Valentino Rossi Tak Lagi Sering Mengambil Risiko

Oleh Yus Mei Sawitri pada 27 Agu 2019, 11:45 WIB
Valentino Rossi

Bola.com, London - Pengamat MotoGP, Carlo Pernat, menyebut Valentino Rossi telah mengurangi mengambil risiko dalam balapan. Dengan kondisi seperti itu, Rossi dinilai akan kesulitan memenangi balapan meskipun tampil apik pada latihan bebas maupun kualifikasi. 

Komentar tersebut dilontarkan mantan manajer Valentino Rossi tersebut setelah MotoGP Inggris 2019. Pada balapan di Sirkuit Silverstone, Minggu (25/8/2019) tersebut, The Doctor finis di posisi keempat. 

Dia sebenarnya punya peluang finis lebih bagus karena start dari posisi kedua. Namun, Rossi kalah bersaing dengan rekan setimnya di Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales, dalam perebutan posisi ketiga. Adapun urutan pertama dan kedua ditempati Alex Rins dan Marc Marquez. 

Sejak naik podium kedua pada seri ketiga musim ini di Texas, Amerika Serikat, Rossi tak lagi masuk tiga besar. Pernat punya analisis soal kondisi tersebut. 

"Saya tak berpikir dia mendekati akhir kariernya. Saya lebih melihatnya sebagai pembalap yang memiliki fisik dan pergelangan tangan seperti pembalap berusia 25 tahun, tapi di pikirannya dia berusia 40 tahun. Pada usia seperti itu, Anda memilih mengurangi mengambil risiko, dan pergelangan tangannya merasakan itu," kata Pernat, seperti dilansir GP One, Selasa (27/8/2019). 

"Saya rasa dia akan selalu dekat dengan podium dan finis di antara urutan ketiga dan keenam. Dia tahu itu. Saya yakin dia banyak bertanya kepada dirinya sendiri belakangan ini. Dia bisa menunjukkan performa luar biasa saat latihan, tapi saat balapan dia tak bisa menggapai targetnya. Itu tak mudah," imbuh Pernat soal Valentino Rossi

 

2 of 2

Legenda Hidup

Valentino Rossi
Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi. (AFP/Tiziana Fabi)

Meskipun Valentino Rossi tak lagi seberani dulu dalam mengambil risiko, Pernat menilai belum waktunya The Doctor pensiun. Dia punya alasan khusus soal itu. 

"Valentino Rossi harus bertahan di dunia ini (MotoGP), karena orang-orang ingin melihatnya dan mendukungnya. Mereka hanya harus memahami bahwa sekarang dia pembalap untuk posisi ketiga hingga keenam," kata Pernat. 

"Dia tetap legenda hidup dan dia tahu semuanya ini," imbuh Pernat. 

 

Lanjutkan Membaca ↓