The Doctor Pensiun, Yuk Lihat Lagi 5 Komentar Kontroversial Valentino Rossi untuk Marc Marquez

Oleh Yus Mei SawitriHendry Wibowo pada 05 Agu 2021, 23:10 WIB
Diperbarui 05 Agu 2021, 23:10 WIB
Valentino Rossi dan Marc Marquez
Valentino Rossi dan Marc Marquez. (Bola.com/Dody Iryawan)

Bola.com, Jakarta - Pada sesi konferensi pers jelang balapan MotoGP Styria di Sirkuit Red Bull Ring, Austria, Kamis (05/08/2021) malam WIB, Valentino Rossi mengumumkan dirinya pensiun dari ajang MotoGP. 

Jika melihat ke belakang, sepanjang kariernya, Valentino Rossi pernah memiliki banyak rival. Namun berbicara satu dasawarsa terakhir, nama Marc Marquez adalah musuh utamanya. 

Hubungan keduanya bahkan semakin memburuk, utamanya setelah Sepang Clash pada MotoGP Malaysia 2015. Kala itu, Valentino Rossi menyenggol Marc Marquez sampai terjatuh. 

Sejak itu, keduanya tidak pernah menghabiskan waktu bersama lagi. Padahal sebelumnya, Rossi dan Marquez bahkan sering berlatih bersama. 

Pada artikel ini, Bola.com mengajak pembaca mengetahui lagi komentar kontroversial Rossi untuk Marquez. Ya, karena The Doctor pensiun, dipastikan momen perseteruan antara keduanya tinggal kenangan. Yuk scroll ke bawah untuk mengetahuinya. 

2 dari 7 halaman

1. Marquez Terjatuh dan Gagal Finis (20 April 2015)

Marc Marquez
Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, saat terjatuh pada MotoGP Argentina 2015. (Crash)

"Memalukan sekali dia terjatuh. Tapi, bagi saya, dia sendiri yang melakukan kesalahan. Marquez adalah pebalap yang berani bertaruh, ya atau tidak sama sekali. Dia sudah memepet saya di tengah-tengah tikungan. Marquez terus memepet dan saya berteriak-teriak. Saya pikir dia memang agresif, tapi jangan berlebihan!"

Komentar bernada kesal ini terlontar seusai balapan MotoGP Argentina 2015 di Sirkuit Autodromo Termas de Rio Hondo. Insiden bermula ketika Valentino Rossi bermanuver menyalip Marc Marquez yang sedang memimpin balapan.

Usahanya berhasil dan Rossi gantian memimpin. Namun, Marc Marquez tak rela tempatnya direbut The Doctor. Dengan berani dia memepet Rossi, namun akhirnya malah terjatuh.

3 dari 7 halaman

2. Marquez Membuat Rossi Kehilangan Juara Dunia (25 Oktober 2015)

Kaleidoskop Olahraga 2015
Pebalap Italia, Valentino Rossi, terlibat clash dengan pebalap Spanyol, Marc Marquez, di Sirkuit Sepang, Malaysia. Rossi dianggap bersalah karena menjatuhkan Marquez dan dijatuhi hukuman tiga poin. (Crash.net)

"Marquez memenangi pertarungannya, dia membuat saya kehilangan juara dunia."

Pernyataan tersebut dirilis di akun twitter MotoGP. Saat itu, Rossi menilai peluangnya untuk menjadi juara dunia MotoGP 2015 semakin tipis setelah apa yang terjadi di Sirkuit Sepang.

Rossi mendapat hukuman tiga poin penalti setelah dinyatakan bersalah karena melakukan manuver berlebihan yang membuat Marquez terjatuh.

Padahal, Rossi tengah berjuang untuk bisa merebut gelar juara di seri terakhir MotoGP Valencia 2015.

4 dari 7 halaman

3. Marquez Bukan Penggemar Rossi? (29 Oktober 2015)

Marc Marquez, Valentino Rossi, MotoGP
Pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi dan rider Repsol Honda, Marc Marquez dikenal memiliki hubungan yang buruk di lintasan MotoGP. (Jure Makovec / AFP)

"Apakah Anda tahu kebohongan yang dikatakannya (Marquez)?"

Kalimat tersebut merupakan bagian dari perbincangan Rossi dengan kepala hubungan eksternal Tim Italia yang juga pengamat motoGP, Carlo Pernat.

Pernat mengungkapkan selama ini The Baby Alien tak pernah mengidolakan Rossi. Pernat menuding Marquez memakai 'topeng' berpura-pura mengidolakan Rossi hanya untuk menaikkan citranya.

5 dari 7 halaman

4. Bodyguard Lorenzo (11 Agustus 2015)

Ekspresi Rossi dan Marquez Di Sepang
Pembalap Spanyol Jorge Lorenzo (kiri), Pembalap Spanyol Marc Marquez (kanan), dan Pembalap Italia Valentino Rossi (tengah) saat press conference di Sepang International Circuit, Malaysia, 22 October 2015. (EPA / Fazry Ismail)

“Benar-benar luar biasa. Kami tahu seharusnya balapan dalam berjalan dengan cara yang sama. Kami dalam posisi apik untuk menjadi juara dunia. Setelah MotoGP Motegi, saya unggul 18 poin atas Jorge, tapi di Phillip Island (Australia), yang terjadi sangat aneh karena Marquez berperan menjadi bodyguard Lorenzo."

Pernyataan tersebut dilontarkan Rossi setelah menyelesaikan balapan di MotoGP terakhir musim 2015 di Valencia. The Doctor menuding Marquez sengaja berperan sebagai bodyguard Jorge Lorenzo.

Balapan di Valencia dimenangi Lorenzo, sekaligus mengantarnya menjadi juara dunia MotoGP 2015. Adapun Marquez finis tepat di belakang sang rekan senegara. Rossi yang menjadi pesaing Lorenzo dalam perburuan gelar juara harus puas berada di urutan keempat, di belakang rider Honda, Dani Pedrosa.

Gara-gara finis keempat, kans Rossi merengkuh gelar juara ke-10 harus melayang. Di klasemen akhir, The Doctor mengumpulkan 325 poin, alias kalah lima poin dari Lorenzo. Kekesalan Rossi ditumpahkan dengan mengkritik Baby Alien.

6 dari 7 halaman

5. Marquez Pembalap Licik

MotoGP 2017, Marc Marquez
Marc Marquez mengangkat trofi juara usai mengalahkan para pebalap lainya pada balapan MotoGP Republik Ceska di Sirkuit Brno, (6/8/2017). (AP/Petr David Josek)

Selepas balapan MotoGP Republik Ceska, di Sirkuit Brno, Minggu (6/8/2017), Rossi kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial yang ditujukan kepada Marquez. Pada balapan tersebut Marquez menjadi kampiun berkat kecerdikan dan ketepatan strategi pergantian ban dan motor. 

Valentino Rossi menyebut Marc Marquez sebagai pebalap yang paling licik pada balapan MotoGP Republik Ceska, Minggu (6/8/2017). Namun, dia mengakui keputusan Marquez untuk masuk pit lebih cepat adalah langkah yang cerdas.

"Marquez adalah orang yang paling licik, menurut pendapat saya, dia sudah memutuskan sejak awal untuk masuk ke dalam pit," tutur Rossi selepas balapan.

7 dari 7 halaman

Saksikan Video Pilihan Kami:

Lanjutkan Membaca ↓
Klasemen MotoGP Setelah Seri San Marino, Pecco Bagnaia Masih Membayangi Fabio Quartararo