Bos Yamaha Sebut Fabio Quartararo Juara Dunia MotoGP 2021 Tanpa Mencari Musuh, Nyindir Valentino Rossi Nih?

Oleh Hendry Wibowo pada 03 Des 2021, 21:30 WIB
Diperbarui 03 Des 2021, 21:30 WIB
Fabio Quartararo
Fabio Quartararo (AFP)

Bola.com, Jakarta - Sangat wajar jika bos Yamaha MotoGP, Lin Jarvis memberikan pujian kepada Fabio Quartararo yang sukses keluar sebagai juara dunia musim 2021.

Namun pujian jadi menarik saat pernyataan Lin Jarvis tampaknya menyindir pembalap lain yang pernah memperkuat Yamaha. Lho koq bisa?

Ya, awalnya pria asal Inggris itu membeberkan karakteristik Fabio Quartararo yang menjadi kunci sang pembalap bisa jadi juara dunia MotoGP 2021.

"Dia selalu menciptakan suasana yang sangat positif dalam tim. Ada pembalap yang membutuhkan lawan untuk mengeluarkan performa maksimal," kata Lin Jarvis.

"Pembalap seperti ini ingin menghancurkan lawan. Tapi Fabio tidak seperti itu. Jangan mencari musuh. Carilah lawan yang bisa Anda lawan," tambahnya.

2 dari 3 halaman

Sindir Rossi?

Foto: Grazie, Thank You, Terima Kasih Valentino Rossi
Valentino Rossi. (AP Photo/Alberto Saiz)

Lin Jarvis memang tidak menyebut nama pembalap yang ia maksud sering butuh rival untuk mengeluarkan performa maksimal.

Namun jika melihat ke belakang, mantan pembalap Yamaha, Valentino Rossi dikenal punya banyak rival pada masa jayanya.

Valentino Rossi dikenal suka menebar psywar kepada lawan-lawannya sehingga terlibat banyak rivalitas sengit dengan pembalap lain.

3 dari 3 halaman

Lebih Mudah Diatur

Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi ( AFP PHOTO / JOSEP LAGO )
Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi ( AFP PHOTO / JOSEP LAGO )

Entah Lin Jarvis menyindir Valentino Rossi, yang pasti ia menyebut Fabio Quartararo lebih mudah diatur ketimbang dua pembalap lain yang pernah jadi juara dunia bersama Yamaha.

Keduanya adalah Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi. "Fabio tiba di Yamaha pada waktu yang tidak terlalu sulit dibandingkan Valentino atau Lorenzo," kata Jarvis.

"Valentino juga orang yang sangat positif dan menyenangkan. Ketika dia datang kepada kami, dia sudah menjadi juara dunia lima kali."

"Dan Jorge tiba ketika Vale sudah memenangkan tiga gelar bersama kami dan menjadi referensi. Dalam kasus Fabio itu berbeda. Dia lebih muda dan lebih mudah diatur," lanjutnya.

Sumber: Corsedimoto

 

Lanjutkan Membaca ↓