Takut Lumpuh, Alasan Sebenarnya Jorge Lorenzo Pensiun Dini dari MotoGP

Oleh Wiwig Prayugi pada 30 Des 2019, 21:45 WIB
Diperbarui 30 Des 2019, 21:45 WIB
Dua pembalap Repsol Honda, Marc Marquez dan Jorge Lorenzo.

Bola.com, Jakarta - Mantan pembalap Repsol Honda, Jorge Lorenzo, akhirnya blak-blakan terkait penyebab pensiun dini dari MotoGP. Lorenzo berhenti balapan di MotoGP pada usia 32 tahun.

Dalam sesi wawancara dengan BT Sport, yang ditulis oleh Marca, Lorenzo mengungkap penyebab sebenarnya mengapa ia memutuskan pensiun secara mendadak.

Jorge Lorenzo telah memecah kesunyiannya untuk berbicara, dalam sebuah wawancara dengan 'BT Sport', tentang alasan yang membuatnya menggantung helmnya dan meninggalkan MotoGP. Setidaknya untuk saat ini dan sebagai pembalap pemula, karena desas-desus tentang kemungkinan kembali ke paddock sebagai tester Yamaha masih terbang di atas lingkungan.

"Cedera mempercepat keputusan saya untuk pensiun. Bila tak cedera, saya akan tetap berusaha untuk menjadi pembalap Honda. Ketika kami mulai, saya mengalami lima cedera serius. Terakhir kali, saya memukul kepala, saya tidak dapat mengingat apa pun," kata Lorenzo, dikutip dari Marca.

Lorenzo mengalami cedera parah setelah kecelakaan hebat di Assen. Akibat kecelakaan itu, Lorenzo mengalami cedera retak tulang belakang.

"Itu adalah serangkaian kombinasi: sepeda tidak cocok dengan gaya saya. Saya juga kurang bersabar untuk menunggu satu atau dua tahun lagi, karena usia saya baru 32 tahun," kata Jorge Lorenzo.

2 dari 2 halaman

Cedera Tulang Belakang

Pembalap Repsol Honda, Jorge Lorenzo.
Pembalap Repsol Honda, Jorge Lorenzo, memutuskan pensiun dan menjalani balapan terakhirnya di MotoGP yang berlangsung di Sirkuit Ricardo Tormo, Minggu (17/11/2019) malam WIB. (AFP/PIERRE-PHILIPPE MARCOU)

"Saya mengalami cedera tulang belakang. Ini berbahaya, karena Anda bahkan bisa lumpuh karena itu. Saya merasa bahwa saya harus lebih berhati-hati, saya tidak ingin jatuh lagi," kata Lorenzo.

Selain kecelakaan di Assen, Jorge Lorenzo sebelumnya juga jatuh di Barcelona.

"Setelah jatuh di Barcelona dan melihat hasil pemeriksaan, sejak saat itu saya mulai takut jatuh. Tak lama setelah itu, kecelakaan di Assen terjadi. Lalu saya bertanya apa yang kulakukan di sini. Sempat berpikir untuk melanjutkan balapan lagi, tapi tidak menemukan alasan yang tepat," katanya.

 

Sumber: Marca

Lanjutkan Membaca ↓