Keinginan Rossi dan Quartararo Bikin Petronas Yamaha SRT Pusing

Oleh Yus Mei Sawitri pada 15 Mei 2020, 10:00 WIB
Diperbarui 15 Mei 2020, 10:00 WIB
FOTO: FP2 MotoGP Malaysia, Valentino Rossi Posisi ke-6

Bola.com, Kuala Lumpur - Petronas Yamaha SRT tengah menghadapi dilema menghadapi MotoGP 2021. Dilema tersebut terkait rencana Valentino Rossi masuk ke tim tersebut, serta kepindahan Fabio Quartararo pindah ke tim pabrikan Yamaha. 

Fabio Quartararo baru-baru ini mengaku ingin membawa seluruh krunya ke Monster Energy Yamaha pada 2021. Rencana itu bertolak belakang dengan niatan Team Principal Petronas Yamaha SRT, Razlan Razali, yang justru tak mau merombak struktur tim.

Kepindahan Quartararo dari SRT ke tim pabrikan Yamaha musim depan, disusul peluang bergabungnya Valentino Rossi dengan SRT, membuat pusing Razali. Dia mengaku tak menginginkan perubahan besar pada krunya. Keinginan Razali itu tentunya juga bertolak belakang dengan kebiasaan Rossi.

Sejak turun di kelas tertinggi (GP500/MotoGP), Rossi dikenal sebagai rider yang memboyong semua anggota krunya ketika pindah tim. Ia melakukannya saat pindah dari Honda ke Yamaha (2004), Yamaha ke Ducati (2011), dan Ducati ke Yamaha (2013).

Dalam pernyataannya lewat Motorsport.com baru-baru ini, Razali menyatakan pihaknya bertekad memberikan toleransi kepada Rossi untuk membawa 2-3 orang krunya saja jika benar-benar bergabung dengan SRT musim depan.

Velentino Rossi diperkirakan hanya boleh membawa sang crew chief, David Munoz; sang teknisi data, Matteo Flamigni; dan mekaniknya yang setia, Alex Briggs. Masa depan ketiga mekanik lainnya, Bernard Ansiau, Brent Stephens, dan Mark Elder, belum diketahui.

"Kami sudah tegaskan kepada Yamaha bahwa di Petronas, kami punya tim teknis sendiri, dan kami memilih untuk tidak merombak struktur tersebut. Jelas hanya 2-3 teknisi Vale yang akan bergabung dengannya, tapi kami masih harus bicara dengannya," ujar Razali.

 

2 dari 2 halaman

Hubungan Baik

Pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo.
Pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, berhasil meraih status rookie terbaik MotoGP 2019 setelah finis kedua di MotoGP Jepang yang berlangsung di Sirkuit Twin Ring Motegi, Minggu (20/10/2019). (AFP/Toshifumi Kitamura)

Meski begitu, dalam wawancaranya dengan GPOne pada Rabu (13/5/2020), Quartararo justru mengaku ingin membawa seluruh krunya di SRT saat ini menuju Monster Energy Yamaha tahun depan.

"Ini adalah hal masih harus kami bicarakan, karena ini masih terlalu dini. Tapi saya ingin membawa para teknisi saya karena saya punya hubungan yang baik dengan mereka," ungkap El Diablo.

Jika permintaannya dituruti, maka Quartararo akan membawa sang insinyur elektronik, Pablo Guillem; para mekanik Achim Kariger, Daniele Grelli, Robin Spijkers, dan Martin Zabala; serta sang crew chief, Diego Gubellini, yang sukses membantu Franco Morbidelli menjuarai Moto2 2017.

Sumber: GPOne

Disadur dari: Bola.net, published: 14/5/2020

  

Lanjutkan Membaca ↓