Flashback: Momen Penting Karier Nicky Hayden di MotoGP

Oleh Hendry Wibowo pada 24 Mar 2020, 22:00 WIB
Diperbarui 24 Mar 2020, 22:00 WIB
Dani Pedrosa dan Nicky Hayden

Bola.com, Jakarta - Lahir di Owensboro, Kentucky, Amerika Serikat, tanggal 30 Juli 1981, Nicky Hayden meninggal dunia pada usia masih sangat muda: 35 tahun.

Nicky Hayden wafat usai mengalami kecelakaan ketika sedang bersepeda di Italia pada tahun 2017. Dia dinyatakan meninggal dunia pada tanggal 22 Mei.

Hayden sendiri menjalani karier di MotoGP pada tahun 2003-2016. Selama periode itu, ia mengecap titel juara dunia sebanyak sekali.

Tepatnya pada musim 2006. Dia meraih predikat terbaik setelah memenangkan persaingan melawan Valentino Rossi.

Hayden sejatinya salah satu pembalap yang mempunyai rekam jejak karier cemerlang sejak awal karier. Sayangnya ia hanya sempat menjadi juara dunia MotoGP sebanyak sekali.

Dalam artikel flashback ni, Bola.com mengajak pembaca mengetahui momen penting Hayden selama berkarier di MotoGP.

2 dari 3 halaman

Rekam Jejak Karier di MotoGP

Nicky Hayden
Nicky Hayden menangis sejadi-jadinya ketika mengetahui jadi juara dunia MotoGP 2006. (Istimewa)

Langsung Perkuat Tim Pabrikan Honda Tahun 2003

Hanya satu tahun usai menjadi juara ajang AMA Superbike, Nicky Hayden langsung terjun ke kelas MotoGP dan memperkuat tim pabrikan papan atas, Repsol Honda.

Namun pada musim 2003, Hayden jadi bayang-bayang rekan setimnya, Valentino Rossi. The Doctor-julukannya keluar sebagai juara dunia. Sementara Hayden hanya finis kelima dengan torehan dua kali podium ketiga.

Titel Juara Dunia Musim 2006

MotoGP 2006 jadi tahun keemasan Hayden. Dia meraih status juara dunia dengan sedikit bantuan dari dewi fortuna. Bagaimana tidak, musim ini ia hanya merasakan dua kemenangan.

Sementara lawannya, Rossi yang sudah hengkang ke Yamaha finis podium pertama sebanyak lima kali. Namun pembalap asal Italia itu melakukan banyak kesalahan, termasuk di lomba terakhir di Valencia, sehingga gelar terbaik digenggam Hayden.

Hubungan dengan Honda Memburuk

MotoGP 2008 jadi titik balik hubungan baik yang terjalin antara Honda dan Hayden. Pembalap asal Amerika Serikat itu kesal dengan keputusan Honda yang mengganti ban rekan setimnya, Dani Pedrosa dari Michelin ke Bridgestone.

Benar saja, akhir musim, Hayden akhirnya meninggalkan tim pabrikan Honda, tim yang ia perkuat sejak awal karier di MotoGP. Sebagai pelabuhan karier selanjutnya, ia menerima pinangan Ducati.

Kegagalan di Ducati, Kembali ke Honda dan Beralih ke Superbike

Lima musim mengaspal untuk Ducati: 2009-2013, Hayden hanya merasakan tiga podium. Tahun 2014, ia sempat kembali ke Honda untuk memperkuat tim satelit Honda, Aspar.

Dua tahun di tim Aspar dan hanya mengendarai motor satelit, membuat Hayden tidak bisa berbuat banyak. Puncaknya tahun 2016, ia beralih ke Kejuaraan Dunia Superbike.

 

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Kami:

Lanjutkan Membaca ↓