonas Folger tak ada tahun lalu. Sudah jelas sejak awal bahwa dia punya kesempatan tetap bersama kami di Moto2 tahun depan. Bola ada di tangannya. Saya akan senang memastikan line up kami untuk MotoGP sebelum seri Silverstone," imbuh Poncharal. 

 

2 of 2

Komentar Syahrin

Saat ditanya tentang kemungkinan bertahan bersama Tech2 di Moto2, Syahrin memilih berteka-teki. "Saya punya satu atau dua pilihan, dan Herve tertarik mempertahankan saya untuk Moto2," ujar Syahrin. 

"Saat ini saya tak bisa memutuskan. Tapi di Moto2 bersama KTM tak akan terlalu sulit memahami karakter motor. Selain itu, Binder juga sudah membuat langkah maju sebelum jeda musim panas," imbuh Syahrin. 

Syahrin menambahkan bergabung ke Petronas Srinta, yang pernah dibelanya sepanjang Moto2 pada 2014-2017, juga menjadi salah satu opsi. 

"Saya berbicara dengan Herve, saya juga berbicara dengan Razlan Razal (bos Petronas Srinta). Saya tak bisa bilang 100 persen. Saya perlu menunggu mungkin hingga Austria, untuk mengetahui ke tim mana akan pergi," kata Syahrin.  

 

Lanjutkan Membaca ↓