Fakta Baru, Begini Percakapan Terakhir Pilot Sebelum Kecelakaan yang Tewaskan Kobe Bryant

Oleh Marco Tampubolon pada 18 Jun 2020, 21:30 WIB
Diperbarui 18 Jun 2020, 22:50 WIB
Mengenang Kobe Bryant
Orang-orang mengabadikan mural Kobe Bryant dan Putrinya Gigi buatan seniman Prancis Mr. Brainwash di Los Angeles (31/1/2020). Bryant memenangkan lima gelar juara NBA dan peraih medali emas Olimpiade dua kali. (AFP/Chris Delmas)

Jakarta - Ada kabar baru seputar penyelidikan penyebab kecelakaan helikopter yang menewaskan legenda NBA, Kobe Bryant. Berdasar laporan terbaru diketahui pilot sempat hendak berusaha menghindari kabut. 

Kecelakaan helikopter menimpa Kobe Bryant pada awal tahun ini. Dalam insiden tersebut seluruh penumpang tewas termasuk salah seorang putrinya Gianna yang baru 13 tahun. Pilot yang mengemudikan helikopter, Ara Zobarayan, bersama 7 penumpang lainnya juga ikut meninggal dunia. 

Badan keselamatan penerbangan AS (NTSB) tengah menyelidiki penyebab kecelakaan di perbukitan, Calabasas, 26 Januari itu. Rabu lalu,  NTSB merilis dokumen setebal 1.700 halaman yang berisi percakapan pilot Zobarayan dengan menara pengawas sebelum kecelakaan tersebut terjadi. 

Menurut dokumen yang diungkap ke publik pada Rabu (17/6/2020), disebutkan Zobarayan sempat meminta izin untuk menambah ketinggian hingga 4.000 kaki guna menghindari kabut tebal. Meski demikian, NTSB menegaskan bila laporan itu bukan keputusan final mengenai penyebab kecelakaan. 

"Jadi belum ada kesimpulan tentang bagaimana atau apa yang menyebabkan kecelakaan itu terjadi," bunyi pernyataan NTSB seperti dilansir dari CNA. "Analisis, temuan, rekomendasi, dan kemungkinan penentuan penyebab terkait kecelakaan akan dikeluarkan NTSB dalam laporan akhir di kemudian hari."

 

2 dari 3 halaman

Percakapan Terakhir Pilot

Kobe Bryant
Sejumlah petugas berusaha mengevakuasi korban jatuhnya helikopter di Calabasas, California, Minggu (26/1/2020). Legenda NBA, Kobe Bryant, menjadi salah satu korban tewas pada kecelekaan helikopter berjenis Sikorsky S-76B itu. (AP/Mark J. Terrill)

Potongan pembicaraan pilot Zobayan dengan menara pengawas menjadi salah satu yang ditampilkan dalam dokumen itu. "Uh, kami mendaki ke empat ribu," kata Zobayan dalam transkrip dokumen itu. 

"Lalu apa yang akan Anda lakukan saat tiba di ketinggian itu?" tanya menara pengawas.  

Tidak ada lagi jawaban dari Zobayan. Percakapan dengan menara pengawas terhenti sampai di situ.  

Penyelidikan awal dan para petugas investigasi menemukan bahwa helikopter yang ditumpangi Kobe Bryant jatuh dari ketinggian beberapa ratus kaki saat Zobayan berusaha menghindari kabut tebal.

3 dari 3 halaman

Keluarga Korban Menuntut

Sementara itu, leluarga empat korban kecelakaan yang menewaskan legenda NBA Kobe Bryant menyeret perusahaan yang mengoperasikan helikoper ke jalur hukum.

Seperti dilansir AFP, keluarga pelatih basket John Altobelli beserta istri Keri dan anak Alyssa, juga asisten pelatih Christina Mauser, memasukkan berkas tuntutan ke Pengadilan Tinggi Los Angeles.

Mereka menuduh perusahaan Island Express Helicopters dan Island Express Holding Corp melakukan kelalaian.

Istri Kobe Bryant, Vanessa, sebelumnya sudah melakukan hal serupa dua bulan lalu. Selain pihak perusahaan, dia juga menggugat pilot Ara Zobayan yang juga menjadi korban dalam kecelakaan helikopter itu.

Menurut Vanessa, pihak perusahaan lalai karena mengizinkan helikopter terbang dalam kondisi cuaca yang penuh kabut tebal dan berawan.

Bryant merupakan salah satu nama terbesar di dunia basket. Dia membawa LA Lakers menjadi juara NBA sebanyak lima kali.

Selain itu, Kobe Bryant menyabet dua medali emas Olimpiade. Kecelakaan yang merenggut nyawanya tersebut meninggalkan duka yang mendalam bagi dunia basket dan olahraga di seluruh dunia.

Sumber: CNS, AFP

Disadur dari: Liputan6.com (Penulis Marco Tampubolon, published: 18/6/2020)

 

Lanjutkan Membaca ↓