6 Tim Kemalingan di MotoGP Malaysia, Bos Sirkuit Sepang Marah

Oleh Thomas pada 05 Nov 2019, 12:45 WIB
Bos Sirkuit Sepang Marah Besar Beberapa Tim Kemalingan di MotoGP Malaysia

Kuala Lumpur - MotoGP Malaysia 2019 akhir pekan kemarin diwarnai sejumlah insiden. Setidaknya enam tim MotoGP menjadi korban kemalingan.

Keenam tim tersebut merupakan peserta kelas Moto2 dan Moto3 yakni Gaviota Angel Nieto (Moto3 dan Moto2), BOE Skull Rider Mugen Race (Moto3), CIP Green Power (Moto3), Reale Avintia Arizona 77 (Moto3), dan Red Bull KTM Ajo (Moto3).

Tim-tim ini menjadi korban pencurian karena tidak kebagian Paddock. Mereka terpaksa memakai tenda di luar paddock resmi. Aksi pencurian terjadi pada Jumat (1/11/2019). Tim Angel Nieto menjadi korban paling parah. Spare part dan ban motor untuk keperluan balap hilang dicuri.

Kejadian memalukan ini membuat bos Sirkuit Sepang marah besar. Datuk Razlan Razali mengutuk aksi pencurian di Sirkuit Sepang saat MotoGP 2019.

"Saya kecewa dengan insiden ini karena kami telah mempersiapkan dengan hati-hati dalam kerja sama dengan DORNA (pemegang hak penyelenggara MotoGP) untuk melindungi tidak hanya para pembalap tetapi juga properti mereka," ujar Razlan Razali dikutip dari Malay Mail.

"Saya marah karena meskipun kami sepenuhnya siap, ada beberapa yang melakukan ini untuk menodai nama negara dan wilayah sebagai promotor olahraga kelas dunia," tegas Razlan.

Polisi Malaysia bakal mengusut tuntas kasus kemalingan di MotoGP tersebut dan saat ini sedang dalam penyelidikan. 

 

 

 

 

 

 

2 of 2

Masih Diselidiki

Tes Pramusim Motogp Sepang 2019
Ilustrasi MotoGP Sepang (AFP/Mohd Rasfan)

Pencurian terhadap tim peserta MotoGP Malaysia 2019 diperkirakan terjadi pada Jumat dinihari antara pukul 1 hingga 5 saat terjadi hujan deras.

Kasus ini kini ditangani pihak kepolisian. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam termasuk memeriksa CCTV.

Tiga petugas keamanan yang bertugas saat itu sedang diperiksa intensif oleh Kepolisian Diraja Malaysia. Mereka ditahan hingga hari Rabu untuk membantu penyelidikan. Ketiganya merupakan warga negara Malaysia berusia 20 sampai 30 tahun.

 

Sumber asli: Malay Mail

Disadur dari: Liputan6.com (Thomas/Adyaksa Vidi, published 5/11/2019)

Lanjutkan Membaca ↓