Olimpiade 2016: Rivaldo Sarankan Turis Jangan Datang ke Brasil

Oleh Bola pada 10 Mei 2016, 22:15 WIB
Diperbarui 10 Mei 2016, 22:15 WIB
Rivaldo
Legenda Brasil, Rivaldo, menilai situasi di negaranya bisa mengancam para turis yang ingin menyaksikan Olimpaide 2016. (AFP/Antonio Scorza)

Bola.com, Brasil - Legenda sepak bola Brasil, Rivaldo, menyarankan kepada para turis agar mengurungkan niat menyaksikan gelaran Olimpiade 2016 di Rio de Janiero, lantaran alasan keamanan.

Pesta akbar semua cabang olahraga itu akan dihelat pada 5 hingga 20 Agustus 2016. Namun, situasi Brasil saat ini sedang tidak kondusif. Baru-baru ini banyak laporan kasus kriminalisasi yang terjadi di negara peraih lima Piala dunia tersebut.

Tercatat, 307 orang dilaporkan tewas oleh polisi di perkampungan kumuh Rio sepanjang 2015. Lalu, 11 orang lainnya juga dikabarkan mengalami hal serupa pada April tahun ini.

"Segala sesuatu semakin buruk di sini setiap hari. Saya menyarankan kepada semua orang yang punya rencana mengunjungi Brasil, untuk menonton Olimpiade di Rio de Janeiro agar tetap tinggal di rumah. Nyawa Anda akan terancam di sini," kata Rivaldo seperti dikutip The Guardian, Selasa (10/5/2016).

Rivaldo menambahkan situasi panas di Brasil bukan hanya soal masalah politik atau kesejahteraan masyarakat di sana. Dia pun menilai, sulit untuk meredam situasi panas di negeranya. "Hanya Tuhan yang bisa mengubah situasi ini di Brasil,"tutur mantan pemain Barcelona itu.

Sempat dikhawatirkan kericuhan bakal terjadi jika Brasil gagal berprestasi pada ajang empat tahunan tersebut. Masyarakat Brasil bisa saja mengungkit kegagalan negaranya pada Piala Dunia 2014. 

Saat itu pemerintah Brasil mengeluarkan dana sebesar 11,5 miliar dollar (Rp 152,88 triliun) untuk menunjang pembangunan sarana dan prasarana. Berbagai kalangan menilai, negara tersebut telah mengeluarkan dana yang berlebihan. Para pengkritik menilai pemerintah Brasil seharusnya menggunakan dana tersebut untuk mengatasi kesenjangan sosial yang masih terjadi.

Untuk Olimpiade 2016, pemerintah Brasil kabarnya juga mengeluarkan dana tidak sedikit. Jelas ini membuat masyarakat Brasil tidak senang mengingat kemiskinan di sana masih begitu terasa.