Prediksi Andrea Dovizioso Mengenai Persaingan Juara Dunia MotoGP 2020: Fabio Quartararo-Yamaha Bukan yang Paling Kompetitif

Oleh Hendry Wibowo pada 28 Sep 2020, 21:15 WIB
Diperbarui 28 Sep 2020, 21:15 WIB
Andrea Dovizioso
Andrea Dovizioso usai terjatuh pada balapan MotoGP Catalunya, Minggu (27/9/2020). (AP Photo/Joan Monfort)

Bola.com, Catalunya - Nahas nian nasib Andrea Dovizioso. Pada balapan seri kedelapan MotoGP 2020 di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Minggu (28/9/2020) lalu, ia harus gagal finis akibat kesalahan Johann Zarco.

Akibat nol poin di MotoGP Catalunya, kini Andrea Dovizioso tertinggal 24 poin dari Fabio Quartararo sebagai pimpinan klasemen.

Menariknya ketika ditanya kandidat terkuat jadi juara dunia MotoGP 2020, Andrea Dovizioso tidak menyebut kombinasi Fabio Quartararo dan Yamaha.

"Quartararo dan Yamaha kuat. Tapi jujur saja untuk sudut pandang kejuaraan, saya lihat pasangan Suzuki-Joan Mir lebih kompetitif," kata Andrea Dovizioso.

Andrea Dovizioso sendiri masih percaya kans menjadi juara dunia MotoGP 2020 masih terbuka lebar. Tapi sisi lain, pembalap Ducati ini sadar diri motor Ducati Desmosedici bukan yang terbaik.

"Fakta apapun bisa terjadi pada persaingan musim ini membantu saya berpikir positif. Tapi poin terpentingnya adalah Anda harus cepat. Hal ini saya rasakan sangat sedikit sejauh ini," runner-up MotoGP tiga musim terakhir ini mengungkapkan.

2 dari 3 halaman

Faktor Ban

Johann Zarco dan Andrea Dovizioso
Kecelakaan yang dialami Johann Zarco dan Andrea Dovizioso pada balapan MotoGP Catalunya, 27 September 2020. (AP Photo/Joan Monfort)

Andrea Dovizioso kembali menegaskan faktor ban baru yang diperkenalkan Michelin selaku pemasok ban tunggal ajang MotoGP membuat persaingan musim ini sangat sulit diprediksi.

Dia mencontohkan, seorang pembalap yang bisa menang dalam sebuah balapan, lalu tiba-tiba merosot drastis pada balapan berikutnya.

"Contohnya pada balapan hari ini (MotoGP Catalunya) adalah Maverick Vinales, pemenang balapan Misano 2 dan sangat kesulitan kali ini," Andrea Dovizioso menuturkan.

"Buat saya, saya ingin bilang yang salah bukan tekanan yang dirasakan pembalap tapi ini konsekuensi dari ban baru, yang sangat berbeda dan begitu sulit dipahami," lanjut pembalap paling senior di MotoGP 2020 setelah Valentino Rossi tersebut.

 

Sumber: GPOne.com

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Kami:

Lanjutkan Membaca ↓
Momen-Momen Penting di MotoGP Prancis, Termasuk Saat Marc Marquez Jatuh 2 Kali