Sudah Pensiun, Pebasket Ini Malah Makin Kaya

Oleh stella maris pada 06 Mar 2019, 18:28 WIB
Michael Jordan

Bola.com, Jakarta - Siapa yang tak kenal dengan  Michael Jordan? Atlet basket dan ikon olahraga terkenal ini menjadi idola para pebasket hingga saat ini. Namanya terkenal karena berhasil membawa Chicago Bulls meraih enam gelar juara.

Selain itu, Jordan juga mendapatkan banyak prestasi. Ia meraih lima kali gelar MVP reguler, tiga kali MVP all stars, dan gelar pencetak poin terbanyak di 10 musim kompetisi NBA. Secara resmi, Jordan memutuskan benar-benar pensiun pada 2013. Sebelumnya, Jordan sempat pensiun beberapa kali.

Kini, pebasket yang terkenal dengan slam dunk-nya itu memiliki kekayaan sebesar USD1,65 miliar atau Rp22,7 triliun versi Forbes pada 2018. Padahal sebelumnya, kekayaan Michael Jordan hanya berada di angka USD350 juta.

Peningkatan kekayaan Michael Jordan tak lepas dari kenaikan nilai valuasi tim basket Charlotte Hornets yang ia miliki. Nilai Hornets melesat 35 persen dalam satu tahun terakhir berkat peningkatan nilai kontrak dengan televisi.

Michael Jordan memiliki 90 persen saham di klub tersebut. Selain itu, kekayaan Michael Jordan juga turut dikerek dari kerja sama sponsor yang ia lakukan dengan Nike.

Tak hanya itu, merek sepatu olahraga Air Jordan masih merajai pasar sepatu olahraga basket dengan pangsa pasar sebesar 65 persen. Nike Air Jordan juga memiliki unit bisnis penting di China.

Sepanjang kariernya, Jordan tercatat pernah dua kali menjadi pemain dengan bayaran tertinggi dalam 15 tahun di kompetisi NBA. Atlet berkepala plontos ini juga didapuk sebagai salah satu tokoh olahraga paling tajir di dunia.

 

Tanya Charlotte, Penumpang yang Pesan Perjalanan ke- 3 Miliar Grab
(c) Grab

Bisa Punya Startup Unicorn

Dengan kekayaan yang dimiliki Michael Jordan tersebut. Ikon pebasket ini bisa saja membuat atau investasi terhadap perusahaan startup berlevel unicorn. Namun, apa sih unicorn itu?

Dikutip dari artikel Tech World, Senin (18/2), unicorn adalah sebuah perusahaan yang memiliki nilai valuasi lebih dari USD1 miliar hingga USD10 miliar (setara Rp 14 triliun hingga Rp 140 triliun).

Di Indonesia, baru ada empat startup berstatus unicorn. Namun baru satu yang berlevel decacorn. Siapa itu?

Decacorn diartikan sebagai startup yang telah mendapatkan pembiayaan di atas US$ 10 miliar (lebih dari Rp 140 triliun). Jadi, level ini lebih tinggi dari unicorn.

Adalah Grab. Perusahaan starup jasa transportasi online yang menjadi pertama di Asia Tenggara. Grab lahir pada 2012, dengan layanan GrabTaxi. Jasa transportasi online itu terus ekspansi ke sejumlah negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Saat ini Grab beroperasi di 222 kota di seluruh Indonesia dan semakin memperkuat posisinya sebagai everyday Super App dengan cakupan terluas dari Sabang sampai Merauke.

 

 

(Adv)