Resmi: Pecco Bagnaia ke Tim Pabrikan Ducati, Johann Zarco dan Jorge Martin Gabung Pramac

Oleh Hendry Wibowo pada 30 Sep 2020, 18:45 WIB
Diperbarui 30 Sep 2020, 18:45 WIB
Pecco Bagnaia
Pembalap MotoGP Francesco Bagnaia melintasi tikungan pada balapan MotoGP Emilia Romagna 2020 di Sirkuit Misano, Misano Adriatico, Italia, Minggu (20/9/2020). Saat memimpin balapan, Bagnaia terjatuh dan tak bisa melanjutkan pertandingan yang tinggal tersisa tujuh lap. (AP Photo/Antonio Calanni)

Bola.com, Bologna - Ducati akhirnya mengumumkan kontrak pembalap penghuni tim pabrikan mereka dan tim satelit Pramac Racing untuk MotoGP 2021, Rabu (30/9/2020). Tidak ada kejutan berarti. Nama-nama yang diisukan selama ini akhirnya terkonfirmasi.

Adalah Pecco Bagnaia yang ditunjuk sebagai pengganti Andrea Dovizioso tim pabrikan. Dovizioso memang telah mengumumkan bulan Agustus lalu, bahwa dirinya tidak lagi memperkuat Ducati musim depan.

Pada kesempatan sama, pembalap yang mengisi posisi Pecco Bagnaia di Pramac juga terkonfirmasi. Adalah rider Avintia Ducati, Johann Zarco.

Zarco bakal bahu membahu bersama rider rookie dari Moto2, Jorge Martin. Duet Zarco dan Martin menandakan Pramac akan diperkuat dua pembalap baru pada MotoGP 2021.

Martin sendiri merupakan juara dunia Moto3 2018. Dan pada musim ini, ia sedang menempati posisi lima klasemen dan mencicipi tiga podium yang satu di antaranya adalah kemenangan.

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Komentar Pecco Bagnaia

Pecco Bagnaia
Pecco Bagnaia saat ikut MotoGP Virtual Race Jilid I. (Twitter/Pecco Bagnaia)

Sementara itu di tim pabrikan Ducati, Pecco Bagnaia, anak didik Valentino Rossi di akademi VR46 akan berduet dengan Jack Miller pada MotoGP 2021. Keduanya sudah saling mengenal lantaran telah berduet di Pramac Racing dua musim terakhir.

Dalam keterangan resminya, Pecco Bagnaia merasa tersanjung dengan kepercayaan Ducati terhadap dirinya. Menurutnya bukan kali ini saja pabrikan asal Italia itu menunjukkan keyakinan kepadanya.

Dia mencontohkan ketika Ducati merekrutnya masuk Pramac Racing untuk MotoGP 2019 pada awal tahun 2018. Padahal kala itu, potensinya di Moto2 belum terlihat. Meski akhirnya Pecco Bagnaia membuktikan dirinya bisa jadi juara dunia Moto2 2018.

"Debut saya di MotoGP (2019) tidak mudah. Tapi Ducati tidak pernah mempertanyakan kemampuan saya. Mereka terus memberikan saya dukungan dan kepercayaan yang dibutuhkan seorang rookie," Pecco Bagnaia menuturkan.

"Hari ini, saya orang paling bahagia di sunia. Buat saya, ini merupakan mimpi yang jadi nyata: jadi pembalap pabrikan Ducati merupakan ambisi saya," lanjutnya.

 

Sumber: Motorsport.com

 

Lanjutkan Membaca ↓