Lomba Pembuka MotoGP 2020 Terus Ditunda Akibat Virus Corona, Pembalap Bisa Tidak Gajian

Oleh Hendry Wibowo pada 16 Mar 2020, 10:45 WIB
Diperbarui 16 Mar 2020, 10:45 WIB
Valentino Rossi

Bola.com, Jakarta Kalender balap MotoGP 2020 terus alami perubahan akibat persebaran secara masif di seluruh dunia pandemi virus Corona.

Padahal lomba putaran perdana musim ini dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Losail, Qatar, 8 Maret lalu. Namun lomba tersebut harus dibatalkan akibat COVID-19.

Pada perkembangannya, lomba putaran kedua sampai keempat: MotoGP Thailand, Amerika Serikat, dan Argentina juga alami penundaan.

Meski balapan urung berlangsung, bukan berarti pembalap bisa makan gaji buta. Karena menurut eks manajer tim Repsol Honda, Livio Suppo ada kemungkinan pembalap tidak digaji jika balapan urung berlangsung.

Pasalnya kontrak pembalap dan juga sponsor terdiri dari banyak klausul. Salah satunya adalah peraturan jika ada kejadian emergency atau bencana seperti virus Corona yang menunda lomba MotoGP seperti sekarang.

"Jika balapan dibatalkan, maka sponsor tidak perlu untuk membayar biaya sponsor mereka termasuk pembalap. Artinya pembalap tidak mendapat bayaran," Suppo menuturkan.

2 dari 3 halaman

Dua Komponen

Repsol Honda Team,  Launching Repsol Honda Team, Bola.com, Livio Suppo
Pricipal Repsol Honda Team, Livio Suppo saat mengikuti sesi konferensi pers peluncuran Honda di Kemayoran, Jakarta, Jumat (3/1/2017). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Lebih lanjut Suppo menerangkan gaji pembalap MotoGP terbagi menjadi dua komponen. Pertama berhubungan dengan performa dan kedua hak image.

Jika yang pertama mengalami macet, maka pembayaran otomatis tidak bisa dilaksanakan. Namun Suppo menyebut semua tergantung perjanjian di masing-masing tim.

Artinya beberapa pembalap mungkin tetap dapat bayaran. "Sekali lagi semua tergantung perjanjian di masing-masing tim," Suppo menjelaskan.

Sumber: gpone.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Kami:

Lanjutkan Membaca ↓