Eks Manajer Pembalap MotoGP: Valentino Rossi Tidak Akan Rasakan Gelar Juara Dunia Lagi

Oleh Hendry Wibowo pada 24 Apr 2020, 12:30 WIB
Diperbarui 24 Apr 2020, 12:30 WIB
Valentino Rossi
Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi. (AFP/Jose Jordan)

Bola.com, Jakarta - MotoGP 2020 belum juga dimulai akibat pandemi virus corona. Namun isu mengenai bursa perpindahan pembalap tahun depan masih terus hangat dibicarakan.

Satu nama yang masa depannya paling menarik dibicarakan adalah Valentino Rossi. Kini ia sudah dipastikan kehilangan kursi di tim pabrikan Monster Yamaha.

Setidaknya ada dua opsi yang bisa dipilih juara dunia sembilan kali itu. Pertama, pensiun penghujung musim ini. Kedua, gabung tim satelit Petronas Yamaha.

Eks manajer banyak pembalap top MotoGP, Carlo Pernat pun memberikan analisa terkait masa depan Rossi.

Dia meyakini The Doctor masih akan berlomba musim depan. Tapi Pernat beranggapan eks pembalap Ducati dan Honda itu sudah tidak mungkin merasakan titel juara dunia MotoGP.

"Rossi tetap berlomba pada musim 2021. Itu pilihan paling aman dan penting juga untuk MotoGP," Pernat memberikan analisa.

"Rossi sosok yang sangat suka balapan. Dia tidak akan jadi juara dunia lagi, tapi ia tetap merasakan beberapa podium," lanjutnya.

2 dari 3 halaman

Usul Satu Motor Satu Pembalap

Valentino Rossi
Carlo Pernat menyatakan Valentino Rossi masih terlihat jauh lebih muda daripada usia sebenarnya yang sudah menginjak 38 tahun. (EPA/Fazry Ismail)

Pada kesempatan ini, Pernat turut mengomentari usul dari Direktur Tim Ducati, Gigi Dall'Igna mengenai regulasi satu motor untuk satu pembalap di MotoGP.

Usul tersebut untuk menekan biaya yang dikeluarkan tim. Apalagi selama pandemi virus corona, semua tim mengalami kesulitan finansial.

"Saya tidak setuju dengan ide itu. Ada cara lain untuk menghemat biaya. Dengan satu motor setiap satu pembalap, maka sosok seperti Marc Marquez dan Valentino Rossi tidak akan bisa ikut berlomba jika motornya rusak," Pernat menuturkan.

Pernat pun mempunyai usul yang lebih jitu. Seperti mengurangi jumlah staf yang terlibat dalam satu lomba. Lalu juga penghapusan latihan bebas.

Sumber: speedweek

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Kami:

Lanjutkan Membaca ↓